Home / Doa & Amalan / Melunasi Hutang dengan Ikhtiar dan Do’a‎‎
Doa & Amalan

Melunasi Hutang dengan Ikhtiar dan Do’a‎‎

Hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Ada masa ketika seseorang harus berjuang menghadapi himpitan ekonomi, kebutuhan yang datang bertubi-tubi, hingga akhirnya terpaksa berhutang demi menyambung kehidupan. Hutang memang bukan aib, tetapi menjadi tanggung jawab yang harus segera diselesaikan. Dalam Islam, hutang bahkan termasuk perkara yang sangat diperhatikan, sebab ia berkaitan dengan hak sesama manusia.‎‎

Tidak sedikit orang yang siang malam memikirkan bagaimana cara melunasi hutangnya. Sehingga hati menjadi gelisah, tidur terasa tidak tenang, dan pikiran dipenuhi rasa takut jika belum mampu menunaikannya. Di saat seperti itulah, seorang hamba perlu kembali mendekat kepada Allah Swt. Sebab sebesar apa pun kesulitan, Allah adalah sebaik-baik tempat meminta pertolongan.‎‎

Begitupun ketika terlilit hutang, sudah sepantasnya orang tersebut berusaha dengan keras untuk melunasi hutang-hutangnya. Baik secara zhahir melalui pekerjaannya, maupun secara batin dengan lantaran do’a yang dipanjatkan kepada-Nya. Salah satu ijazah oleh KH. Achmad Chalwani adalah do’a berikut ini:

‎يَا كَبِيْرُ اَنْتَ الَّذِى لَايَهْتَدِي الْوَاصِفُوْنَ لِوَصْفِ عَظَمَتِهِ

Yā Kabīru anta allażī lā yahtadī al-wāṣifūna liwaṣfi ‘aẓamatih.

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

“Wahai Dzat Yang Maha Agung, Engkau adalah Tuhan yang para penyifatan manusia tidak akan mampu mencapai hakikat keagungan-Mu.”‎‎

Do’a tersebut merupakan amalan yang bisa dilakukan agar hutang yang dimiliki seseorang dapat segera dibayarkan atau dilunasi. Do’a tersebut dapat diamalkan setiap bakda shalat Isya’ sebanyak 21 kali.

Dengan ikhtiar do’a tersebut, semoga Allah Swt. senantiasa melapangkan rezeki kita, memudahkan segala urusan kita, dan membantu setiap langkah dalam melunasi hutang dengan cara yang halal dan penuh keberkahan. Amin.

‎‎Hutang juga termasuk dalam ujian kehidupan yang dapat dialami siapa saja. Maka dari itu, tidak perlu merasa hina hanya karena sedang berada dalam kesulitan ekonomi. Yang terpenting adalah tetap memiliki niat baik, terus berusaha, dan tidak berhenti berdo’a kepada Allah Swt.‎‎

Sumber Referensi: ‎Buku Risalah Do’a dan Shalawat oleh KH. Achmad Chalwani.

Ribuan Jamaah dan Sang Cicit Hadiri Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani

Comment

  1. Suki Juningsih says:

    Terima kasih artikelnya, sangat bermanfaat. Izin saya sampaikan di majelis Taklim. Semoga berkah dan manfaat untuk masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *