Purworejo, annawawiberjan.id (18/01/2026) — Pondok Pesantren An-Nawawi Mlilir Purworejo menyelenggarakan Tes Seleksi Calon Santri Baru untuk jenjang SMP dan SMK pada Sabtu, 18 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 168 calon santri baru yang datang dari berbagai daerah, mulai dari wilayah Jawa hingga daerah terjauh seperti Sumatra Utara dan Kalimantan Barat.
Antusiasme peserta sudah terlihat sejak pagi hari. Meski loket registrasi baru dibuka pada pukul 07.30 WIB, para calon santri beserta wali telah memadati area pondok sejak pukul 07.00 WIB. Menariknya, sejumlah peserta dari luar kota tetap hadir secara langsung untuk mengikuti rangkaian seleksi di Pondok Pesantren An-Nawawi Mlilir.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, di mana calon santri bersama wali menyerahkan berkas persyaratan berupa surat keterangan sehat, kartu peserta, serta surat bukti verifikasi. Berkas tersebut kemudian ditukarkan dengan printout data peserta sebagai bahan validasi pada saat wawancara wali santri, sekaligus penukaran test card dan co-card peserta.
Usai registrasi, peserta diarahkan menuju loket pengukuran seragam. Pada tahapan ini, calon santri mencantumkan ukuran seragam yang dibutuhkan atau mencoba langsung contoh seragam (display) yang telah disediakan oleh panitia.
Memasuki pukul 08.00 WIB, para calon santri mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA) untuk mengukur kemampuan dasar akademik. Di waktu yang bersamaan, para wali santri mengikuti wawancara wali santri bersama pengelola pondok pesantren. Wawancara ini difokuskan pada pembahasan kesiapan santri untuk mondok, pemahaman terhadap peraturan pesantren, serta pemahaman terkait pembiayaan pendidikan.
Setelah menyelesaikan TPA, calon santri melanjutkan ke tahapan tes kepesantrenan dan wawancara santri. Tes kepesantrenan meliputi kemampuan membaca Al-Qur’an, pemahaman tajwid, hafalan doa-doa ubudiyyah, serta imla’. Sementara itu, wawancara santri menggali lebih jauh mengenai alasan memilih mondok, riwayat pendidikan dan prestasi, serta motivasi dan harapan santri selama menempuh pendidikan di Pondok Pesantren An-Nawawi Mlilir.
Calon santri yang mengikuti seleksi berasal dari jenjang SMP dan SMK, dengan pilihan jurusan SMK yang tersedia, yaitu Desain Komunikasi Visual (DKV) dan DPB (Desain Produksi Busana).
Banyak wali dan santri mengaku mengetahui informasi Pondok Pesantren An-Nawawi Mlilir melalui media sosial seperti TikTok dan Instagram, serta dari website resmi pesantren. Selain itu, fasilitas pesantren yang dinilai nyaman dan representatif—seperti kamar santri menggunakan dipan dan kasur serta kamar mandi dalam dengan fasilitas modern—menjadi salah satu daya tarik utama, di samping program-program unggulan pesantren.
Pelaksanaan tes seleksi ini dilakukan secara luring (offline) bagi peserta yang berdomisili di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, serta secara daring (online) bagi peserta yang berasal dari luar daerah dan luar Pulau Jawa.
Kepala Pondok Pesantren Putra An-Nawawi Mlilir Purworejo, Rifai, menyampaikan bahwa kegiatan seleksi ini merupakan bagian dari ikhtiar pesantren dalam menyiapkan generasi masa depan yang unggul dan berkarakter.
Melalui proses seleksi ini, kami berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya kuat secara keilmuan, tetapi juga kokoh dalam akhlak dan spiritualitas. Santri An-Nawawi Mlilir diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang berdaya saing, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam. Tuturnya.
Usai mengikuti seluruh tahapan seleksi, calon santri dan wali meninggalkan area pondok pesantren. Hasil seleksi dijadwalkan diumumkan pada 25 Januari 2026 melalui website dan media resmi Pondok Pesantren An-Nawawi Mlilir Purworejo.

Comment