Home / Ekonomi / Bertajuk “Urban Ethnic Vest,” Desainer Irun Maulana ikut serta Semarakkan Halal Festival Fashion Show
Berita Ekonomi

Bertajuk “Urban Ethnic Vest,” Desainer Irun Maulana ikut serta Semarakkan Halal Festival Fashion Show

 

Fashion adalah ekspresi manusia yang diungkapkan dalam bentuk pakaian. Namun, bukan hanya itu, fashion juga merupakan rangkuman gaya hidup seseorang dan mengandung nilai estetika. Itulah sebabnya, fashion yang ditampilkan seseorang akan memunculkan berbagai penafsiran. Oleh karena itu, penting kiranya bagi umat Islam untuk ikut serta dalam konteks fashion, tentunya agar nilai-nilai Islam juga dapat tersalurkan dalam bentuk estetika pakaian. Hal ini telah disadari oleh banyak umat Islam, sehingga muncullah banyak desainer bertajuk Islami. Terselenggaranya Halal Festival Fashion Show juga merupakan langkah besar dalam ekspresi desain Islami.


Dalam acara yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi yang juga bekerja sama dengan IFC Yogyakarta, terdapat 9 desainer yang menampilkan karya-karyanya. Setiap desainer akan menampilkan fashion show dengan tajuk Ragam Wastra. Ragam Wastra adalah kain tradisional yang dibuat dengan alat tradisional dan teknik manual. Salah satu desainer yang ikut menyemarakkan acara ini adalah desainer yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi. Desainer tersebut bernama Irun Maulana, pemilik brand Li Scarf. Beliau adalah desainer yang mendapat apresiasi dari para pecinta fashion di Yogyakarta.

Ribuan Jamaah dan Sang Cicit Hadiri Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani


Ragam Wastra yang menjadi tajuk desain Irun Maulana adalah “Urban Ethnic”. Dengan bernuansa nude atau earth tone, Irun Maulana menampilkan 5 outfit Li Scarf. Dibuat dengan motif batik, salah satu kerajinan warisan budaya Jawa yang dikemas dengan kesan kasual dan lebih inovatif. Seluruh desain ini dihadirkan dalam bentuk dress maupun one-set dengan dikombinasikan motif batik. Dengan desain yang terkesan simpel, dress dan one-set yang ditampilkan Irun Maulana terlihat elegan dan modern. Desain-desain ini juga menunjukkan kolaborasi antara norma Islam yang terwujud dalam estetika pakaian.


Penulis: Qotrhun Nada Firdausy, santri Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo

M3AN An-Nawawi Gelar Seminar Ke-Rois-an dan Simulasi Bahtsul Masail

Comments

  1. Your article helped me a lot, is there any more related content? Thanks!

  2. Registrera says:

    Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *