Home / PMII An-Nawawi / Nostalgia Kiai Chalwani di PMII Tri Bakti Kediri dan Pesan untuk Selalu Mengaji
Artikel Berita PMII An-Nawawi

Nostalgia Kiai Chalwani di PMII Tri Bakti Kediri dan Pesan untuk Selalu Mengaji

Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabincab) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Purworejo, K.H. Achmad Chalwani membagikan kenangan masa mudanya saat aktif di PMII Komisariat Tri bakti Kediri tanpa pernah meninggalkan kewajiban untuk terus mengaji dan menuntut ilmu.

Pesan bernuansa nostalgia dan sarat nasihat tersebut disampaikan dalam rangkaian Pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Purworejo Masa Khidmah 2026–2027 M sekaligus Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. di Ballroom Hotel Plaza, Purworejo, Jumat (4/9/2026).

Sahabat-sahabat PMII ini, mumpung anda masih muda, walaupun aktif, termasuk aktif demo, tapi tetap jangan meninggalkan ngaji dan menuntut ilmu, tegas Kiai Chalwani.

Rais ‘Ali Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (JATMAN) itu menguatkan pesannya dengan mengutip hadits yang menjelaskan pentingnya menuntut ilmu di usia muda.

Di dalam hadits dikatakan:

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

وَمَا أُوتِيَ عَالِمٌ عِلْمًا إِلَّا وَهُوَ شَابٌّ

(Tidaklah seseorang itu dikaruniai ilmu oleh Allah secara utuh kecuali selagi masih muda). Jadi, ilmu itu masuknya ke anak-anak muda. Tolong hadits ini diingat-ingat,” ungkap Kiai Chalwani.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Chalwani turut menceritakan rekam jejak panjang khidmahnya di Nahdlatul Ulama yang telah dimulai sejak usia belia. Kiai Chalwani membagikan pengalaman saat menjalankan amanah organisasi dan kewajiban menimba ilmu di pesantren.

Kaitannya dengan NU, saya itu aktif di organisasi NU sejak kecil. Saya usia 16 tahun menjadi Ketua IPNU Ranting PGA Ma’arif NU Berjan. Lalu mondok di Lirboyo, ditunjuk jadi Pengurus Ansor Kota Madya Kediri Bidang Penerangan dan Dakwah, merangkap Pengurus PMII Fakultas Syariah Komisariat Tri Bakti Kediri. Neng yo tetep ngaji terus. Ngono kui lho, tutur Kiai Chalwani.

Tak berhenti di masa muda, Kiai Chalwani melanjutkan kisah perjalanan khidmahnya setelah kembali ke Purworejo hingga dipercaya memegang amanah di MWC NU, PC NU, hingga PWNU Jawa Tengah, sembari menekankan bahwa aktivitas keorganisasian tersebut tidak boleh menggeser konsistensi dalam mengaji.

Ribuan Jamaah dan Sang Cicit Hadiri Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani

Kemudian saya pulang dalam usia 29 tahun, terpilih menjadi Rais Syuriyah MWC NU Kecamatan Gebang. Dalam usia 34 tahun, terpilih menjadi Rais Syuriyah PC NU Purworejo dua periode. Lalu Wakil Rais Syuriyah PW NU Jawa Tengah juga dua periode. Namun tetap ngaji, ucap Kiai Chalwani kembali menekankan.

Suasana pelantikan terasa kian hangat dan sarat nilai historis karena Kiai Chalwani berkesempatan mengenakan Jas PMII, sebagai bentuk penegasan bahwa Kiai Chalwani pernah aktif di PMII Fakultas Syariah Komisariat Tri Bakti Lirboyo Kediri dan hingga hari ini aktif sebagai Ketua Mabincab PMII Purworejo dan Wakil Ketua Mabinda PMII Jawa Tengah.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *