Dalam pengajian rutinan Ahad yang digelar di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo, KH. Achmad Chalwani menyampaikan tausiah penuh hikmah mengenai doa dan sikap seorang muslim ketika memasuki musim hujan.
Beliau menjelaskan bahwa hujan merupakan salah satu tanda kebesaran Allah Swt. yang bisa menjadi rahmat maupun azab, tergantung pada bagaimana manusia memaknainya dan bersikap terhadapnya.
Makna Hujan dalam Pandangan Islam
KH. Achmad Chalwani menyampaikan bahwa hujan terbagi menjadi dua macam, yakni hujan rahmat dan hujan azab. Hujan rahmat adalah simbol kasih sayang (rahmat) dari Allah Swt. kepada makhluk-Nya yang membawa kesuburan, kehidupan, serta berkah bagi bumi dan seluruh penghuninya. Sebaliknya, hujan azab datang sebagai peringatan dan bentuk teguran Ilahi kepada manusia yang lalai dan berbuat kerusakan di muka bumi. Azab tersebut bisa berupa banjir maupun timbulnya korban jiwa.
Rahmat hujan itu adalah perwujudan gemati (kasih sayang) Gusti Allah Swt. kepada umat-Nya, namun, hujan bisa berubah menjadi azab bagi orang-orang yang lalai. Itu bisa menjadi siksa yang menimbulkan banjir dan kerusakan. KH. Achmad Chalwani.
Doa Ketika Masuk Musim Hujan
Dalam kesempatan itu, KH. Achmad Chalwani menyampaikan doa ketika memasuki musim hujan:
اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هٰذِهِ الرِّيَاحِ وَخَيْرَ مَا أَرْسَلْتَ بِهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا أَرْسَلْتَ بِهَا، اٰمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini dan kebaikan apa yang Engkau kirimkan bersamanya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini dan keburukan apa yang Engkau kirimkan bersamanya.”
Selain itu, KH. Chalwani juga membacakan doa yang diwariskan oleh para kiai Watucongol, yaitu:
اللّهُمَّ سُقْيَا رَحْمَةٍ وَلَا سُقْيَا عَذَابٍ
“Duh Allah, kulo aturi paring udan panjenengan ing kito udan rahmat, lan ampun paring udan panjenengan ing kito udan siksa. (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu turunkanlah kepada kami hujan sebagai rahmat, dan jangan Engkau turunkan kepada kami hujan sebagai siksa).”
Beliau menjelaskan bahwa doa ini dapat dibaca bersama-sama sebagai bentuk pujian atau munajat, terutama pada waktu yang mustajab, seperti antara azan dan ikamah.
Amalan di Musim Hujan
KH. Achmad Chalwani juga menjelaskan beberapa amalan yang sebaiknya dilakukan atau dihentikan sementara pada musim hujan. Salah satunya adalah menghentikan pembacaan Shalawat Nariyah untuk sementara waktu karena di dalamnya terdapat kalimat doa
وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ
yang berarti “memohon turunnya hujan.” Jika hujan sedang deras, pembacaan ini sebaiknya dihentikan agar tidak menambah intensitas hujan secara berlebihan.
Sebagai gantinya, beliau menganjurkan membaca shalawat:
هـُوَ الْحَبِيْبُ الَّذِيْ تُرْجَى شَفَاعَتُهُ • لِكُلِّ هَوْلٍ مِنَ الأَهْوَالِ مُقْتَحِمِ
Khususnya jika hujan terlalu deras atau disertai potensi bahaya. Pembacaan shalawat ini diyakini dapat menjadi bentuk permohonan agar hujan yang turun membawa ketenangan, bukan bencana.
Doa agar Acara Terhindar dari Hujan
Selain itu, KH. Achmad Chalwani juga memberikan amalan khusus bagi umat Islam yang hendak mengadakan acara agar terhindar dari hujan dan berjalan lancar. Caranya yaitu dengan membaca:
مَوْلَايَ صَلِّ وَسَلِّمْ دَائِمًا أَبَدًا • عَلَىٰ حَبِيْبِكَ خَيْرِ الْخَلْقِ كُلِّهِمِ
يَا رَبِّ بِالْمُصْطَفَى بَلِّغْ مَقَاصِدَنَا • وَاغْفِرْ لَنَا ذَنْبَنَا يَا وَاسِعَ الْكَرَمِ
هـُوَ الْحَبِيْبُ الَّذِيْ تُرْجَى شَفَاعَتُهُ • لِكُلِّ هَوْلٍ مِنَ الأَهْوَالِ مُقْتَحِمِ
Keterangan: Huwal Habib (dibaca minimal 11 kali dan maksimal 111 kali).
Sebelum membaca amalan tersebut, terlebih dahulu dihadiahkan Surah Al-Fatihah sebanyak tiga kali, masing-masing untuk:
- Baginda Nabi Muhammad Saw.
- Pengarang Huwal Habib, yaitu Sayyid Muhammad Al-Bushiri.
- Simbah KH. Ahmad Abdul Haq Watucongol, Muntilan, Magelang
KH. Achmad Chalwani menegaskan, amalan ini sebaiknya dilakukan minimal oleh tujuh orang agar lebih kuat dan mustajab.
Hujan sebagai Ujian dan Kasih Sayang
Di akhir pengajian, KH. Achmad Chalwani mengingatkan bahwa hujan, dalam segala bentuknya, adalah bagian dari kasih sayang Allah Swt. kepada makhluk-Nya. Itu bisa menjadi ujian untuk mengukur kesabaran manusia, sekaligus menjadi nikmat bagi mereka yang mensyukurinya.
Hujan iku dudu mung banyu sing tiba, nanging tandha welas asihé Gusti Allah marang sing gelem eling. (Hujan itu bukan hanya air yang turun, tetapi tanda kasih sayang Allah bagi siapa yang mau mengingat-Nya). Tutur beliau penuh makna.
Melalui pengajian ini, jamaah diajak untuk lebih memahami makna spiritual dari hujan dan memperbanyak doa agar hujan yang turun senantiasa menjadi rahmat, bukan musibah.

Comment