Wafat dalam usia muda
Kartini wafat pada tanggal 17 September 1904 dan usianya pada saat itu masih sangat muda, yaitu 25 tahun. Dia meninggal dunia empat hari setelah melahirkan putra pertamanya yang bernama Soesalit Djojoadhiningrat pada tanggal 13 September 1904.
Suka memasak
Dulunya, Kartini selalu memasak. Ini dijadikannya sebagai alat negosiasi untuk kepentingan hubungan antara negara, yang pada masa itu yaitu Belanda. Dengan memasak, Kartini menunjukkan peradaban Jawa di mata Belanda. Dia menciptakan banyak sekali resep masakan, dua di antaranya yaitu sup pangsit Jepara dan ayam besengek.
Resep yang ditulisnya dalam aksara Jawa dengan takaran bahan masakan menggunakan alat ukur seperti kati, elo, dan cangkir. Itu adalah alat ukur yang digunakan pada abad ke-20. Buku resep dalam aksara Jawa tadi diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia serta sudah diganti takarannya dengan menggunakan takaran modern dan ditulis kembali oleh cicit dari Kartini, yaitu Suryatini N. Ganie. Suryatini memberi judul buku resep tersebut ‘Kisah dan Kumpulan Resep Putri Jepara Rahasia Kuliner R.A. Kartini, R.A. Kardinah, dan R.A. Roekmini’. Buku itu berisi 200 resep masakan dari keluarga Kartini yang telah disesuaikan dengan kondisi sekarang.
Mengenalkan Islam sebagai agama cinta damai
Kartini selalu berusaha menunjukkan wajah yang baik dari ajaran Islam kepada dunia. Dulu dia pernah mengirimkan surat dan foto Paus dengan bingkai ukiran kayu dari Jepara kepada temannya yang bernama Mr. J.H. Abendanon di Belanda. Kartini ingin menyampaikan maksud bahwa ia seorang Muslim dan ia menghargai perbedaan agama lain. Kartini selalu berusaha memberikan wajah yang baik tentang Islam kepada dunia.
Bengkel ukir kayu
Selain membangun sekolah untuk perempuan sebagai bentuk perjuangannya akan emansipasi wanita, Kartini juga memperkenalkan ukiran Jepara sampai ke Eropa. Karena tindakannya ini, pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1929 mendirikan Openbare Ambachtsschool atau Sekolah Ukir Jepara sebagai penghargaan kepada Kartini.
Ide-ide cemerlang dalam surat‑surat Kartini
Di usianya ke-20 tahun, Kartini sudah berani menulis surat kepada pemerintahan Hindia Belanda. Surat pertamanya pada saat itu berisi pengajuan beasiswa untuk bisa bersekolah di Belanda. Surat pengajuan tersebut akhirnya disetujui, setelah itu Kartini juga mengajukan surat agar mendapatkan beasiswa bersekolah di Batavia. Namun, karena dia telah menikah, beasiswa tersebut diberikannya kepada Pemuda Salim dari Riau. Selain surat pengajuan beasiswa, Kartini juga menulis surat protes kepada pemerintahan Hindia Belanda. Pada saat itu, di mana belum ada Sumpah Pemuda, Kartini mengusulkan agar bahasa Melayu dan bahasa Belanda menjadi bahasa media cetak dan dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan.
Mengaji dengan Kiai Sholeh Darat
R.A. Kartini, yang adalah keponakan bupati Demak, sering mengikuti pengajian keagamaan yang dipimpin oleh Kiai Sholeh Darat di Pendopo Kabupaten Demak. Dalam pengajian tersebut, Kiai Sholeh Darat menafsirkan Surat Al‑Fatihah dalam bahasa Jawa, yang sangat menarik perhatian Kartini. Kartini begitu terkesan dengan tafsir Kiai Sholeh sehingga ia meminta agar Al‑Qur’an diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa.
Kiai Sholeh Darat dikenal sebagai ulama yang piawai dalam menerjemahkan Al‑Qur’an ke dalam bahasa Jawa dengan menggunakan aksara Pegon, yaitu huruf Arab yang diadaptasi untuk menulis bahasa Jawa. Penerjemahan Al‑Qur’an oleh Kiai Sholeh Darat dianggap telah membuka jalan bagi masyarakat Jawa untuk memahami makna Al‑Qur’an dengan lebih mudah. Kartini, yang dikenal cerdas dan berpengetahuan luas, juga disebut sebagai santriwati kesayangan Kiai Sholeh Darat. Kiai Sholeh Darat bahkan memberikan kitab tafsir Al‑Qur’an kepada Kartini sebagai hadiah pernikahan.
Singkatnya, R.A. Kartini sangat menghargai dan mengagumi ajaran Kiai Sholeh Darat, termasuk penerjemahan Al‑Qur’an yang ia lakukan. Kartini juga dikenal sebagai santriwati yang belajar dengan sungguh‑sungguh dari Kiai Sholeh.
Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu, tapi satu‑satunya hal yang dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri. — R.A. Kartini

Comments
Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?
References:
High Roller Casino Bonus ohne Einzahlung https://movdpo.ru/
References:
Candy Casino Bonus bytecheck.com
References:
Casinomilyon Bewertung https://plitkat.ru
References:
Gorilla Casino Einzahlung https://mcpedl.com/
References:
Robocat Casino Test https://livesexcamgirls.chaturbate.com/external_link/?url=https://jobs.khtp.com.my/employer/91100/1go-casino-bonus-2026-50-freispiele-ohne-einzahlung/
References:
Betano Casino Login https://kaiftravels.com/employer/10-casino-bonus-ohne-einzahlung-2026-jetzt-startguthaben-sichern/
References:
Luna Casino Einzahlung https://ecsmc.in