رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ
rabbānā lā tuzigh qulūbanā ba‘da idz hadaytanā wa ḥab lanā min ladunka raḥmatan, innaka anta al-waḥḥāb
Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi‑Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.”
Doa ini biasa dibaca setelah salat Maghrib, Isyaʾ, dan Subuh. Ayat tersebut berasal dari Surat Ali ‘Imran ayat 8. Surat Ali ‘Imran, yang memuat 200 ayat dan diturunkan di Madinah, mengajarkan kita agar senantiasa memohon rahmat Allah. Rahmat itu tidak hanya berupa ampunan, melainkan juga kemudahan dalam beribadah dan hati yang selalu terpaut kepada‑Nya.
Keterangan: Dibaca setelah salat Maghrib, Isyaʾ, dan Subuh.
Fadilahnya: Agar termasuk golongan Ahlus Sunnah wal‑Jamaah.
Sumber: Risalah Doa dan Sholawat, KH. Achmad Chalwani.

Comment
I don’t think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article.