Shalawat Ulhiduhu Biyadih termasuk wirid yang dulu sering dibaca almarhum Simbah K.H. Nawawi. Shalawat ini berbunyi:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ الْحَبِيبِ الْعَالِي الْقَدْرِ الْعَظِيمِ الْجَاهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
Allahumma ṣalli ‘alā sayyidinā Muḥammadin an-nabīyi al-ummī al-ḥabībi al-‘ālī al-qadri al-‘aẓīmi al-jāhi, wa ‘alā ālihi wa ṣaḥbihi wa sallim.
Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada Nabi Muhammad ﷺ, Nabi yang ummi, kekasih yang tinggi derajatnya, agung kedudukannya, dan juga kepada keluarganya serta para sahabatnya.
Shalawat ini dianjurkan untuk dibaca sebanyak tiga kali setiap malam Jumat.
Malam Jumat adalah waktu yang penuh keberkahan, dan memperbanyak shalawat pada malam tersebut merupakan amalan yang sangat dianjurkan oleh para ulama.
Keutamaannya disebutkan dalam penjelasan, bahwa barang siapa yang melanggengkan membaca shalawat ini, maka insya Allah ketika ia wafat, Nabi Muhammad ﷺ akan ikut mengantarkan sampai kuburan dan ikut menempatkan jenazahnya di liang lahat. Ini adalah keutamaan yang luar biasa besar, karena kehadiran Nabi ﷺ di saat wafat adalah karunia yang sangat agung, menunjukkan kecintaan dan sambutan Rasulullah ﷺ kepada umatnya yang setia bershalawat.
Alangkah nikmat dan indahnya ketika kita masuk di liang lahat, liang kubur, Baginda Nabi ﷺ ada disitu. Termasuk ikhtiarnya, kita membaca shalawat Ulhiduhu Biyadih setiap malam Jumat. Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang senantiasa bershalawat dan mendapatkan syafaatnya di akhirat.
Sumber: Buku Risalah Doa dan Sholawat Oleh KH. Achmad Chalwani.

Comment