Home / Berita / Peringatan Harlah ke-76 Fatayat NU: Kiprah Perempuan Muda dalam Pemberdayaan Umat dan Bangsa
Berita

Peringatan Harlah ke-76 Fatayat NU: Kiprah Perempuan Muda dalam Pemberdayaan Umat dan Bangsa

Purworejo, annawawiberjan.id (24/04/2026) Fatayat NU merupakan badan otonom yang menjadi wadah bagi perempuan muda di lingkungan Nahdlatul Ulama. Organisasi ini berperan dalam berbagai kegiatan keagamaan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

Pada 24 April 2026, Fatayat NU memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-76. Organisasi ini didirikan pada 24 April 1950 di Surabaya, dan sejak itu terus berkembang sebagai salah satu organisasi perempuan muda di Indonesia.

Peringatan Harlah ke-76 mengusung tema “Perempuan Berdaya, Bangsa Berjaya” serta menekankan aspek “Berdaya, Berdampak, dan Mendunia”. Kegiatan peringatan difokuskan pada penguatan peran perempuan, pengembangan organisasi, serta pelestarian nilai seni dan tradisi, yang dalam praktiknya sering dirangkaikan dengan kegiatan halal bihalal.

Puji Astuti selaku wakil sekretaris PC dan ketua PAC Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, menyampaikan pandangannya terkait arah gerak organisasi di tingkat daerah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun kualitas perempuan muda. Ia menyatakan,

Kami akan siap bersinergi dengan berbagai lintas sektoral dalam rangka mencetak perempuan-perempuan hebat dan inspiratif di Purworejo.

Asrama Khotib Sambas Semarakkan Penghujung Semester dengan ASKHOS STARS

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan harapan terhadap peran strategis organisasi dalam momentum Harlah ke-76. Menurutnya, penguatan peran perempuan muda perlu terus dilakukan melalui berbagai bidang pengabdian. Ia menyampaikan,

Pada momen Harlah ke-76 ini, semoga Fatayat NU senantiasa istiqamah menguatkan peran perempuan muda Nahdliyin dalam dakwah, pemberdayaan, dan pengabdian, serta terus menghadirkan kontribusi nyata bagi terwujudnya masyarakat yang adil, berdaya, dan berkemajuan.

Dalam penegasannya, ia juga menyoroti pentingnya arah gerak organisasi yang adaptif dan berdampak luas. Ia menambahkan,

Fatayat hari ini harus berdaya, berdampak, dan mendunia sebagai bentuk dedikasi kader dalam membangun ketahanan keluarga, memperluas ruang pemberdayaan perempuan, serta menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah kehidupan masyarakat.

Selain itu, Pelaksana Tugas Ketua Umum PP Fatayat NU, Dewi Winarti, menjelaskan bahwa logo Harlah ke-76 mencerminkan nilai adaptabilitas dan solidaritas organisasi, serta menjadi representasi arah gerak organisasi dalam memperkuat peran perempuan di tingkat lokal hingga global.

S2 Tak Lagi Jalan Panjang, IAI An-Nawawi Buka Skema Lulus Setahun Tanpa Tesis

Selama lebih dari tujuh dekade, Fatayat NU berperan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, kesehatan, ekonomi, advokasi perempuan, perlindungan anak, serta penguatan nilai kebangsaan. Organisasi ini juga berfungsi sebagai wadah kaderisasi perempuan muda yang aktif di berbagai sektor.

Peringatan Harlah ke-76 tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi momentum refleksi atas peran perempuan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, seperti stunting, kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta dinamika ekonomi keluarga. Dalam konteks ini, kader Fatayat NU diharapkan dapat berkontribusi dalam penguatan keluarga dan masyarakat.

Secara umum, peringatan ini menegaskan posisi perempuan muda sebagai bagian penting dalam pembangunan sosial dan kemajuan bangsa, sejalan dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah yang menjadi landasan gerakan organisasi.

Sumber Referensi:

  1. NU Online (Jawa Tengah)
  2. Situs resmi Nahdlatul Ulama (nu.or.id)

Sumber Foto: menpan.go.id

Memaknai Hardiknas dari Jejak Ki Hajar Dewantara hingga Semangat Pesantren ala Douwes Dekker

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *