Home / IAI An-Nawawi / KKN Kelompok 4 Menelusuri Potensi Sosial, Ekonomi, Budaya, dan Wisata Dusun Wonogiri
Berita IAI An-Nawawi

KKN Kelompok 4 Menelusuri Potensi Sosial, Ekonomi, Budaya, dan Wisata Dusun Wonogiri

Kapuhan — Kelompok 4 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam An-Nawawi Purworejo melakukan observasi dan wawancara di Dusun Wonogiri, Desa Kapuhan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang pada hari Selasa, 28 Juli 2026. Kegiatan observasi dan wawancara dilakukan guna mengidentifikasi potensi sosial, ekonomi, budaya, dan wisata di wilayah tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengumpulan informasi mengenai kondisi dan potensi masyarakat selama pelaksanaan KKN.

Berdasarkan hasil observasi, Dusun Wonogiri memiliki potensi pada sejumlah bidang, mulai dari kehidupan sosial masyarakat, pertanian dan peternakan, usaha rumahan, sumber daya alam, pariwisata, hingga kesenian dan tradisi lokal.

Secara administratif, Dusun Wonogiri terbagi menjadi dua wilayah, yaitu Wonogiri Lor dan Wonogiri Kidul. Berdasarkan keterangan masyarakat setempat, kedua wilayah tersebut sebelumnya memiliki kepala dusun masing-masing. Wonogiri Lor dipimpin oleh M. Sofyan, sedangkan Wonogiri Kidul dipimpin oleh Abu Sujak. Dalam perkembangan administrasi pemerintahan desa, kedua wilayah tersebut kemudian disatukan menjadi satu dusun. Abu Sujak selanjutnya menjabat sebagai Kepala Dusun Wonogiri.

Alam Desa Wonogiri

Dari aspek sosial, masyarakat Dusun Wonogiri terdiri atas warga dengan latar belakang agama dan kepercayaan yang beragam, antara lain Islam, Katolik, Kristen, dan penghayat kepercayaan atau Kejawen. Hasil observasi menunjukkan bahwa keberagaman tersebut tercermin dalam interaksi dan kegiatan kemasyarakatan yang melibatkan warga dari berbagai latar belakang.

Talib, tokoh masyarakat Dusun Wonogiri yang juga merupakan pemegang sanggar di Wonogiri Kidul sekaligus Ketua RT 001, menyampaikan bahwa keberagaman tersebut menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

Masyarakat di sini memiliki latar belakang yang beragam. Dalam kehidupan sehari-hari, warga tetap berinteraksi dan mengikuti kegiatan kemasyarakatan bersama, ujar Talib

Pada sektor ekonomi, hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian masyarakat Dusun Wonogiri bekerja sebagai petani dan peternak sapi. Kondisi wilayah yang berada di kawasan pedesaan dan lereng Gunung Merapi turut mendukung aktivitas pertanian dan peternakan.

Selain pekerjaan utama tersebut, terdapat warga yang mengembangkan usaha rumahan. Salah satunya adalah produksi makanan berupa bolu dan putu ayu yang dijalankan oleh Indri. Keberadaan usaha tersebut menjadi salah satu potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan melalui peningkatan kualitas produk, pengemasan, pemasaran, dan pemanfaatan media digital.

Selain usaha masyarakat, Desa Kapuhan memiliki sumber daya alam berupa pasir dan batu yang dimanfaatkan melalui aktivitas pertambangan di sejumlah kawasan. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari kegiatan ekonomi masyarakat sekaligus memerlukan pengelolaan dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan keselamatan warga.

Ribuan Jamaah dan Sang Cicit Hadiri Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani

Di bidang pariwisata, Desa Kapuhan memiliki objek wisata Grojogan Kapuhan. Berdasarkan hasil observasi, kawasan tersebut memiliki aliran sungai, bendungan, dan aliran air yang menyerupai air terjun. Lokasi tersebut dimanfaatkan pengunjung untuk bermain air, berfoto, dan menikmati lingkungan sekitar. Keberadaan objek wisata tersebut juga membuka peluang bagi aktivitas ekonomi masyarakat melalui perdagangan dan jasa di sekitar kawasan wisata.

Sementara itu, bidang kebudayaan menjadi salah satu potensi yang masih berkembang di Dusun Wonogiri. Berdasarkan keterangan Talib, sejumlah kesenian dan tradisi lokal masih dilaksanakan oleh masyarakat, antara lain warok, jathilan, wayang kulit, serta tradisi Saparan yang dilaksanakan setiap tahun.

Menurut Talib, keberadaan kesenian dan tradisi tersebut masih menjadi bagian dari kegiatan masyarakat dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Kesenian seperti jathilan, warok, dan wayang kulit masih ada dan beberapa kegiatan tradisi juga tetap dilaksanakan setiap tahun. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat di sini, kata Talib.

Perwakilan Kelompok 4 KKN IAI An-Nawawi Purworejo, Nurfaiza Arifatul Khoir, mengatakan bahwa hasil observasi memberikan gambaran mengenai berbagai potensi yang terdapat di Dusun Wonogiri.

M3AN An-Nawawi Gelar Seminar Ke-Rois-an dan Simulasi Bahtsul Masail

Hasil observasi dan wawancara menunjukkan adanya beberapa potensi yang dapat menjadi bahan dalam pelaksanaan program KKN, terutama pada aspek sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan. Data tersebut juga menjadi dasar bagi tim untuk menyesuaikan kegiatan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat, ujar Faiza.

Hasil observasi tersebut menunjukkan bahwa Dusun Wonogiri memiliki sejumlah potensi yang mencakup kehidupan sosial masyarakat, pertanian dan peternakan, usaha lokal, pariwisata, sumber daya alam, serta kesenian dan tradisi. Potensi tersebut dapat menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui kerja sama antara pemerintah desa, masyarakat, pelaku usaha, pemuda, dan pihak terkait dengan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan wilayah.

Penulis: Tim KKN 04
Editor: Tim Jurnalistik An-Nawawi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *