Home / Kajian Masyayikh / Jejak Sejarah Maulid: Kisah Nabi Muhammad ﷺ Ketika Dalam Kandungan
Artikel Kajian Kajian Masyayikh

Jejak Sejarah Maulid: Kisah Nabi Muhammad ﷺ Ketika Dalam Kandungan

Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo K.H. Achmad Chalwani, menyampaikan sejarah lahirnya Nabi ﷺ. Hal itu, disampaikan dalam Mau’idhoh Khasanah pada acara Pengajian Ahad Thariqah Qadiriyyah Wan Naqsyabandiyyah An Nawawi Berjan, Ahad (24/8/2025).

Bersama jamaah Thariqah Qadiriyyah Wan Naqsyabandiyyah, seperti biasa K.H. Achmad Chalwani mengawali pengajiannya dengan bertawasul kepada para mursyid yang terdahulu serta pembacaan surah al-Waqi’ah bersama, kemudian menjelaskan banyak mengenai sejarah lahirnya nabi Muhammad ﷺ kepada jamaah.

Diambil dari kitab an-Ni‘matu al-Kubra ‘ala al-‘Alam yang menerangkan pentingnya peringatan maulid nabi Muhammad ﷺ. Kitab karya syekh Ahmad Ibnu Hajar Al-Haitami As-Syafi’i.

Dalam kitab tersebut disebutkan beberapa atsar sahabat tentang keutamaan memperingati Maulid Nabi. Abu Bakar ash-Shiddiq raḍiya Allāhu ‘anhu berkata:

قَالَ ابُو بَكْرٍ الصِدِيْقِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : مَنْ أَنْفَقَ دِرْهَمًا عَلَى قِرَاءَةِ مَوْلِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ رَفِيْقِيْ فِي الْجَنَّة

Sing sopo wonge ngetoke bondo sak dirham nggo biayani mauludan, nyedak dadi kancaku neng suargo.” Barang siapa yang mengeluarkan harta satu dirham untuk membiayai acara peringatan maulid nabi besok menjadi temanku disurga.

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

Umar bin Khattab raḍiya Allāhu ‘anhu berkata:

قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: مَنْ عَظَّمَ مَوْلِدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَدْ أَحْيَا الإِسْلَامَ

sing sopo wonge ngagungaken muludan, berarti ngurip-urip agomo islam.” Barang siapa yang mengagungkan kelahiran Nabi ﷺ maka ia benar-benar telah menghidupkan agama Islam.

Utsman bin Affan raḍiya Allāhu ‘anhu berkata:

وَقَالَ عُثْمَانُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: مَنْ أَنْفَقَ دِرْهَمًا عَلَى قِرَاءَةِ مَوْلِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَأَنَّمَا شَهِدَ غَزْوَةَ بَدْرٍ وَحُنَيْنٍ

Sing sopo wonge ngetokno bondo paling sitik sak dirham kanggo biaya muludan, wong kui diganjar koyo melu perang badar lan perang hunain.” Barang siapa yang menginfakkan satu dirham untuk pembacaan Maulid Nabi Muhammad ﷺ, maka pahalanya seakan-akan sama dengan orang yang ikut serta dalam perang Badar dan Hunain.

Sementara itu, Ali bin Abi Thalib karrama Allahu wajhahu. berkata:

Ribuan Jamaah dan Sang Cicit Hadiri Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani

وَقَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ وَكَرَّمَ اللهُ وَجْهَهُ: مَنْ عَظَّمَ مَوْلِدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ سَبَبًا لِقِرَاءَتِهِ، لَا يَخْرُجُ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا بِالْإِيمَانِ وَيَدْخُلُ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Sing sopo wonge ngagungaken muludan lan dadi lantarane moco sejarahe kanjeng nabi, wong kui ora bakal metu seko dunyo kejobo metune nggowo iman, lan wong kui melebu suwargo tanpo hisab.” Barang siapa yang memuliakan hari kelahiran nabi Muhammad ﷺ dan menjadi sebab dibacakannya maulid, maka ia tidak akan meninggal dunia kecuali dalam keadaan beriman, dan kelak akan masuk surga tanpa melalui hisab (perhitungan amal).

K.H. Achmad Chalwani juga menyampaikan sejarah nabi ketika masih didalam kandungan.

Bulan pertama dalam kandungan masuk pada bulan rajab, Siti Aminah bermimpi bertemu dengan seorang laki-laki yang bagus rupanya, tinggi badannya, cerah wajahnya. Didalam mimpinya, Siti Aminah bertanya siapakah kamu?

Aku nabi Adam dan aku membawa berita gembira bahwa anak yang kamu kandung itu adalah pemimpin seluruh umat manusia.

Masuk bulan ke-2 pada bulan Syakban, Siti Aminah bermimpi lagi bertemu seorang laki-laki. Didalam mimpinya Siti Aminah bertanya siapakah kamu?

M3AN An-Nawawi Gelar Seminar Ke-Rois-an dan Simulasi Bahtsul Masail

Kemudian laki-laki itu menjawab, aku adalah Nabi Syits dan aku membawa kabar gembira bahwasannya anak yang kamu kandung adalah nabi yang mempunyai gelar shohibu ta’wil wal hafidz, nabi yang bisa menakwilkan semua permasalahan dan bisa mengajarkan ilmu.

Masuk bulan ke-3, Siti Aminah bermimpi lagi bertemu seorang laki-laki yang gagah, ganteng, dan cerah wajahnya. Lalu, laki laki itu berkata aku adalah Nabi Idris dan aku membawa kabar gembira bahwasannya anak yang kamu kandung adalah nabi yang menjadi pemimpin dari seluruh umat.

Masuk bulan ke-4, Siti Aminah bermimpi lagi bertemu seorang laki-laki yang gagah, ganteng, dan cerah wajahnya. Kemudian laki-laki itu berkata aku adalah Nabi Nuh dan aku membawa kabar gembira bahwasannya anak yang kamu kandung adalah nabi shohibu nashri wal futuh yaitu nabi yang bisa menolong umatnya dan bisa membuka hati umatnya yang gelap.

Masuk bulan ke-5, Siti Aminah bermimpi lagi bertemu seorang laki-laki yang gagah, ganteng, dan cerah wajahnya. Kemudian laki-laki itu menjawab, aku adalah Nabi Hud dan aku membawa kabar gembira bahwasannya anak yang kamu kandung adalah nabi shohibu syafaat fil yaumil maut.

Masuk bulan ke-6, Siti Aminah bermimpi lagi bertemu seorang laki-laki yang gagah, ganteng, dan cerah wajahnya. Lalu laki-laki itu berkata, aku adalah Nabi Ibrahim Al-Kholil dan aku membawa kabar gembira bahwasannya anak yang kamu kandung adalah nabi yang dirahmati oleh Allah.

Masuk bulan ke-7, Siti Aminah bermimpi lagi bertemu seorang laki-laki yang gagah, ganteng, dan cerah wajahnya. Kemudian laki-laki itu berkata, aku adalah nabi Ismail adzabih dan aku membawa kabar gembira bahwasannya anak yang kamu kandung, adalah orang pilihan Allah dan nabi yang paling unggul derajatnya.

Masuk bulan ke-8, Siti Aminah bermimpi lagi bertemu seorang laki-laki yang gagah, ganteng, dan cerah wajahnya. Setelah itu laki-laki tersebut berkata, aku adalah Nabi Musa bin Imron dan aku membawa kabar gembira bahwasannya anak yang kamu kandung adalah orang pilihan Allah.

Masuk bulan ke-9, Siti Aminah bermimpi lagi bertemu seorang laki-laki yang gagah, ganteng, dan cerah wajahnya. Kemudian laki-laki itu berkata, aku adalah Nabi Isa bin Maryam dan aku membawa kabar gembira bahwasannya anak yang kamu kandung adalah nabi yang mulya dan rasul yang agung.

Selanjutnya K.H. Achmad Chalwani menegaskan kembali,

Ampun eman-eman medalake biaya damel peringatan muludan sak mampune penjenengan. (Jangan segan mengeluarkan hartanya untuk peringatan Maulid Nabi ﷺ, meski hanya sebatas kemampuan).

K.H. Achmad Chalwani menambahkan,

Sego berkat maulid karo sego berkat biasa kui bedo ing ngarsane allah, marai jembar pikirane lan marai cerdas. (Nasi atau hidangan pada perayaan maulid nabi itu berbeda di hadapan Allah, membuat pikiran. Menjadi luas dan menjadikan cerdas).

Comments

  1. References:

    Bet365 Casino Bonus ohne Einzahlung http://maps.google.gp/

  2. References:

    Las Vegas Casino App https://ntsr.info

  3. References:

    Novoline Casino Bonus ohne Einzahlung https://kupiauto.zr.ru/

  4. jobzalert.pk says:

    References:

    Intense Casino App jobzalert.pk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *