Purworejo, annawawiberjan.id (31/01/2026) — Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 Masehi, Asrama KH. Bisri Syansuri, Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo, menggelar rangkaian kegiatan yang sarat nilai kebersamaan, intelektualitas, dan semangat khidmah. Peringatan tersebut berlangsung sejak 21 Januari hingga 31 Januari 2026, melibatkan seluruh santri mahasiswa Asrama Bisri Syansuri.
Rangkaian Kegiatan
Kegiatan dimulai dengan Bisri Syansuri Cup, pertandingan futsal antar kamar yang digelar pada 21 Januari 2026 di GOR Sarwo Edhie Wibowo, Purworejo. Turnamen ini menjadi simbol sportivitas dan solidaritas di antara santri, sekaligus wadah penyaluran bakat olahraga. Seluruh kamar di Asrama Bisri Syansuri -mulai dari kamar A5 hingga A12- berpartisipasi dengan semangat ukhuwah dan kebersamaan.
Selain kegiatan olahraga, panitia juga menyelenggarakan lomba penulisan artikel sebagai upaya penguatan tradisi literasi dan intelektualitas di kalangan santri mahasiswa. Lomba ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kritis, kemampuan analisis, serta kontribusi pemikiran santri terhadap dinamika keilmuan dan ke-NU-an.
Pada 30 Januari 2026 pukul 13.30 WIB, dilaksanakan Musyawarah Antar Asrama yang diikuti oleh seluruh asrama putra Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan. Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi, diskusi, dan refleksi bersama dalam merawat nilai kebersamaan serta memperkuat peran santri dalam kehidupan pesantren dan masyarakat.
Puncak Acara Harlah NU ke-100
Puncak peringatan digelar pada malam 31 Januari 2026, dengan agenda lomba muhadharah antar kamar yang menampilkan kemampuan retorika, keilmuan, dan mental tampil para santri. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba.
Sambutan Panitia dan Pembina
Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Ahmad Fahrudin menyampaikan harapannya agar seluruh rangkaian perlombaan ini dapat menumbuhkan semangat kebersamaan dan solidaritas antar kamar. Ia menegaskan bahwa sebagai asrama berbasis mahasiswa, santri Asrama Bisri Syansuri diharapkan mampu berkhidmah secara optimal, baik di lingkungan pondok pesantren maupun kepada Nahdlatul Ulama.
Khidmah kami maknai sebagai bentuk kontribusi nyata. Setiap santri diharapkan mampu berkontribusi, baik untuk pondok pesantren maupun untuk NU, sesuai kapasitas dan bidangnya masing-masing. Tutur Ahmad Fahrudin.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pembina Asrama Bisri Syansuri, Bapak Mahdi Haikal. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara belajar tekun, menjaga batasan diri, dan menyempatkan waktu untuk penyegaran (refreshing). Menurutnya, kegiatan perlombaan seperti ini dapat menjadi sarana membangun semangat belajar sekaligus memperkuat komitmen khidmah santri kepada pondok pesantren dan NU.
Belajarlah dengan sungguh-sungguh, ingat batasan diri, dan jangan lupa untuk menyegarkan pikiran. Semoga rangkaian kegiatan ini menambah semangat kita dalam belajar dan berkhidmah kepada Pondok Pesantren An-Nawawi serta Nahdlatul Ulama. Ujar Mahdi Haikal.
Penutup
Melalui peringatan Harlah NU ke-100 ini, Asrama Bisri Syansuri tidak hanya merayakan usia satu abad Nahdlatul Ulama, tetapi juga meneguhkan kembali nilai khidmah tanpa batas. Tema kegiatan “Mengukuhkan Khittah Santri dalam Dinamika Mahasiswa” menjadi ikhtiar kolektif untuk terus merawat tradisi, membangun solidaritas, dan menyiapkan santri agar siap berkontribusi bagi agama, pesantren, NU, dan bangsa.
Penulis: Ahmad fahrudin
Editor: Tim Jurnalistik An-Nawawi

Comment