Home / Kajian Masyayikh / Halal Bihalal dan Sewelasan: Fadilah Mengamalkan 4 Sifat Terpuji
Artikel Kajian Masyayikh

Halal Bihalal dan Sewelasan: Fadilah Mengamalkan 4 Sifat Terpuji

Purworejo, annawawiberjan.id – (13/4/2025) Thoriqoh Qodiriyyah wan Naqsabandiyah Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo melaksanakan pengajian rutinan Thoriqoh hari Ahad sekaligus halal bihalal dan sewelasan di halaman Masjid Shiddieq Zarkasyi.

Dalam kesempatan halal bihalal dan sewelasan, Kiai Sugeng Nur Sodiq ditunjuk untuk mewakili ihkwan Thoriqoh menyampaikan Ikrar Halal Bihalal. Beliau menyampaikan sambutan yang penuh rasa syukur dan hormat kepada Mursidul Kamil KH. Achmad Chalwani.

Pertama-tama, Kiai Sugeng Nur Sodiq menyampaikan rasa syukur karena bisa mewakili Ikhwan Thoriqoh untuk menyampaikan halal bihalal kepada Mursidul Kamil, KH. Achmad Chalwani. Beliau juga menyampaikan rasa hormat kepada KH. Achmad Chalwani sebagai guru spiritual yang telah memberikan banyak nasehat dan pitutur melalui pengajian-pengajian yang diselenggarakan, seperti pengajian selapanan, kuwajikan, pengajian Ahad, dan pengajian-pengajian lainnya.

Selanjutnya, Kiai Sugeng Nur Sodiq menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada KH. Achmad Chalwani atas kesalahan dan kehilafan yang telah dilakukan oleh Ikhwan Thoriqoh. “Kita sebagai Ikhwan Thoriqoh telah banyak diberikan nasehat dan pitutur, namun semua ini tidak bisa kita balas dengan apa-apa, maka di bulan Syawal ini kami segenap Ikhwan Thoriqoh baik yang hadir maupun tidak, zahir dan batin menyampaikan “selamat hari raya Idul Fitri, banyak kesalahan dan kehilafan kami memohon maaf yang sebesar-besarnya,” ungkapnya.

Kiai Sugeng Nur Sodiq juga menyampaikan harapan dan doa agar Ikhwan Thoriqoh dapat diberikan Istiqomah dalam mengikuti pengajian-pengajian Thoriqoh dan diterima menjadi santri KH. Achmad Chalwani baik di dunia maupun di akhirat. Beliau juga mendoakan agar KH. Achmad Chalwani diberikan kesehatan dan panjang umur agar dapat terus membimbing mereka. “Semoga guru kami berkehendak memberikan maaf, kami husnudzon guru kami kersa (berkenan) memberikan maaf karena beliau sering mengatakan, ‘hurung sowan we wis tak ngapuro’,” tambahnya.

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

Dalam penutup sambutannya,Kiai Sugeng Nur Sodiq mengucapkan terima kasih kepada KH. Achmad Chalwani dan berharap agar hubungan spiritual antara Ikhwan Thoriqoh dan KH. Achmad Chalwani dapat terus terjalin dengan baik. “Semoga Romo KH. Achmad Chalwani juga diberikan kesehatan dan panjang umur agar bisa terus membimbing kami. Semoga Allah Swt memberikan keberkahan dan rahmat kepada kita semua. Amin.

Dalam kesempatan Mau’idhotul Khasanah, KH. Achmad Chalwani menyampaikan beberapa hal penting kepada jamaahnya. Pertama-tama, beliau menyampaikan terima kasih kepada Kiai Sugeng Nur Sodiq yang telah mewakili Ikhwan Thoriqoh untuk menyampaikan ikrar halal bihalal. Beliau juga memohon maaf lahir batin kepada jamaah atas segala kesalahan dan kehilafan yang telah dilakukan. “Kami dan keluarga menerima ikrar halal bihalal yang sudah diwakilkan oleh Kiai Sugeng Nur Sodiq, dari kami segala kesalahan dan kehilafan mohon maaf lahir batin kepada jamaah semuanya,” ungkapnya.

Selanjutnya, KH. Achmad Chalwani menyampaikan hadits yang diriwayatkan oleh ath Thabarani, yang menyatakan bahwa barang siapa yang diberi lalu bersyukur, diuji lalu bersabar, menzalimi lalu meminta maaf, dan dizalimi lalu memaafkan, maka mereka adalah orang-orang yang memperoleh keamanan dari siksa kubur dan akhirat serta mendapatkan petunjuk.

مَنْ أُعْطِيَ فَشَكَرَ، وَابْتُلِيَ فَصَبَرَ، وَظَلَمَ فَاسْتَغْفَرَ، وَظُلِمَ فَغَفَرَ، ثُمَّ سَكَتَ، فَقَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَا لَهُ؟ قَالَ: أُولئِكَ لَهُمُ

(رَوَاهُ الطَّبَرَانِيُّ) الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُوْنَ

Barang siapa yang diberi lalu bersyukur, diuji lalu bersabar, menzalimi lalu meminta maaf dan dizalimi lalu memaafkan,” kemudian Nabi terdiam. Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, ada apa dengannya (apa yang ia peroleh)?, Nabi menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang memperoleh keamanan (dari siksa kubur dan akhirat) dan mendapatkan petunjuk” (HR ath-Thabarani).

Beliau menjelaskan bahwa hadits ini mengajarkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah, bersabar dalam menghadapi cobaan, meminta maaf jika kita melakukan kesalahan, dan memaafkan jika kita dizalimi. Dengan demikian, kita dapat memperoleh keamanan dan petunjuk dari Allah.

Ziarah Kubur: Sunnah yang Pernah Dilarang, Kemudian Dianjurkan

KH. Achmad Chalwani juga menekankan pentingnya menjaga diri dan keluarga agar dijaga oleh Allah. Beliau menyebutkan bahwa ketika ingin dijaga oleh Allah, dijaga badannya, dijaga rumahnya, dijaga anak cucunya, dijaga hartanya, dan ingin diberikan petunjuk oleh Allah, maka kita harus memiliki lima sifat tersebut yaitu diberi lalu bersyukur, diuji lalu bersabar, menzalimi lalu meminta maaf dan dizalimi lalu memaafkan.

Beliau juga mengingatkan bahwa bersyukur itu salah satu caranya adalah menggunakan kenikmatan untuk beribadah, ibadah itu dibagi menjadi dua yaitu Muqoyyadah dan Mutlaqoh, ibadah Muqoyyadah itu ketika dilakukan harus menggunakan syarat-syarat tertentu seperti ibadah sholat, zakat, puasa, haji, dan lain sebagainya yang mana membutuhkan rukun dan syarat dalam melaksanakanya seperti menghadap qiblat, suci dari najis dan sebagainya. Apabila syaratnya tidak terpenuhi, maka tidak sah.

Ketika Ulama Mulai Ditinggalkan, 3 Petaka Ini Diam-Diam Mengintai Umat

Sedangkan ibadah Mutlaqoh tidak membutuhkan syarat untuk melaksanakanya seperti pengajian tidak harus menghadap qiblat dan boleh dengan duduk. Termasuk juga bekerja itu juga sebagaian dari ibadah seperti yang difirmankan oleh Allah Swt yaitu:

حَرِّكْ يَدَكَ اُنْزِلْ عَلَيْكَ الرِّزْقَ

Gerakkanlah tanganmu (bekerjalah), maka rezekimu akan turun kepadamu.

Jadi ibadah Mutlaqoh itu tidak memakai syarat seperti halnya membaca sholawat dan diiringi dengan musik hadroh.

Dalam penutup Mau’idhotul Khasanah, KH. Achmad Chalwani mengajak jama’ahnya untuk selalu bersyukur, bersabar, dan memaafkan, agar mendapatkan keamanan dan petunjuk dari Allah. Semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dari hadits tersebut dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Amin.

Editor : Tim Jurnalistik An-Nawawi

Comment

  1. Your article helped me a lot, is there any more related content? Thanks! https://www.binance.com/register?ref=IHJUI7TF

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *