Home / Artikel / Stalker Handal tapi Lupa Bahagia: Terjebak FOMO dan Solusi Merasa Cukup
Artikel

Stalker Handal tapi Lupa Bahagia: Terjebak FOMO dan Solusi Merasa Cukup

Anak muda zaman sekarang bisa dikatakan lebih update dengan informasi apapun (memilki rasa keingintahuan yang tinggi) atau di zaman sekarang dapat disebut dengan stalker handal. Namun dari sikap tersebut muncullah sikap membandingkan diri sendiri dengan apa yang dilihatnya bahkan saat ini untuk menjadi anak muda yang berjiwa Ridho dan merasa cukup bisa dihitung, alias tidak banyak.

FOMO (Fear of Missing Out), atau rasa cemas atau takut tertinggal tren sudah dapat kita rasakan dan kita lihat. Bahkan Pada tahun 2012, penelitian telah dilakukan untuk mengkaji istilah FOMO ini, dan hasil penelitian tersebut menjelaskan bahwa FOMO dapat menimbulkan perasaan gelisah atau takut tertinggal jika seseorang tidak mengalami atau merasakan hal yang lebih baik, sama, atau lebih menyenangkan dibandingkan dengan apa yang mereka miliki saat ini. Biasanya, perasaan FOMO ini muncul ketika seseorang melewatkan tren yang sedang terjadi dalam kehidupan sosial mereka. Bahkan, Australian Psychological Society (APS), sebuah organisasi profesional psikologi di Australia, melaporkan bahwa remaja rata-rata dapat merasakan perasaan FOMO selama 2,7 jam setiap hari.

Hal inilah yang menjadikan kita selalu merasa kurang dan tidak ridho atas apa yang kita dapat. Padahal agama kita sudah mengajarkan apa itu Qan’ah. Namun, diri kita yang menolak itu dan lebih memilih untuk join trend.

Perlu kita tahu, kalau kita menerima semua yang kita dapat, segala hal yang telah menjadi titik takdir kita, serta selalu berusaha ridho dan merasa cukup, hidup kita akan lebih merasa aman, tenang, tentram bahkan tidak hanya untuk diri sendiri bahkan akan memberikan ketentraman.

Perihal diatas disampaikan dalam kitab beliau Syaikh Shihabuddin an-Nuwairi dalam kitabnya, Nihayat al-Arab fi Funun al-Adab:

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

وَقَالَ الرَّاضِيْ: القَانِعُ يَعِيْشُ آمِنًا مُطْمَئِنًّا مُسْتَرِيْحًا مُرِيْحًا، وَالشَّرِهُ لَا يَعِيْشُ إِلَّا تَعَبًا نَصَبًا فِيْ خَوْفٍ وَأَذًى

“Ar-Radli berkata: Orang yang qana’ah (merasa cukup) akan hidup dalam keadaan aman, tenang, tenteram, dan memberi ketenteraman (bagi orang lain). Sedangkan orang yang serakah (ash-syarih) tidak akan hidup melainkan dalam kelelahan, kepayahan, rasa takut, dan penderitaan.” (kitab Nihayat al-Arab fi Funun al-Adab, juz 3 hal. 247,Maktabah Syamilah)

Dengan kita merasa cukup, secara otomatis kita dapat mengimpun hal-hal positif yang akan berpengaruh terhadap hidup kita bahkan dalam penjagaan marwah kita, baik dari segi penjagaan diri, ataupun kemampuan untuk menahan diri terhadap sikap mencari harta yang berlebihan. Ditegaskan pula pada kitab yang sama:

وَقَالَ عَلِىٌّ بنُ مُوْسَى: القَنَاعَةُ تَجْمَعُ إِلَى صِيَانَةِ النَّفْسِ، وَعِزِّ القُدْرَةِ طَرَحَ مَؤُوْنَةَ الإِسْتِكْثَارِ وَالتَّعَبُّدَ لِأَهْلِ الدُّنْيَا، وَلَا مَلَكَ طَرِيْقَ القَنَاعَةِ إِلَّا رَجُلَانِ، إِمَّا مُتَقَلِّلٌ يُرِيْدُ أَجْرَ الآخِرَةِ، أَوْ كَرِيْمٌ يَتَنَزَّهُ عَنْ آثَامِ الدُّنْيَا

“Qana’ah (sikap merasa cukup) itu menghimpun penjagaan diri (al-shiyanah), serta kemuliaan atas kemampuan untuk membuang beban mencari harta secara berlebihan dan ketundukan kepada ahli dunia. Dan tidak ada yang dapat menguasai jalan qana’ah melainkan dua jenis orang: seseorang yang hidup bersederhana karena menginginkan pahala akhirat, atau seorang yang dermawan/mulia yang menjaga dirinya dari dosa-dosa dunia.” (kitab Nihayat al-Arab fi Funun al-Adab, juz 3 hal. 247,Maktabah Syamilah)

Ribuan Jamaah dan Sang Cicit Hadiri Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani

Kesimpulannya, kita selaku generasi muda, harus bijak dalam merespon trend yang kita terima terkhusus dari media sosial yang pastinya akan lebih cepat menyebar. Kemudian, kita harus menjadi anak muda yang berjiwa Ridho dan selalu mencoba untuk Qana’ah serta menghindari arus lingkungan flexing dan yang sebagainya.

Sumber:

  1. ج3 – ص247 – كتاب نهاية الأرب في فنون الأدب – ذكر ما قيل في القناعة والنزاهة – المكتبة الشاملة
  2. https://binus.ac.id/malang/communication/2023/06/08/fear-of-missing-out-fomo-di-kalangan-remaja/

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *