Dibalik sejarah Syekh Abdul Qodir Al-Jailani yang terkenal masyhur, terdapat kisah karomah yang jarang orang ketahui tentangnya. Syekh Abdul Qodir al-Jilani merupakan salah satu keturunan Nabi Muhammad ﷺ yang dijuluki dengan sebutan ratunya para wali, nama Al-Jilani diambil dari kota kelahirannya yaitu Jilani, Provinsi Thus, Iran. Ia menimba ilmu di Baghdad, dan menjadi Syekh alias Guru disana.
Pada suatu pagi, Syekh abdul Qodir didatangi oleh ribuan orang dengan satu tujuan yaitu meminta agar ia mengajarkan ilmunya.
يَا عَبْدَ الْقَادِرِ، حَدِّثِ النَّاسَ لِيَنْتَفِعُوا بِعِلْمٍ
“Ya Abdul Qodir, Ajarkan ilmumu kepada semua orang disini, Agar (kami) mendapatkan kemanfaatan ilmumu.”
Syekh bukannya langsung menerima permintaan tersebut, ia hanya mengucap. “Saya belum berani untuk mengajarkan kecuali jika Nabi ﷺ sudah memerintahkan.”
Kisah tersebut masih berlanjut, saat waktu siang tiba, Nabi Muhammad ﷺ datang langsung, tanpa melalui perantara mimpi, dan Nabi ﷺ berkata persis seperti permintaan semua orang.
يَا عَبْدَ الْقَادِرِ، حَدِّثِ النَّاسَ لِيَنْتَفِعُوا بِعِلْمٍ
“Ya Abdul Qodir, Ajarkan ilmumu kepada semua orang disini, Agar (mereka) mendapatkan kemanfaatan ilmumu.”
Syekh menjawab, “Ya Nabi, saya diperintahkan oleh Engkau, supaya saya mengajarkan ilmu saya kepada orang Baghdad yang terkenal alim?, padahal Saya bukan asli sini.”
Nabi ﷺ langsung memerintahkan Syekh Abdul Qodir untuk membuka mulutnya,
اِفْتَحْ فَاكَ
“bukalah mulutmu.”
Nabi ﷺ kemudian memberikan air liurnya kepada Syekh Abdul Qodir sebanyak 7 kali. Setelah itu, Nabi ﷺ pergi untuk melaksanakan salat Zuhur.
Setelah salat Zuhur, ribuan orang datang kepada Syekh Abdul Qodir untuk permintaan yang sama yaitu,
يَا عَبْدَ الْقَادِرِ، حَدِّثِ النَّاسَ لِيَنْتَفِعُوا بِعِلْمٍ
“Ya Abdul Qodir, Ajarkan ilmumu kepada semua orang disini, Agar (kami) mendapatkan kemanfaatan ilmumu.”
Dalam ribuan orang tersebut terdapat laki-laki yang dijuluki dengan kuncinya ilmu yaitu Sayidina Ali. Sayidina Ali mendatangi Syekh Abdul Qodir dengan permintaan yang sama,
يَا عَبْدَ الْقَادِرِ، حَدِّثِ النَّاسَ لِيَنْتَفِعُوا بِعِلْمٍ
“Ya Abdul Qodir, ajarkan ilmumu kepada semua orang disini, agar (mereka) mendapatkan kemanfaatan ilmumu.” Syekh Abdul Qodir berkata,
يَا سَيِّدِي عَلِيٌّ، فَمِي مُغْلَقٌ
“Wahai tuanku, ‘Ali. Lisanku terkunci!”
Sayidina Ali memerintahkan sama seperti Nabi memerintahkan,
اِفْتَحْ فَاكَ
Sayidina Ali kemudian memberikan air liurnya kepada Syekh Abdul Qodir sebanyak 6 kali. Lantas timbul pertanyaan Syekh kepada Sayidina Ali,
يَا سَيِّدَنَا عَلِيٌّ، لِمَاذَا لَمْ تُكَمِّلْهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ؟
“Wahai Sayidina Ali, mengapa engkau tidak memberikanku sebanyak 7 kali?”
Sayidina Ali berkata, “Aku tidak bisa memberikanmu sebanyak 7 kali karena rasa hormatku kepada Nabi.”
Setelah dua peristiwa tersebut, spontan Syekh Abdul Qodir dapat memberikan Ilmunya, hingga pengunjung dalam majlis dihitung banyaknya mencapai tiga kilometer, dan juga diantara karomah Syekh Abdul Qodir, tanpa adanya speaker atau pengeras suara, pengunjung yang paling ujung tetap bisa mendengarkan ilmu beliau, sama seperti pengunjung barisan pertama. Pernyataan ini juga terdapat di manakib. Wallahu a’lam bisshawab
Kisah ini diceritakan oleh K.H. Achmad Chalwani Nawawi dalam salah satu kesempatan pengajian penutupan sewelasan Thariqah.

Comment