Malam ini, alam menghembuskan udara dinginnya, seolah angin bercerita betapa riuhnya sang alam raya.
Dedaunan saling bergesekan, menciptakan melodi tak beraturan.
Langit pun enggan mengalah.
Ia menyuguhkan tebaran bintang yang amat memukau, seolah secarik percakapan sedang tercipta.
Berjuta kerinduan tersimpan dalam senyum sang rembulan.
Aku hanyalah gadis kecil yang tertatih-tatih, mencoba bertahan di tengah arus kejamnya dunia.
Ratusan kilometer jarak terbentang, menjelajah pulau yang bukan asalnya.
Tatanan aksara berkecamuk hebat di kepala, “Rindu,” katanya.
Ingin rasanya membungkam segala angan.
Luapan rindu tak henti-hentinya menghujam.
Harapan demi harapan melayang terbawa awan.
Andalas, masihkah engkau memberi kesempatan untukku pulang?
Penulis: Mira Fuadia Syofa

Comment