Home / Pondok / Sambut Santri Baru, Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo Gelar Lailatut Ta’aruf
Artikel Berita Pondok

Sambut Santri Baru, Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo Gelar Lailatut Ta’aruf

PURWOREJO – Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo kembali menggelar agenda tahunan Lailatut Ta’aruf sebagai rangkaian penyambutan santri baru Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung di halaman Gedung Wisma Kamaliyah pada Jumat (24/7/2026). Acara tersebut diikuti oleh seluruh santri putra dan putri serta disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi An-Nawawi Berjan.

Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo, Kiai Achmad Chalwani, mengajak seluruh santri untuk menjaga kebersihan hati, memperkuat persaudaraan, serta istiqamah mengamalkan amalan-amalan yang telah diajarkan di pesantren.

“Keberkahan ilmu hanya bisa diraih jika hati para santri bersih dari rasa benci dan kesombongan. Maka jangan lupakan amalan-amalan yang sudah diajarkan dipondok pesantren seperti

يَافَتَّاحُ يَاعَلِيْمُ , اللّٰهُ حَفِيْظٌ لَطِيْفٌ قَدِيْمٌ قَدِيْرٌأَزَلِيٌّ حَيٌّ قَيُّوْمٌ لاَيَنَامُ

Pesan Kiai Chalwani”

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

Senada dengan Pengasuh, Pembina Pondok Pesantren Putra, Kiai Muhammad Maulana Alwi, menegaskan komitmen pesantren dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan (bullying).

Kami memastikan bahwa perundungan dalam bentuk apa pun bukanlah budaya pesantren. Di sini kita semua adalah saudara. Karena itu, saling menjaga, menghormati, dan menyayangi merupakan kewajiban yang harus dipegang teguh oleh setiap santri, tegas Kiai Maulana.

Sementara itu, Pembina Pondok Pesantren Putri, Hj. Ashfa Khoirun Nisa’, memberikan motivasi kepada para santri baru agar mantap menapaki kehidupan di pesantren.
Menurut Hj. Ashfa, memilih mondok merupakan salah satu keputusan terbaik dalam membentuk karakter, kemandirian, dan kedewasaan. Mondok bukan sekadar berpindah tempat tinggal, melainkan proses belajar menjalani kehidupan yang sesungguhnya.

Memilih untuk ‘mondok’ merupakan salah satu pilihan terbaik dan paling ideal dalam membentuk karakter masa depan. Mondok bukan sekadar pindah tempat tidur atau berpindah tempat tinggal, melainkan sebuah proses belajar tentang kehidupan yang sesungguhnya, ungkap Hj. Ashfa.

Selain itu, Hj. Ashfa juga mengingatkan bahwa pesantren merupakan rumah bersama.

Ribuan Jamaah dan Sang Cicit Hadiri Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani

Pesantren bukan hanya milik kiai, pengurus, atau kepala sekolah, tetapi selama kalian masih disini itu juga rumah kalian, tutur Hj. Ashfa.

Hj. Ashfa juga menghimbau kepada para santri An-Nawawi untuk turut mencintai produk lokal An-Nawawi sebagai bentuk mendukung unit usaha yang ada di dalam pesantren.

Saya tidak mengatakan beli diluar itu haram, tetapi jika barangnya ada didalam kualitasnya baik atau harganya sama prioritaskan beli di rumah sendiri untuk kemandirian pesantren, tutur Hj. Ashfa.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pondok Pesantren An-Nawawi, Chazbi Ngubaidillah, memaparkan berbagai penyesuaian dan inovasi program pembelajaran yang akan diterapkan selama satu tahun mendatang.

Kegiatan pembelajaran untuk satu tahun ke depan akan menghadirkan berbagai penyesuaian dan inovasi baru yang berbeda dari tahun sebelumnya, ujar Chazbi Ngubaidillah.

Selain itu, Lailatut Ta’aruf dimanfaatkan untuk memperkenalkan sejumlah program strategis pesantren selama satu tahun ke depan. Program tersebut meliputi pembaruan format Festival Muhafadoh dan Festival Demonstrasi Ilmiah, serta peluncuran Program Lingkungan Hijau dan Sehat yang berfokus pada pengurangan sampah plastik, pembiasaan pemilahan sampah, dan penguatan budaya hidup bersih di lingkungan pondok.

M3AN An-Nawawi Gelar Seminar Ke-Rois-an dan Simulasi Bahtsul Masail

Kegiatan rangkaian Lailatut Ta’aruf ditutup dengan do’a dari Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *