Home / Berita / KH. Achmad Chalwani Apresiasi Usulan DPD RI untuk Atasi Kesenjangan di Jawa Tengah Selatan
Berita

KH. Achmad Chalwani Apresiasi Usulan DPD RI untuk Atasi Kesenjangan di Jawa Tengah Selatan

Purworejo, annawawiberjan.id (07/01/2026) — Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo, KH. Achmad Chalwani Nawawi, mengapreasi penuh gagasan pengembangan Jawa Tengah Selatan (Jasela) yang diusulkan oleh Anggota DPD RI Jawa Tengah, Dr. H. Abdul Kholik.

Dalam pandangan KH. Achmad Chalwani, konsep Jasela bukan sekadar wacana pembangunan wilayah, melainkan bentuk ikhtiar nyata untuk mengangkat kawasan selatan Jawa Tengah yang selama ini tertinggal dibanding wilayah pantura. Dukungan tersebut disampaikan KH. Achmad Chalwani saat acara Pelantikan Pengurus Pusat Himpunan Alumni dan Wali Santri An-Nawawi (Himawan), yang dilaksanakan di Gedung Auditorium Institut Agama Islam An-Nawawi (IAIAN) Berjan Purworejo, Rabu.

Pada kesempatan yang sama, Abdul Kholik memaparkan konsep Jasela dengan menyoroti ketimpangan pembangunan yang signifikan antara wilayah utara dan selatan Jawa Tengah. Data kemiskinan menjadi salah satu indikator paling mencolok dari ketimpangan ini. Jika Kota Semarang mencatat angka kemiskinan sekitar 4 persen, Kabupaten Kebumen masih berada di kisaran 16,76 persen, selisih lebih dari 12 persen yang mencerminkan jurang ketimpangan antarwilayah yang sangat lebar.

Merespons paparan tersebut, KH. Achmad Chalwani menyatakan,

Konsep Jawa Tengah Selatan ini sangat cocok dan relevan. Wilayah selatan memang sudah terlalu lama tertinggal. Maka ikhtiar seperti ini harus kita dukung bersama dan kita doakan.

Pernyataan tersebut mengukuhkan komitmen pesantren dalam mendukung inisiatif pembangunan kawasan selatan.

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

Dalam paparannya, Abdul Kholik menjelaskan bahwa struktur pembangunan Jawa Tengah selama ini terlalu berorientasi ke Semarang sebagai simpul utama. Infrastruktur jalan tol, jalur ekonomi, hingga pusat layanan pemerintahan semuanya terkonsentrasi di wilayah utara, sehingga kawasan Banyumas Raya, Kedu, hingga pesisir selatan seolah menjadi “wilayah kosong” dalam peta pertumbuhan.

Jalan tol dari Jakarta ke Brebes ditarik ke Semarang, lalu ke Solo, Jogja, dan kembali ke Semarang. Kawasan selatan tidak tersentuh. Dampak ekonominya tidak pernah sampai. Ungkap Abdul Kholik menjelaskan kondisi infrastruktur yang terpusat di utara.

Ia menegaskan bahwa poros ekonomi selatan tidak realistis jika ditarik dari Semarang.

Alternatif yang lebih masuk akal adalah membangun poros selatan yang terhubung ke timur melalui Yogyakarta dan ke barat melalui Purworejo, Kebumen dan Cilacap. Tambahnya.

Konsep Jasela menempatkan tiga sektor utama sebagai motor penggerak kawasan selatan, yakni pertanian, kelautan-maritim, dan pariwisata. Di sektor kelautan, wilayah pesisir dari Pantai Jatimalang hingga Cilacap dinilai memiliki potensi besar, termasuk sumber daya ikan laut berkualitas ekspor. Namun, realitas di lapangan masih jauh dari ideal. Nelayan kecil di pesisir selatan sering kali pulang melaut dengan hasil tangkapan bernilai di bawah biaya operasional.

Ribuan Jamaah dan Sang Cicit Hadiri Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani

Abdul Kholik mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi sektor maritim di kawasan selatan.

Infrastruktur seperti breakwater rusak, dukungan balai teknis minim, dan pengelolaan maritim masih terpusat ke wilayah lain seperti Yogyakarta. Katanya.

Situasi ini semakin diperburuk dengan kondisi nelayan yang menderita.

Laut selatan sangat luas, ikannya kualitas ekspor. Tapi nelayan kita masih rugi. Pemerintah belum benar-benar hadir. Ungkap Abdul Kholik dengan nada yang penuh keprihatinan.

Bagi KH. Achmad Chalwani, pembangunan tidak hanya soal infrastruktur dan anggaran, tetapi juga soal niat, ikhtiar, dan doa. Ia menilai gagasan Jasela sebagai usaha mulia yang harus diperjuangkan secara bersama-sama.

M3AN An-Nawawi Gelar Seminar Ke-Rois-an dan Simulasi Bahtsul Masail

Usaha itu wajib. Allah memerintahkan kita untuk bergerak, bekerja, dan berikhtiar. Tapi jangan berhenti berdoa. Tutur KH. Achmad Chalwani.

Pesan moral ini mencerminkan pandangan holistik tentang pembangunan yang menggabungkan aspek material dan spiritual.

KH. Achmad Chalwani berharap konsep Jasela yang digagas dapat terus diperjuangkan hingga benar-benar terwujud dan membawa perubahan nyata bagi masyarakat selatan Jawa Tengah.

Mari kita doakan bersama-sama, semoga konsep Jawa Tengah Selatan ini bisa berhasil dan membawa kemaslahatan bagi umat. Pungkasnya, mengajak semua pihak untuk bersatu dalam doa dan upaya mewujudkan visi pembangunan tersebut.

Wilayah Jasela yang meliputi Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen, Purworejo, hingga Magelang, dinilai memiliki modal sosial, budaya, dan sumber daya alam yang kuat.

Dengan percepatan infrastruktur, konektivitas transportasi, serta penguatan sektor unggulan, kawasan selatan diyakini mampu menjadi pusat pertumbuhan baru yang tidak lagi bergantung pada wilayah utara. Visi ini menjadi harapan bersama untuk mengubah tren pembangunan yang selama ini hanya menguntungkan wilayah utara.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *