Home / Madrasah / Suasana Hening dan Khidmat Warnai Pelaksanaan Imtihan Santri An-Nawawi
Berita Madrasah

Suasana Hening dan Khidmat Warnai Pelaksanaan Imtihan Santri An-Nawawi

Purworejo, annawawiberjan.id (02/12/2025) — Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan kembali melaksanakan rangkaian Imtihan Nishfus Sanah 1447–1448 Hm/2025–2026 M. dengan penuh kekhidmatan. Seluruh kegiatan berjalan tertib dan melibatkan santri dari jenjang MA, MTs, hingga Madrasah Diniyyah dan Robithoh.

Rangkaian dimulai pada 06–09 November dengan kegiatan istiqro’ud dirosah, yaitu proses verifikasi kitab oleh pengurus, penguji, dan panitia untuk memastikan bahwa seluruh kitab yang telah dikaji pada semester ganjil selesai secara tuntas dan tidak ada bagian yang terlewat. Tahap ini menjadi fondasi penting sebelum santri diperkenankan mengikuti ujian praktik maupun ujian akhir semester.

Pada tahap tersebut, panitia menegaskan bahwa istiqro’ud dirosah dan ujian praktik merupakan syarat mutlak bagi santri untuk dapat mengikuti imtihan nishfussanah. Setelah itu disampaikan pula adanya perubahan teknis pelaksanaan ujian tahun ini, khususnya perbedaan waktu antara unit MA–MTs dan Madrasah Diniyyah.

Kedua tahap tersebut wajib dilalui. Seluruh santri dapat mengikuti imtihan apabila kitab yang dikaji telah diteliti dan praktiknya dinyatakan tuntas. Ujar Nailul Fahmi, Ketua Panitia Imtihan Nishfussanah sekaligus Bagian Pendidikan dan Pengajaran Pondok Pesantren Putra An-Nawawi Purworejo.

Ia kemudian menambahkan,

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

Tahun ini imtihan tingkat MA dan MTs dilaksanakan pada siang hari, sementara malamnya santri tetap mengikuti kegiatan madrasah. Adapun imtihan Madrasah Diniyyah tetap dilakukan pada malam hari, dan di siang hari santri mengikuti ngaji sesuai rutinitas harian.

Memasuki 14–19 November, pesantren menyelenggarakan ujian praktik. Pada jenjang Madrasah Aliyah, santri mengikuti praktik Al-Qur’an, Qiro’atul Kitab, Wudhu, Sholat Mayyit dan Ghoib, Bilal dan Khutbah Jum’at, hingga Fidyah.

Santri Madrasah Tsanawiyah melaksanakan praktik Wudhu, Al-Qur’an dan Pegon, Tayammum dan Sholat Jama’, Qiro’atul Kitab, Sholat Subuh dan Qunut, serta Tahlil dan Doa.

Sementara itu, Madrasah Diniyyah dan Robithoh mengikuti praktik Al-Qur’an dan Qiro’atul Kitab, Tahlil Kubro, Bilal dan Khutbah Jumat, Sholat Subuh dan Qunut, Sholat Mayit dan Ghoib, Fidyah, Wudhu dan Istinja’, serta Pidato Kepanitiaan. Seluruh proses berlangsung tertib di bawah pengawasan para asatidz penguji.

Puncak kegiatan dilaksanakan pada 24 November hingga 03 Desember, yakni Imtihan Nishfus Sanah, yang menjadi ujian tertulis untuk seluruh santri. Pelaksanaan berjalan kondusif, dengan ruang kelas dipenuhi suasana hening dan keseriusan santri dalam mengerjakan soal.

Ribuan Jamaah dan Sang Cicit Hadiri Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani

Sebagai penutup, Ketua Panitia menyampaikan harapan agar rangkaian imtihan kali ini membawa manfaat bagi para santri. Secara formal, panitia berharap momentum imtihan menjadi sarana evaluasi dan peningkatan kualitas belajar. Hal tersebut kemudian ditegaskan kembali oleh Ketua Panitia secara langsung.

Semoga rangkaian kegiatan imtihan nishfussanah tahun ini dapat menjadi ajang evaluasi diri bagi seluruh santri, agar semakin meningkatkan proses belajarnya. Ungkap Nailul Fahmi.

Secara keseluruhan, rangkaian imtihan tahun ini berlangsung dengan baik dan lancar. Kedisiplinan santri serta ketelitian panitia dalam menjalankan setiap tahap kegiatan menunjukkan komitmen kuat pesantren dalam menjaga mutu pendidikan dan tradisi keilmuan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *