PODOSOKO – Di balik suasana asri Dusun Soko, Desa Podosoko, deru suara belahan bambu dan ketelitian jemari pengrajin telah lama menjadi bagian dari denyut nadi perekonomian warga. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kerajinan menganyam keranjang bambu di dusun ini bukan sekadar mata pencaharian, melainkan warisan kearifan lokal yang telah bertahan lintas generasi.
Melihat potensi dan nilai sejarah yang tinggi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 14 Desa Podosoko tergerak untuk terjun langsung menimba ilmu. Pada Rabu, 19 Juli 2026, para mahasiswa berkesempatan mengikuti sesi edukasi dan praktik menganyam keranjang bambu bersama para pengrajin lokal.
Proses Kreatif di Balik Keranjang Bambu
Proses pembuatan keranjang bambu ternyata membutuhkan ketelatenan ekstra. Didampingi pengrajin senior Dusun Soko, mahasiswa diajarkan setiap tahapannya secara runut:
- Penyiratan Bambu (Pengolahan Bahan): Mahasiswa belajar meraut dan membelah bambu menjadi lembaran-lembaran tipis yang halus namun tetap lentur.
- Teknik Menganyam: Mengabungkan dan menyusun bilah bambu dengan pola silang yang presisi agar menghasilkan keranjang yang simetris dan kokoh.
- Proses Finishing: Merapikan ikatan pada bibir keranjang untuk memastikan daya tahan produk saat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari maupun komoditas jual.
Apresiasi dan Harapan Mahasiswa
Keterlibatan langsung ini memberikan kesan mendalam bagi tim KKN Kelompok 14. Salah satu perwakilan mahasiswa menyampaikan kekagumannya atas ketahanan UMKM lokal ini.
Menganyam keranjang di Dusun Soko ini bukan sekadar kerajinan tangan biasa, melainkan UMKM bernilai sejarah dan ekonomi yang luar biasa bagi warga. Kami belajar banyak tentang ketelitian, kesabaran, dan dedikasi para pengrajin. Pengalaman ini sangat berharga, dan kami berharap kerajinan bambu khas Dusun Soko dapat terus eksis serta jangkauan pasarnya semakin luas, ungkap Sdra. Novriyandi Saputra selaku ketua kelompok 14 KKN IAI An-Nawawi Purworejo.
Editor: Indah Dwi Cahyani
Penulis: Tim KKN Kel.14
Novriyandi Saputra, Evi Mustika, Fathul Hidayati, Nurul Azizah, Amani dliya Akifah, Salisa Nesya Alenia, Febriana Musarofah, Viki Nur Faiza, Lias Kurniawan, Sarah Nasihah, Nur Ihya Khoironi

Comment