“Sang Lentera Hidupku”
Aku tersungkur diatas kain yang suci
Dikala gelap dinginnya malam telah menyertai
Ku panjatkan sejuta do’a sebagai penghangat mu
Kau pulang ke ujung kornea milikku yang bulat
Mencair sebagai air mataku yang lebat
Mengingat akan tentang dirimu
Kursi goyang yang lusuh, tua kian rapuh
Kau berkelana dengan riuh
Namun massa telah renggut mautmu
Akupun kian lesuh dan tak rekuh
Seketika semestaku gelap dan suram bagai gelap malam
Ibu…
Jika kau disisiku
Segala gemuruh riuh di kepala
Menjelma menjadi gemuruh bahagia
Disaat yang lain mencerca dan menghina
Kau datang membela dengan cinta
Ibu…
Begitu deras kasihmu untukku
Hingga mengalir keseluruh darah nadiku
Dari Hulu hingga hilirku
Suaramu adalah melodi kesukaanku
Bersenandung dalam sukmaku
Kian tawamu adalah pelipur laraku yang selalu menggiur renyahkan tawaku
Ibu…
Karena kasihmu aku tumbuh
Dengan do’a-do’amu jiwaku teguh dan rekuh
Karena belaianmu aku lupa akan rapuh
Kaulah tempatku berlabuh
Dan kaulah tempatku mengadu
Sebagai tempatku bertumpu
Dan denganmu aku kian tumbuh
Surga dunia adalah dekapanmu
Jika dunia penuh derita
Langkahku akan pulang ke dekapanmu
Dan dekapanmu adalah rumah ternyamanku
Terimakasih ibu
kau lah lentera hidupku
Penulis : Tsania Alifaturrohmah
Editor : Tim Jurnalistik An-Nawawi
#selamathariibu#hariibu2024


Comments
Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?
Thanks for sharing. I read many of your blog posts, cool, your blog is very good. https://accounts.binance.info/ar-BH/register-person?ref=S5H7X3LP
Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.
Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.