Home / Berita / M3AN An-Nawawi Gelar Seminar Ke-Rois-an dan Simulasi Bahtsul Masail
Bahtsul Masa'il Berita

M3AN An-Nawawi Gelar Seminar Ke-Rois-an dan Simulasi Bahtsul Masail

Purworejo, 17 September 2026 — Pondok Pesantren An-Nawawi melalui Majelis Musyawarah Madrasah An-Nawawi (M3AN) menggelar Seminar Ke-Rois-an sekaligus Simulasi Bahtsul Masail pada Kamis, 17 September 2026. Forum ini mempertemukan para santri dalam satu rangkaian pembelajaran yang memadukan pemaparan materi dengan praktik musyawarah.

Seminar menghadirkan Kiai Muntaha dari Pagergunung, Banjarharjo, Salaman, Magelang. Ia merupakan Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LBM PWNU) Jawa Tengah sekaligus Redaktur Keislaman NU Online.

Bapak Kiai Ahmad Muntaha Al-Bari Musta’in

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Al-Fatihah yang kemudian disusul dengan tahlil. Selanjutnya, memasuki sesi sambutan Ketua M3AN, Said Agil Al Munawar.

Dalam sambutannya, Said Agil menjelaskan bahwa penyelenggaraan seminar tersebut tidak lepas dari tradisi pesantren yang selama ini menjadikan Bahtsul Masail sebagai salah satu wadah pengembangan kemampuan keilmuan. Menurutnya, kuatnya tradisi tersebut perlu dibarengi dengan pemahaman terhadap tata cara musyawarah yang sistematis agar proses pembahasan persoalan dapat berjalan dengan baik.

Pondok pesantren memiliki tradisi yang kuat akan Bahtsul Masail. Karena itu, perlu adanya bimbingan mengenai mekanisme Bahtsul Masail yang baik dan tertata, ungkapnya.

Memasuki sesi utama, Kiai Muntaha menyampaikan materi mengenai Ke-Rois-an dalam forum musyawarah Bahtsul Masail. Sebelum menguraikan materi, ia terlebih dahulu menyampaikan harapannya terhadap para santri An-Nawawi agar kelak mampu mengambil peran dalam perkembangan tradisi Bahtsul Masail.

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

Saya berharap para santri An-Nawawi dapat menjadi singa-singa Bahtsul Masail di masa depan, tuturnya.

Pemaparan materi berfokus pada mekanisme dan peran rois dalam mengelola jalannya musyawarah. Peserta diperkenalkan pada sejumlah aspek yang diperlukan agar forum dapat berlangsung secara terarah, mulai dari pengendalian alur pembahasan hingga menjaga agar proses musyawarah tetap berada pada pokok persoalan yang sedang dikaji.

Ribuan Jamaah dan Sang Cicit Hadiri Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani

Pemaparan Materi Seminar Ke-Rois-an

Usai pemaparan, forum beralih ke sesi tanya jawab. Para santri memperoleh kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan menyampaikan berbagai hal yang berkaitan dengan praktik Bahtsul Masail. Interaksi dua arah tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran sebelum peserta memasuki sesi simulasi.

Pada sesi berikutnya, peserta mengikuti Simulasi Bahtsul Masail dengan membahas sejumlah persoalan fiqhiyah yang sebelumnya telah disiapkan oleh M3AN. Simulasi ini dirancang untuk mempraktikkan secara langsung mekanisme musyawarah yang telah dipaparkan dalam sesi seminar.

Partisipasi Peserta Seminar Ke-Rois-an

Ketua M3AN, Said Agil Al Munawar, menyebutkan bahwa partisipasi santri dalam pelaksanaan tahun ini menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, khususnya ketika memasuki sesi tanya jawab dan simulasi.

Partisipasi santri pada saat sesi tanya jawab dan simulasi lebih antusias daripada tahun-tahun sebelumnya, ujarnya.

Setelah seluruh rangkaian materi dan simulasi rampung, panitia menyerahkan sertifikat kepada Kiai Muntaha sebagai pemateri. Prosesi tersebut kemudian diikuti dengan doa penutup yang dipimpin langsung oleh Kiai Muntaha.

Doa Penjinak Gunung: Warisan Syaikh Subakir untuk Nusantara

Selepas forum resmi berakhir, peserta bersama pemateri dan para pengurus Pondok Pesantren An-Nawawi yang tergabung dalam tim LBM melakukan sesi foto bersama. Kebersamaan kemudian ditutup dengan makan bersama antara peserta, pemateri, dan pengurus.

Seminar Ke-Rois-an dan Simulasi Bahtsul Masail tersebut menjadi salah satu agenda M3AN dalam memperkuat pemahaman santri terhadap tata kelola musyawarah sekaligus memberikan pengalaman praktik dalam membahas persoalan fiqhiyah melalui forum Bahtsul Masail.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *