Home / Kajian Masyayikh / Kiai Chalwani Tekankan Pentingnya Istiqomah dan Dzikir dalam Meraih Kesuksesan
Artikel Kajian Kajian Masyayikh

Kiai Chalwani Tekankan Pentingnya Istiqomah dan Dzikir dalam Meraih Kesuksesan

Kiai Achmad Chalwani Nawawi kembali mengingatkan pentingnya istiqomah dalam beribadah, khususnya dalam berdzikir kepada Allah Swt. Dalam pengajian rutin Thariqah Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo pada Ahad (12/10/2025)

Kiai Chalwani menyampaikan bahwa istiqomah merupakan kunci utama untuk meraih kesuksesan hidup di dunia dan akhirat.

‎حَيْثُمَا تَسْتَقِمْ يُقَدِّرْ لَكَ اللهُ نَجَاحًا فِي غَابِرِ الْأَزْمَانِ

“Barang siapa yang beristiqomah, maka Allah Swt. akan memastikan kesuksesan di tahun-tahun yang akan datang.”

Kiai Chalwani menegaskan bahwa dzikir merupakan amalan yang paling utama diucapkan oleh umat Islam. Mengutip sabda Nabi Muhammad ﷺ.:

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

‎مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي إِلَّا لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ

“Utama-utamanya kalimat adalah kalimat yang aku ucapkan (Rasulullah ﷺ) dan diucapkan oleh nabi-nabi sebelum aku, yaitu kalimat lā ilāha illallāh, karena kalimat tersebut memiliki derajat yang lebih tinggi dibanding kalimat lain.”

Selanjutnya, Kiai Chalwani menguraikan dua tingkatan dzikir, yaitu dzikir hasanāt dan dzikir darajāt. Dzikir hasanāt adalah dzikir yang bernilai kebajikan dan mendatangkan pahala, seperti dzikir bersama dalam majelis mujahadah. Sedangkan dzikir darajāt adalah dzikir yang mampu mengangkat derajat seorang hamba hingga wusul kepada Allah Swt. Hal ini memerlukan baiat thariqah melalui talqin dzikir tauhid dari seorang guru mursyid yang sempurna.

Mengutip tafsir Imam Hakim terhadap ayat Al-Qur’an surah Maryam ayat 87:

‎لَا يَمْلِكُوْنَ الشَّفَاعَةَ إِلَّا مَنِ اتَّخَذَ عِندَ الرَّحْمٰنِ عَهْدًاۘ

Ribuan Jamaah dan Sang Cicit Hadiri Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani

Ora bakal entuk syafaat kejaba wong sing wis ngalap janji marang Gusti Allah Swt. (Tidak ada syafaat kecuali bagi mereka yang telah berjanji kepada Allah Swt.)”

Lebih lanjut, Kiai Chalwani menjelaskan bahwa orang yang dimaksud telah berjanji kepada Allah Swt. adalah mereka yang telah menerima talqin dzikir tauhid dari guru mursyid yang memiliki sanad jelas hingga Rasulullah ﷺ.

Di akhir tausiyah, Kiai Chalwani mengingatkan pentingnya bersyukur kepada Allah Swt. dan selalu menunjukkan kebaikan.‎

مَن دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Sing sapa wongé nuduhaké kabagusan, mongka bakal diganjar kaya wong sing nindakaké kabagusan. (Barang siapa menunjukkan kebaikan, maka akan diberi pahala seperti orang yang melakukan kebaikan.)”

M3AN An-Nawawi Gelar Seminar Ke-Rois-an dan Simulasi Bahtsul Masail

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *