Home / Kajian Masyayikh / KH Sholeh Darat dan Warisan Tafsir Pertama dalam Bahasa Jawa
Artikel Berita Kajian Masyayikh

KH Sholeh Darat dan Warisan Tafsir Pertama dalam Bahasa Jawa

Purworejo, annawawiberjan.id – (09/4/2025) KH. Achmad Chalwani Berjan Purworejo menyampaikan Mau’dhotul Khasanah dalam acara peringatan haul KH. Sholeh Darat, Beliau menyampaikan beberapa hal diantaranya dari segi sejarah KH. Sholeh Darat. KH. Sholeh Darat seorang ulama besar yang telah melahirkan banyak tokoh ulama Indonesia. Beliau adalah guru dari beberapa tokoh besar, seperti KH. Hasyim Asy’ari pendiri NU, KH. Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah, KH. Zarkasyi Berjan pendiri Ponpes An-Nawawi Berjan Purworejo, dan KH. Muhyidin Turusrejo Grabag Purworejo.

KH. Zarkasyi Berjan berguru kepada KH. Sholeh Darat untuk menuntut ilmu syariat. Setelah selesai menuntut ilmu, KH. Zarkasyi Berjan pulang ke daerahnya untuk menyebarkan ajaran Islam, namun tidak berkembang. Kemudian, KH. Zarkasyi Berjan sowan kepada KH. Sholeh Darat dan diberikan nasihat untuk pindah ke daerah lain yang lebih strategis. Beliau mengatakan,

“Kowe pindah wae, nang kono keblerengen, kono wis ana kyai gede mbah imam puro.” Artinya, “Pindahlah ke daerah lain yang lebih strategis, di sana sudah ada kyai besar, yakni KH. Imam Puro.”

KH. Sholeh Darat juga memberikan dua batu bata untuk membuat langgar. KH. Zarkasyi Berjan kemudian pindah ke daerah lain dan membangun dusun yang dinamakan Berjan. Dusun Berjan kemudian berkembang menjadi sebuah desa yang makmur dan sejahtera. Nama Berjan memiliki arti “sumber kabejan”.

Kota Semarang terkenal di India dan Pakistan karena berkah KH. Sholeh Darat. Pernah ada rombongan ulama Indonesia berkunjung ke Pakistan, dan salah satu kyai Pakistan bertanya tentang KH. Sholeh Darat. Ternyata, kitab-kitab yang ditulis oleh KH. Sholeh Darat telah diterjemahkan ke dalam bahasa India dan Pakistan. Hal ini menunjukkan bahwa KH. Sholeh Darat memiliki pengaruh yang besar dalam dunia Islam di Asia.

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

KH. Sholeh Darat juga memiliki santri perempuan yang cerdas. Daerah Mayong Jepara ada kiai yang bernama Madirono, punya istri bernama Aminah, punya putri bernama Ngasiroh, dinikahkan oleh bupati Jepara dan kemudian lahir putri yang rajin mengaji bernama R.A. Kartini. Kartini adalah putri dari Bupati Jepara yang rajin mengaji dan memiliki keinginan untuk menafsiri Al-Qur’an dengan bahasa Jawa. KH. Sholeh Darat kemudian berkenan untuk menafsiri Al-Qur’an dengan bahasa Jawa karena takjub melihat kecerdasan dan keinginan Kartini untuk mengkaji tafsir Al-Qur’an.

Kartini meminta kepada KH. Sholeh Darat untuk menafsiri Al-Qur’an 30 juz dengan berbahasa Jawa. Namun, KH. Sholeh Darat menjawab bahwa menafsiri Al-Qur’an tidaklah mudah. Beliau mengatakan bahwa untuk menafsiri Al-Qur’an, seseorang harus memiliki ilmu-ilmu alat seperti nahwu, shorof, asbabul nuzul, dan asbabul wurud. Oleh karena itu, jangan asal mengikuti majelis-majelis tafsir Al-Qur’an tanpa melihat sanad keilmuannya terlebih dahulu.

Ketika Kartini menikah, KH. Sholeh Darat datang dan membawa hadiah kitab tafsir Al-Qur’an berbahasa Jawa. Namun, sejarah Kartini mengaji Al-Qur’an dan kitab tafsir Al-Qur’an kepada KH. Sholeh Darat tidak diterangkan di bangku sekolah, yang diterangkan hanya “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Setelah itu, KH. Sholeh Darat membuat tafsir Al-Qur’an berbahasa Jawa sampai 17 juz, yang kemudian dicetak pertama kali di Singapura dengan judul kitab Faid al-Rahman fi Tafsiri Ayat al-Qur’an. Kitab tafsir Al-Qur’an berbahasa Jawa ini adalah kitab tafsir pertama kali di Asia Tenggara, seperti yang dikatakan oleh Bapak Ridwan dari Kementerian Agama.

Kitab-kitab yang ditulis oleh KH. Sholeh Darat telah diterjemahkan ke dalam bahasa India dan Pakistan. Hal ini menunjukkan bahwa KH. Sholeh Darat memiliki pengaruh yang besar dalam dunia Islam di Asia. Banyak ulama di India dan Pakistan yang menghormati KH. Sholeh Darat sebagai seorang ulama besar.

Ribuan Jamaah dan Sang Cicit Hadiri Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani

Santri-santrinya KH. Sholeh Darat telah menjadi pahlawan nasional, seperti KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan. Maka, sangat layak jika KH. Sholeh Darat juga diusulkan menjadi pahlawan nasional. Beliau telah melahirkan banyak tokoh ulama besar Indonesia dan memiliki pengaruh yang besar dalam dunia Islam di Asia.

Editor : Tim Jurnalistik An-Nawawi

Comments

  1. 注册 says:

    Your article helped me a lot, is there any more related content? Thanks!

  2. References:

    Boomerang Casino Bonus ohne Einzahlung implisense.com

  3. References:

    Star Casino Bonus forum-otzyvov.ru

  4. kartinki.net says:

    References:

    Da Vinci’s Casino Login kartinki.net

  5. References:

    Casino Of Gold App lexpertpaie.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *