Purworejo, annawawiberjan.id – (7/7/2025) — Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo, menjadi tuan rumah bagi acara penting yaitu pelantikan Jam’iyah Ahli Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ke-1. Acara ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Menteri Agama, Menteri Pertahanan RI, Rais ‘Aam PBNU, Mudir ‘Ali JATMAN, segenap pengurus JATMAN dari Idarah Syu’biyah Jawa Tengah, Idarah Wustha se-Indonesia, Idarah Ali yang akan dilantik dan tamu undangan.
Acara Pelantikan dan Rakernas ke-1 Idarah Aliyyah dimulai dengan Pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan sholawat Thariqiyyah yang dipimpin oleh ustadz Imranul Karim, kemudian dilanjut menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars Ya Lal Waton yang dibawakan oleh tim paduan suara An-Nawawi.
Pada sambutan Mudir ‘Ali JATMAN, K.H. Ali Masykur Musa menyampaikan bahwa penyelenggaraan pelantikan dan rakernas ke-1 pada awalnya merencanakan tamu undangan tidak lebih dari 600 orang.
kami dengan Kiai Chalwani, ‘mas Ali undangannya cukup 500/600 saja.’ ternyata tidak dibayangkan kalau yang hadir pasti lebih dari 1000, maka dengan demikian kursi yang disiapkan oleh panitia 2000. Namun ternyata juga sudah penuh, belum lagi yang di luar lebih dari 2000 lagi. Untuk itu saya mohon maaf jika apa yang terjadi pada penyelenggaraan ini ada sesuatu yang kurang berkenan di hati para hadirin. Tutur Kiai Ali.
Mudir ‘Ali mengungkapkan bahwa, itu menunjukkan bahwa banyaknya hadirin yang mengikuti pelantikan ini menandakan kita loyal kepada PBNU dan kita semua loyal kepada negara Republik Indonesia yang kita cintai.
Kiai Ali juga mengungkapkan tentang JATMAN bahwa,
yang mana organisasi ini adalah organisasi yang lurus, maka harus tetap bersama dan jangan sekali-kali mengikuti jalan orang yang tidak mengetahui dan itu dalam pandangan kami yang tahu adalah pengurus besar Nahdlatul ulama, yang tahu yang lurus adalah JATMAN yang sejak tahun 1957 didirikan oleh salah satunya adalah Abah K.H. Nawawi dari salah satu diantara empat pendiri dari dan diresmikan pada kongres ke-26. Ujar Kiai Ali.
Sambutan Rais ‘Ali JATMAN, K.H. Achmad Chalwani sampaikan pentingnya mengikuti thariqah seperti yang disampaikan dalam sambutannya,
Pendiri NU, Mbah Hasyim Asy’ari itu thariqah, talqin kepada K.H. Mahfud Abdulah bin Abdul Manan Dipomenggolo, Termas Pacitan. Jika pendiri NU thariqah masa pengurus NU belum thariqah. Tutur Kiai Chalwani.
K.H. Achmad Chalwani juga menyampaikan bahwa cucu dari pendiri NU juga mengikuti Thariqah.
Gus Dur tahun 1983, talqin thariqah kepada K.H. Shonhaji, Jimbun, Giwangretno, Kebumen. Imbuh Rais ‘Ali.
K.H. Achmad Chalwani juga menceritakan sejarah Pangeran Dipenogoro yang meninggalkan tiga benda yaitu Al-Qur’an, Tasbih, dan Kitab Fathul Qorib. Ketiga benda ini mendefinisikan bahwa Pangeran Dipenogoro merupakan orang islam yang berpegang teguh pada madzhab syafi’iyah dan mengikuti thariqah.
Pada sambutan terakhir, K.H. Achmad Chalwani meminta kepada segenap yang hadir untuk mendoakannya agar diberikan kesehatan, beliau mengungkapkan
Saat kongres JATMAN kemarin saya sudah meminta agar tidak menjadi orang pertama di Idarah ‘Aliyyah, namun pemilihannya, saya dikehendaki untuk menjadi rais ‘Ali Idarah ‘Aliyyah, maka saya meminta doa kepada jama’ah ahli thariqah agar diberikan kekuatan dan kesehatan dalam menjalani amanat ini. Ungkap Kiai Chalwani.
Gubernur Jawa Tengah Komjen. Pol. (Purn.) Ahmad Luthfi sampaikan rasa bangga kepada JATMAN atas kontribusinya di Jawa Tengah. Hal ini dikatakan pada pembukaan pelantikan JATMAN Nasional tahun 2025-2030 M.
Kami merasa bangga, bahwa sentralnya Jawa dibangun bukan hanya oleh pemerintah tapi di dalamnya ada Alim Ulama, menjadikan Jawa Tengah sebagai role mode provinsi yang lain” ujarnya.
Selain rasa bangga, Ahmad Luthfi juga mendukung penuh atas kemajuan JATMAN dan mengajak organisasi ini untuk terus berkontribusi dalam kemajuan dan kemakmuran Jawa Tengah.
Mari kita lakukan kontribusi pembangunan Jawa Tengah yang lebih makmur. Kata Gubernur Jateng
Gubernur Jawa Tengah juga mengucapkan selamat atas dilantiknya pengurus JATMAN tingkat Nasional tahun 2025-2030 M.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), K.H. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menyampaikan apresiasi dan harapan besar atas terbentuk dan dilantiknya Idarah ‘Aliyah Jam’iyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN). Dalam sambutan virtualnya, Gus Yahya menekankan bahwa pelantikan ini merupakan langkah yang sungguh-sungguh berkah dan menjadi penentu masa depan yang lebih maslahat bagi para jamaah thariqah di seluruh Indonesia.
Saya ucapkan selamat kepada Idarah ‘Aliyah JATMAN yang telah resmi terbentuk dan dilantik. Saya mohon maaf tidak dapat hadir secara langsung karena harus menghadiri pertemuan penting di Berlin dengan sejumlah tokoh agama dan politik Jerman.
Semoga Nahdlatul Ulama benar-benar menjadi jam’iyah yang membawa manfaat nyata bagi bangsa, negara, dan kemanusiaan secara global. Ujar Gus Yahya.
Ketum PBNU juga menyampaikan tentang ciri ciri dari thariqah yang mu’tabarah,
Apakah thariqah mu’tabarah atau tidak itu bisa dilihat dari thariqahnya yaitu, apabila ajaran-ajarannya dan amalannya sesuai dengan syariah. Pungkasnya
Gus Yahya lalu mengucapkan selamat atas dilantiknya pengurus JATMAN tingkat Nasional tahun 2025-2030 M.
Keynote speaker yang disampaikan oleh Kementerian Pertahanan RI, Letjen. TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin, diwakilkan oleh Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan. Diawal sambutannya, ia memberikan doa,
Semoga kepengurusan yang baru ini diberikan kekuatan dan kelapangan dalam mengemban amanah besar serta senantiasa diberikan bimbingan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam menjalankan tugasnya. Ungkapnya.
ia juga mengungkapkan,
Saya percaya bahwa JATMAN sebagai organisasi yang berakat kuat pada nilai-nilai spiritual dan keislaman, memiliki dan cinta tanah air dapat terus bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung berbagai program strategis nasional, khususnya di bidang pertahanan non militer melalui pendekatan keagamaan kebudayaan serta pembinaan moral generasi muda. Tutur Menhan.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah melalui peraturan Presiden nomor 102 tahun 2025 telah membentuk Dewan Pertahanan Nasional yang diketuai oleh presiden RI, mengharapkan masukan-masukan konstruktif serta kerjasama yang erat dari JATMAN dalam rangka mendukung dan menyukseskan program-program strategis pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan dan keutuhan nasional.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan plakat dari Kementerian Pertahanan RI kepada Rais ‘Ali JATMAN, didampingi Mudir ‘Ali. Dilanjutkan penyerahan baju JATMAN dari Rais ‘Ali JATMAN kepada perwakilan Kementerian Pertahanan RI dan Gubernur Jawa Tengah.
Prosesi pelantikan Idarah ‘Aliyah JATMAN masa khidmah 2025–2030 diawali dengan pembacaan SK PBNU tentang komposisi dan personalia Idarah ‘Aliyah JATMAN oleh Ketua Tanfidziyah PBNU, K.H. Ahmad Fahrur Rozi. Dilanjutkan pembacaan SK Idarah ‘Aliyah JATMAN tentang komposisi dan personalia Imdadiyyah/Lajnah oleh Sekretaris Umum Idarah ‘Aliyah JATMAN, K.H. Ali M. Abdillah.
Taujiyat atau arahan dari Rais ‘Aam PBNU, K.H. Miftakhul Akhyar menekankan sejarah awal mula thariqah di Indonesia,
Pada tahun kelahirannya sekitar tahun 57-an yang dulu itu semula bernama TNU, dan tidak salah kalau aku menyatukan, kemudian menyebut bahwa ada hubungan antara TNI dan TNU. Dulu namanya TNU singkatan dari thariqah Nahdlatul ulama, lalu menjelang muktamarnya yang pertama di Semarang tahun 1959, dinamakan thoriqoh mu’tabarah. Jelas Rais ‘Aam.
K.H. Miftahul Akhyar juga mengungkapkan terkait hubungan NU dengan JATMAN,
Nahdlatul ulama adalah miniatur Islam itu sendiri makanya, Nahdlatul ulama organisasinya disebut sebagai organisasi yang berakidah Aswaja -ahlussunnah Wal jamaah. Aswaja itu paham aqidah yang seimbang, di tengah-tengah, yang selalu ada di jalan yang benar, treknya yang benar. Jadi apa yang diperintah Islam juga diperintah Nahdlatul ulama, apa yang dilarang islam, juga dilarang oleh Nahdlatul ulama, jadi kita tidak membandingkan. Semua sama cuma ada tugasnya masing-masing untuk mengatur, begitu juga JATMAN. Maka, nantinya adakalanya NU membantu JATMAN, adakalnya JATMAN yang membantu NU. Ungkap Kiai Miftahul Akhyar.
Acara pelantikan Idarah ‘Aliyah JATMAN dan Rakernas ke-1 ditutup dengan doa oleh K.H. Dzikron Abdullah.

Comments
Peninggalan nya Pangeran di Ponorogo, Al Qur’an, Tasbih dan kitab Fathul Qorib
Di situ tertera Sorban. Mungkin salah ketik nggeh. Terimakasih
Terimakasih atas koreksinya