Purworejo, annawawiberjan.id – (28/6/2025) — Sorotan lampu menyorot panggung mode di sebuah pusat perbelanjaan di Yogyakarta. Diiringi musik yang mengalun, satu per satu model berjalan membawakan busana perpaduan batik dan denim dalam desain modern. Busana-busana tersebut merupakan hasil karya siswa SMK An-Nawawi Mlilir, Purworejo.
Karya sepuluh siswa jurusan Desain Produksi Busana (DPB) sekolah ini tampil dalam ajang Fresh and Beauty, pameran fashion yang memberi ruang bagi perancang muda menampilkan karya. Kehadiran pelajar dari Mlilir menjadi pembuktian bahwa kreativitas tidak terhalang jarak.
Irun Maulana, guru pembina jurusan DPB yang mendampingi siswa, mengungkapkan rasa bangganya. Baginya, kegiatan ini bukan hanya pameran, tetapi juga sarana membangun motivasi dan kepercayaan diri siswa.
Bukan sekadar pertunjukan mode. Ini panggung motivasi bagi generasi muda, ujarnya.
Menurut Irun, koleksi busana yang ditampilkan memadukan unsur budaya batik dengan bahan denim, serta teknik digital fabric print. Hasilnya busana terlihat dinamis dan mengikuti tren.
Saya ingin anak-anak percaya bahwa mereka mampu, tambahnya.
Para siswa melewati tahapan merancang desain, memilih bahan, menjahit, hingga memastikan detail busana. Proses tersebut menjadi pengalaman belajar bagi mereka.
Dunia kreatif terbuka luas untuk siapa pun. Terutama bagi yang mau belajar dan percaya diri, kata Irun.
Kepala SMK An-Nawawi, Achmad Abdul Fatah, mengapresiasi keterlibatan siswa dan guru. Ia menyebut kegiatan ini bukan hanya pameran, tetapi juga pembelajaran yang terhubung dengan dunia industri.
Ini bentuk nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri. Pameran ini dapat menjadi ruang belajar sekaligus ekspresi siswa, kata Abdul Fatah.
Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk membangun kepercayaan diri siswa SMK. Ia juga berharap siswa tetap membawa nilai budaya lokal ke setiap karya.
Semoga pengalaman ini menjadi motivasi mereka terus berkarya dan berkembang, katanya.
Melalui panggung mode di Jogja, siswa SMK An-Nawawi menunjukkan bahwa pendidikan vokasi memiliki ruang untuk berkontribusi di industri kreatif. Mereka belajar menghadapi tantangan dengan karya yang dihasilkan. Sebuah langkah dari Mlilir yang diharapkan berdampak pada dunia mode Indonesia.

Comment