Home / Artikel / Clorot dan Dawet Hitam, Kuliner Khas Purworejo
Artikel

Clorot dan Dawet Hitam, Kuliner Khas Purworejo

Pelantikan Jam’iyah Ahli Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) 2025-2030 dan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Pertama yang akan diselenggarakan di kabupaten Purworejo tepatnya di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan pada Senin-Selasa (8-7/7/2025) mendatang.

Rasanya tidak lengkap jika berkunjung ke tempat kelahiran jendral Ahmad Yani ini tanpa mencoba melakukan wisata kuliner khas Purworejo.

Purworejo sendiri memiliki tempat wisata kuliner yang acapkali banyak dikunjungi oleh para pendatang atau bahkan ada yang hanya sekedar ingin datang untuk menikmati kuliner tersebut.

Mengutip dari radarpurworejo.jawapos.com artikel yang berjudul 10 Makanan Khas Purworejo Ini Jangan Dilewatkan, Cocok Juga Jadi Oleh-oleh yang ditulis oleh Meitika Candra Lantiva. Berikut 10 rekomendasi kuliner dan oleh-oleh khas purworejo:

Kupat Tahu

Orang Jawa umumnya mungkin tidak asing dengan nama makanan ini. Lauk tahu goreng, tauge, dan kubis biasanya dicampur dengan kuah manis kacang dalam kupat tahu. Kecap manis dan kacang tanah sangrai digunakan untuk membuat bumbu kacang manis ini. Makanan sederhana ini memiliki rasa yang lezat. Makanan khas Purworejo ini dapat ditemukan di mana-mana di seluruh kota Purworejo. Harganya hanya Rp 10.000 dan sangat terjangkau.

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

Sego Penek Ngandul

Sego Penek Ngandul merupakan makanan sangat berat. Anda harus membersihkan perut Anda terlebih dahulu sebelum dapat mencicipi makanan ini. Nasi, sayur lodeh nangka, dan daging jeroan ayam adalah bagian dari makanan khas ini.

Ini bisa menjadi menu makanan siang yang enak dengan rasa gurih. Harga tidak perlu ditanyakan lagi; harganya mulai dari Rp 5.000.

Sego Koyor

Makanan ini menjadi salah satu makanan dengan terunik dengan nama Sego Koyor. Koyor sendiri berasal dari Urat Sapi. Urat sapi ini berbeda dengan jeroan, lemak maupun gajih.

Di dalam penyajiannya, daun pisang masih digunakan dan dihidangkan saat panas. Sebagai pelengkapnya, mereka menambahkan tempe gimbal, atau tempe goreng tepung, ke sego koyor. Makanan unik ini hanya ada di malam hari. Saat tengah malam, mereka mulai menjual barang mereka. Harganya mulai dari Rp.8.000 per porsi dan akan dijual setelah pukul 23.00.

Sate Winong

Desa Winong merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo, desa ini terkenal dengan sate kambingnya. Sate ini berbeda karena kecapnya menggunakan kecap buatan sendiri. Contohnya adalah kecap Ngaspuri yang dibuat dengan bawang putih, lengkuas, dan daun serai.

Ziarah Kubur: Sunnah yang Pernah Dilarang, Kemudian Dianjurkan

Irisan daun jeruk juga ditambahkan dan ditaburkan ke atas sate kambing saat disajikan. Satu porsi sate winong ini hanya berharga dua puluh ribu rupiah.

Jenang Krasikan

Selain makanan berat, Purworejo juga memiliki beberapa makanan ringan lokal. Salah satu kuliner tradisonal ini adalah Jenang Krasikan, yang masih dipuja oleh wisatawan.

Karena terbuat dari beras ketan dan gula jawa, jenang ini memiliki cita rasa manis. Selain itu, teksturnya yang berbeda, kasar tetapi lembut, membuat makan terasa unik. Kuliner ini biasanya bagus untuk oleh-oleh. Harga makanan ini berkisar antara dua puluh ribu hingga empat puluh ribu rupiah, tergantung pada seberapa besar atau kecil jenangnya.

Lanting

Para pecinta oleh-oleh khas kota Purworejo sudah tidak asing lagi dengan makanan khas yang satu ini. Makanan ringan ini sekarang tersedia di berbagai kota dan telah menjadi favorit utama dari oleh-oleh khas Purworejo.

Pada awalnya, cemilan singkong ini hanya berbentuk bulat. Namun, kian lama berubah bentuk. Berbagai orang menyukai kerupuk ini karena rasanya yang gurih dan enak. Ada berbagai rasa, termasuk bawang, asin, keju, dan pedas.

Ketika Ulama Mulai Ditinggalkan, 3 Petaka Ini Diam-Diam Mengintai Umat

Kue Satu

Kue kroya adalah nama lain untuk kue satu ini. Kue ini biasa dihidangkan pada hari raya seperti Idul Fitri dan terbuat dari tepung kacang hijau yang dicampur dengan gula pasir dan perasa. Makanan kering ini biasanya dibuat sebagai oleh-oleh dari Purworejo. Harganya hanya Rp 10.000 per kantong, dan sangat terjangkau.

Geblek

Masyarakat Purworejo masih mengidolakan geblek. Singkong menjadi bahan baku makanan ini, yang memiliki tekstur kenyal. Makanan ini banyak dijual di pasar atau bahkan dijual oleh lima pedangang. Per porsi harganya hanya Rp 5.000. Anda dapat membeli geblek ini matang atau masih mentah.

Kue Clorot

Kue clorot adalah nama jajanan pasar yang sudah ada sejak lama. Kemasan kue clorot, yang terbuat dari tepung beras, santan, dan gula jawa, unik karena dikemas dengan bentuk terompet dan menggunakan daun kelapa yang dililit.

Selain bentuknya yang unik, cara makan kue ini juga memiliki caranya tersendiri, bukan dengan mengupas lilitan daun kelapanya. Akan tetapi dengan kita mendorongnya keatas dari pangkal dengan menggunakan jari sampai kue nya keluar, dari cara keluarnya kue tersebut muncul sensi clorot mungkin karena hal itu kue ini dinamakan clorot.

Dawet Ireng

Berbeda dengan dawet ayu pada umumnya yang berwarna hijau, dawet khas purworejo ini berwarna hitam. Warna hitam sendiri berasal dari abu bakar jerami atau biasa disebut batang padi yang kering, kemudian diambil abunya lalu diberikan udara dan disaring. Hal itulah yang menjadi perwarna untuk dawet hitam.

Dawet ireng bisa ditemukan diberbagai ruas jalan di kabupaten Purworejo baik dari arah magelang, kebumen, dan yogyakarta. Harganya juga terjangkau, kisaran 3000-5000 rupiah untuk satu porsinya.

Itulah beberapa rekomendasi makanan purworejo yang bisa dicoba selama berkunjung ke Purworejo.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *