Purworejo, annawawiberjan.id – (29/8/2025) — Selama lebih dari 41 hari para santri baru menjalani riyadhoh, Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo memberikan kesempatan perdana kepada wali santri baru untuk menyambangi anaknya pada Jumat di Gedung Pendidikan setempat. Tradisi sambangan ini menjadi moment quality time bagi wali santri baru dan anaknya.
Salah seorang wali santri Kelas 7 MTs An-Nawawi Berjan Purworejo membagikan kesan sambangan perdananya itu saat ditemui Tim Jurnalistik. Ia mengungkapkan kebahagiannya saat mendengar cerita anaknya selama di pesantren.
Dari cerita ananda, alhamdulillah betah dan krasan dengan segala aktivitas kesehariannya. Fasilitasnya juga sangat mendukung, termasuk pondok dan sekolahnya. Anak juga merasa nyaman dan tidak ada beban. Ungkap wali santri yang berdomisili di Bulus Pesantren, Kebumen.
Ia juga mengapresiasi fasilitas sambangan yang disediakan panitia dari awal hingga bertemu wali kelas pondok.
Untuk fasilitas sambangan pertama kali ini, dari panitia, alhamdulillah, luar biasa. Kami diarahkan dari awal masuk sampai bertemu dengan wali kelas pondok yang sangat ramah. Sudah bercerita banyak juga, sehingga kami selaku orang tua sudah merasa plong. Tuturnya lega.
Selain itu, menurutnya sambangan ini juga menjadi momen quality time bersama anaknya. Sang ibu dapat membekali anaknya tentang cara mawas diri, adaptasi dengan lingkungan, bertanggung jawab, mandiri dan berjiwa sosial.
Di momen berkualitas ini, saya dapat membekali anak saya cara untuk mawas diri, ketika, mungkin ada yang meminjam dan tidak dipulangkan. Jadi dia bisa mengantisipasi dirinya harus bagaimana, kayak gitu. Terus, ketika barang-barangnya hilang, semisal dia menjemur, sudah pergi sekolah, nanti pulang tahu-tahu sudah nggak ada, jadi dia tahu bagaimana cara menyikapinya. Itu yang saya tanamkan. Dia harus belajar bertanggungjawab pada diri sendiri dan belajar mandiri. Terangnya.
Adapun baginya, pesan yang sangat berharga adalah ketika anaknya dapat bersosialisasi di pondok dan mandiri. Pintar itu bonus, yang penting sang anak mau belajar ngaji dan sekolah sudah luar biasa.
Dan bagi saya, pesan yang sangat berharga adalah bagaimana dia dapat bersosialisasi di sini dan mandiri. Ibaratkan pintar, bagi saya itu bonus, ngoten mawon. Sing penting, anak mau belajar ngaji sama sekolah, itu sudah luar biasa betah, alhamdulillah. Makanannya apa? Tahu, tempe. Nggak papa. Jadi makan telor saja serasa enak banget. Pungkasnya penuh kebahagiaan.
Akbar Nur Cholis Majid selaku koordinator panitia menambahkan bahwa sambangan perdana ini berjalan lancar dari awal hingga akhir. Berbagai macam perasaan suka-duka wali santri turut mewarnai agenda tahunan pondok ini. Bahkan terdapat beberapa wali santri yang berlarian mendekati anaknya.
Alhamdulillah, sambangan perdana ini berjalan lancar dari awal hingga akhir, meskipun cuaca sedikit hujan. Berbagai macam perasaan suka-duka wali santri turut mewarnai agenda pondok yang dilaksanakan setahun sekali ini sejak dimulai pasca pandemi lalu. Bahkan sampai ada wali santri yang berlarian kejar-kejaran dengan anaknya karena sang anak lebih dahulu tiba. Ujar pribadi yang akrab disapa Gus Cholis ini.
Ia juga berharap dengan adanya sambangan perdana, wali santri dan anaknya dapat melepas kerinduan setelah selama lebih dari 41 hari masa riyadhoh tanpa menghubungi orang tuanya. Semoga niat santri mondok dan wali santri yang memondokkannya mendapatkan hasil maqsud dan selalu diberikan kemudahan serta kebahagian dunia akhirat.
Harapan saya dengan adanya sambangan perdana ini, wali santri dan anaknya dapat melepas kerinduan setelah selama lebih dari 41 hari masa riyadhoh tanpa menghubungi orang tuanya sama sekali. Semoga niat santri yang mondok dan wali santri yang memondokkannya mendapatkan hasil maqshud dan senantiasa diberikan kemudahan serta kebahagiaan di dunia dan di akhirat, aamiin. Tuturnya penuh harap.

Comment