Home / Berita / Hangatnya Lailatut Ta’aruf: Malam Perkenalan Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo
Artikel Berita

Hangatnya Lailatut Ta’aruf: Malam Perkenalan Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo

Purworejo, annawawiberjan.id – (24/7/2025) — Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo menyelenggarakan kegiatan Lailatut Ta’aruf untuk tahun ajaran 1447–1448 H./2025–2026 M. Kegiatan yang dilangsungkan di Masjid Shiddieq Zarkasyi ini, merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi ajang perkenalan bagi seluruh santri baru terhadap kepengurusan dan sistem pembelajaran di pesantren.

Kegiatan diikuti oleh seluruh santri, baik putra maupun putri. Dalam kesempatan ini, disampaikan pula Surat Keputusan Aliansi Komunikasi Himpunan Daerah (AKIDAH) dan Surat Keputusan Majelis Musyawarah Madrasah An-Nawawi (M3AN).

Santri Putri berkumpul di halaman pondok pesantren An-Nawawi Putra saat Lailatut Ta’aruf

Kepala Pondok Pesantren putra, M. Ato Ibnu Ribah, dalam sambutannya, ia mengucapkan selamat datang kepada para santri baru dan mendoakan agar mereka senantiasa diberi kesehatan serta betah menimba ilmu di pesantren.

Selamat datang di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo. Semoga kalian senantiasa diberikan kesehatan dan betah belajar serta berproses di pesantren ini. Ujarnya.

M. Ato juga menyampaikan pembaruan sistem pembelajaran pesantren, yaitu bahwa kegiatan madrasah hanya berlangsung pada malam hari mulai pukul 20.15 hingga 22.00 WIB.

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

Selain itu kegiatan sore setelah sekolah pagi tentu teman-teman ada yang selesai setengah dua, dari setengah dua kami harapkan teman-teman berkenan untuk istirahat, pokok setelah dzuhur semuanya istirahat, mulai kegiatan lagi setelah ashar beberapa jadwal nanti dijelaskan kabag dikjar, akan tetapi seperti muhafadzoh kitab mulai dikejar. Adapun kegiatan ekstrakurikuler dijadwalkan setiap Ahad dengan materi akademik, serta setiap Rabu dengan kegiatan berbasis fisik. Jelasnya

Kepala Bagian Pendidikan dan Pengajaran, Chazbi Ngubaidillah, turut menjelaskan ketentuan serta tata tertib pembelajaran untuk satu tahun ke depan. Ia menekankan pentingnya tertib administrasi dan penyusunan target hafalan serta capaian pembelajaran bagi santri.

Waktu kegiatan santri dimulai sejak pukul 05.15 WIB hingga 22.00 WIB, dan istirahat total dimulai pukul 23.30 WIB. Jelasnya.

Selanjutnya, pengarahan juga disampaikan oleh Mas Salik Iqtafa. Dalam pemaparannya, ia menyoroti pentingnya mencegah praktik perundungan (bullying) di lingkungan pesantren.

Dalam bahasa Indonesia, bullying itu perundungan. Salah satu penyebab yang saya amati adalah adat dan budaya. Tidak semua budaya itu baik, meski berasal dari kakak kelas, saudara, guru, atau bahkan orang tua. Kalau tidak baik ya tetap tidak baik. Tegasnya.

Ia juga menyampaikan,

Ribuan Jamaah dan Sang Cicit Hadiri Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani

Bahwa orang baik itu ada dua: pertama, mereka yang memberi manfaat kepada makhluk lain, dan kedua, mereka yang tidak pernah lelah berbuat baik serta memberikan manfaat secara terus-menerus. Ujarnya.

Pengarahan terakhir disampaikan oleh Ketua Yayasan An-Nawawi Berjan, K.H. R. Muhammad Maulana Alwi. Dalam penyampaiannya, ia mengutip nasihat dari pengasuh pondok, K.H. Achmad Chalwani yang kerap menyampaikan bahwa keberadaan santri di pesantren merupakan panggilan dari Allah Swt.

Tidak semua orang mendapat anugerah berada di pondok pesantren. Maka, cara bersyukur atas anugerah itu adalah dengan menggunakan waktu sebaik-baiknya. Ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya perjuangan dalam mencari ilmu.

M3AN An-Nawawi Gelar Seminar Ke-Rois-an dan Simulasi Bahtsul Masail

لَيْسَ شَيْءٌ اَعَزَ مِنَ الْعِلْمِ

Tidak ada sesuatu pun yang lebih luhur dari pada ilmu. Kutipnya.

K.H. R. Muhammad Maulana Alwi menambahkan bahwa nasib para santri sama-sama jauh dari orang tua dan harapan dari keluarga sangat besar. Oleh karena itu, jangan sampai ada santri yang tidak betah karena sikap temannya sendiri.

Mengakhiri arahannya, ia mengutip sabda Nabi Muhammad SAW:

اَيُ المُسْلِمِيْنَ اَفْضَل

Wahai Nabi, siapakah orang Islam yang paling utama?” Nabi menjawab:

مَنْ سَلِمَ الْمُسْلَمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

Yaitu orang Islam yang membuat sesama muslim selamat dari lisan dan tangannya. Tambahnya.

Ia berharap, khususnya untuk santri baru, agar dapat menyesuaikan diri dan merasa nyaman selama berada di lingkungan pesantren.

Kemudian acara Lailatut Ta’aruf ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh ketua Yayasan An-Nawawi Berjan Purworejo.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *