Home / Berita / Usung Denim Ethics Fusion; Ekspresi Inovasi Kanamli dalam Ajang Fashion on the Street (FOS) Pawirotaman 2025
An-Nawawi Mlilir Artikel Berita

Usung Denim Ethics Fusion; Ekspresi Inovasi Kanamli dalam Ajang Fashion on the Street (FOS) Pawirotaman 2025

Yogyakarta, annawawiberjan.id – (23/8/2025) — Ajang tahunan Fashion On The Street (FOS) kembali digelar di kawasan Prawirotaman, Yogyakarta, Sabtu malam. Dengan tema “Funky Indonesian Style”, acara ini menghadirkan parade busana jalanan yang menghadirkan banyak desainer muda dan komunitas kreatif.

FOS bukan sekadar peragaan busana, tetapi juga perayaan kolaborasi budaya, eksplorasi gaya, dan pelestarian batik dalam format modern. Inilah bukti bahwa Jogja masih menjadi panggung global yang tetap bersetia pada akar tradisinya.

Kanamli, sebuah brand kreatif dari desainer muda siswi jurusan Desain Produksi Busana (DPB) SMK Unggulan An-Nawawi Purworejo, sukses menarik perhatian lewat koleksinya yang bertajuk Denim Ethnic Fusion. Jalanan Prawirotaman malam itu berubah menjadi panggung mode. Tepuk tangan penonton, sorotan kamera, dan semangat peserta membuat suasana semakin meriah. Para siswi dari brand Kanamli tampil percaya diri membawakan karya hasil rancangan mereka sendiri.

Koleksi Denim Ethnic Fusion memadukan bahan denim dengan motif batik dan sentuhan etnik Nusantara. Koleksi ini hadir dengan tema “Sustainable Streetwear with an Edge”, yang memadukan nilai tradisi budaya dan visi masa depan yang kekinian, rancangan ini sekaligus sebagai jembatan antara tradisi masa lalu yaitu kearifan lokal dan visi masa depan yang tercermin dari kain denim.

Dengan menggunakan konsep upcyling, mereka memanfaatkan kembali produk lama menjadi busana baru yang memiliki nilai dan filosofi. Dominasi warna biru dipilih sebagai simbol harapan tinggi serta keberanian seluas samudra. Potongan busana dengan perpaduan denim dan batik membawa pesan keberlanjutan supaya fashion tidak hanya soal penampilan, tapi juga tanggung jawab untuk menjaga lingkungan.

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

Lahirnya kreativitas para siswi Desain dan Produksi Busana (DPB) SMK Unggulan An-Nawawi Purworejo tidak lepas dari bekal pengetahuan fashion yang mereka dapatkan di sekolah. Selain itu, mereka juga memiliki inspirator sekaligus panutan, yakni Irun Maulana, Founder Li Scarf yang telah berhasil membawa brand miliknya menembus pasar internasional.

Dalam prosesnya, para siswi juga mendapat pendampingan dari Sara Mutammima Rohmati dan Annisa Rakhmawati, guru DPB yang terus menjaga semangat siswi agar konsisten berkarya.

Irun Maulana mengaku antusias dalam mendukung langkah kreatif para siswi.

Ketika siswi-siswi ini melangkah di runway jalanan Prawirotaman, saya melihat bukan hanya karya busana, tapi semangat yang meledak bagai kembang api di langit Jogja. Mereka membawa nama sekolah, keluarga, bahkan masa depan fashion Indonesia. Dari Purworejo, kita sedang menulis babak baru dalam sejarah mode Nusantara. Ujarnya.

Sementara itu, Nala Sabila, sosok penggerak kreativitas DPB SMK Unggulan An-Nawawi, turut menyampaikan semangatnya.

Ribuan Jamaah dan Sang Cicit Hadiri Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani

Kami tidak sekadar menampilkan baju, tapi menghadirkan sebuah mahakarya yang lahir dari tangan-tangan muda yang penuh mimpi. Di jalanan Prawirotaman, kami ingin dunia melihat: dari sebuah desa kecil di Purworejo, bisa lahir gaung yang mengguncang jagat fashion nasional. Inilah bukti bahwa mimpi anak SMK bisa menjelma jadi sejarah! Ungkapnya.

Sementara itu, Guru Desain dan Produksi Busana (DPB) SMK Unggulan An-Nawawi Purworejo, Sara Mutammima Rohmati, menyampaikan apresiasinya atas kerja keras para siswi.

Saya menyaksikan langsung bagaimana anak-anak ini bekerja dengan keringat, doa, dan keberanian. Baju ini bukan sekadar kain yang dijahit, melainkan doa yang dijelmakan dalam benang dan jarum. Dunia harus bersiap, karena SMK Unggulan An-Nawawi Purworejo sedang melahirkan generasi emas fashion masa depan. Ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Annisa Rakhmawati.

Karya ini adalah pengingat bahwa inovasi lahir dari keberanian untuk mencoba. Saya bangga melihat siswi-siswi kami berdiri sejajar dengan desainer muda lain. Dari tangan mereka, tradisi batik dan budaya lokal disulap menjadi sesuatu yang modern, elegan, dan penuh kebanggaan. Mereka bukan hanya siswi, tapi duta budaya masa depan. Tuturnya.

Dunia fashion memang akan terus berkembang dengan berbagai kreasi dan inovasi yang menjadi ekspresi seni penuh filosofi. Kanamli telah berhasil meramaikan suasana dengan karyanya yang menyulam tradisi dan modernitas, membuka jendela baru akan perkembangan fashion yang inklusif dan inspiratif.

M3AN An-Nawawi Gelar Seminar Ke-Rois-an dan Simulasi Bahtsul Masail

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *