Home / Artikel / Eksistensi Kepesantrenan

Pondok pesantren mengajarkan berbagai macam ilmu. Ada banyak hal yang tidak bisa didapatkan atau diajarkan di sekolah, seperti bertahan hidup di dunia sekarang. Kalau pelajaran akhirat tentu sudah pasti, karena pesantren mencetak generasi-generasi yang paham agama dengan berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Masuk pesantren itu seperti pindah dunia. Aturannya ketat, fasilitas apa adanya, dan jauh dari orang tua. Namun, justru di situlah mental ditempa. Santri diajarkan bertahan hidup di tengah dunia yang seakan-akan tidak bisa diajak kompromi. Siapa yang tidak siap maka akan tertinggal. Mental seperti ini sangat dibutuhkan di masa sekarang.

Mungkin memang tidak sebanding dengan dunia luar, tetapi kehidupan di pesantren juga tidak bisa dianggap remeh. Contohnya dalam hafalan. Setiap santri diwajibkan khatam dalam waktu tertentu. Jika tidak khatam, maka ia akan tinggal kelas. Dari sini kita belajar bahwa setiap santri mempunyai semangat yang sama, yaitu harus lebih cepat khatam. Ada makalah atau prinsip, “berlomba-lomba dalam kebaikan”.

Pesantren itu keras, tetapi yang keluar dari sana biasanya mempunyai daya juang yang berbeda. Kuncinya hanya satu: sabar saat proses, syukur saat hasil.

Penulis: Zainul Anwari
Editor: Tim Jurnalistik An-Nawawi

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *