Himpunan Santri Andalas (HISANDA) An-Nawawi Berjan, Purworejo menggelar lomba muchadloroh tingkat MTs dalam rangka memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. di Aula Asrama Khotib Sambas, Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo, Kamis (10/9/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Pengurus Harian, Steering Committee (SC), dan puluhan anggota HISANDA. Melalui ajang ini, para santri di tingkat MTs diberikan ruang untuk mengasah keberanian, keterampilan public speaking, dan kemampuan menyampaikan syiar Islam.
Ketua HISANDA, Ahmad Fahrudin menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi harus dimaknai lebih dari sekadar agenda tahunan. Momen ini merupakan sarana untuk memperdalam rasa cinta serta meneladani akhlak Nabi Muhammad Saw.
Pentingnya peringatan Maulid Nabi merupakan bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad Saw. Merayakan Maulid Nabi ini bukan sekadar seremonial biasa, tetapi sebagai bentuk meneladani ukhuwah Rasulullah melalui apa yang sudah disampaikan oleh peserta melalui isi dakwahnya, ujar Fahrudin.
Ia menambahkan, nilai utama yang ingin dicapai adalah bagaimana santri mampu mentransformasikan pesan-pesan dakwah yang disampaikan dalam ajang tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren maupun masyarakat.
Melalui muchadloroh ini, kami berharap para peserta mampu mentransformasikan pesan yang disampaikan ke dalam kehidupan sehari-hari di pesantren maupun di masyarakat nanti, ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, mewakili Steering Committee (SC) HISANDA, Muhammad Fadhil mendorong seluruh anggota agar senantiasa pro-aktif dan konsisten dalam berorganisasi di pelbagai jenjang pendidikan.
Mari bersama-sama pro-aktif berorganisasi di lini manapun, baik di kamar, madrasah, sekolah, kuliah maupun di himpunan. Banyak hal yang dapat kita pelajari di organisasi, apalagi di pondok pesantren. Sehingga apa yang didawuhkan oleh K.H. Achmad Chalwani untuk selalu menjadi penggerak dan pengendali Ahlussunnah wal Jama’ah, langkah paling dini kita adalah dengan aktif di ruang-ruang pondok pesantren, di antaranya melalui HISANDA, tutur Fadhil.
Fadhil menyebutkan bahwa HISANDA merupakan kawah candradimuka bagi anggota untuk mengasah serta mengembangkan potensi diri. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh anggota untuk tidak ragu memperjuangkan minat dan bakat yang ingin mereka geluti melalui organisasi tersebut.
Himpunan ini menjadi wahana untuk mengawali bakat dan minat kita. Jadi silakan apa yang panjenengan minati, apa yang panjenengan ingin geluti, silakan perjuangkan melalui HISANDA, pungkasnya.
Lomba muhadharah tersebut berjalan khidmat dan semarak. Selain menjadi wadah syiar keislaman dan pengembangan bakat, kegiatan ini diharapkan terus memperkokoh komitmen santri dalam menjaga tradisi serta ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyyah.

Comment