Purworejo, annawawiberjan.id (03/02/2026) — Dalam rangka menyongsong Haul KH. Zarkasyi ke-113, KH. Shiddieq ke-78, dan KH. M. Nawawi ke-45, Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan menyelenggarakan kegiatan khitanan massal sebagai rangkaian acara pra haul. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa Legi, 03 Februari 2026 Masehi bertepatan dengan 15 Syaban 1447 Hijriyyah, bertempat di Klinik Pratama An-Nawawi.
Khitanan massal tersebut diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari berbagai daerah. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial pesantren kepada masyarakat sekaligus upaya melestarikan tradisi keagamaan yang sarat nilai ibadah dan kemanfaatan sosial.
Ketua Yayasan An-Nawawi Berjan, Kiai Muhammad Maulana Alwi, dalam sambutan menyampaikan bahwa khitan merupakan bagian dari syariat Islam yang memiliki nilai sunnah dan meneladani ajaran para nabi. Kiai Muhammad Maulana Alwi menegaskan bahwa khitan tidak dibatasi oleh usia tertentu.
Apabila seseorang belum melaksanakan khitan meskipun sudah berusia lanjut, maka hendaknya tetap melaksanakannya. Hal ini sebagaimana meneladani Nabi Ibrahim A.S. yang melaksanakan khitan pada usia 80 tahun. Ungkap Kiai Muhammad Mualana Alwi.
Pelaksanaan khitanan massal berlangsung dengan tertib dan mendapat antusiasme dari peserta maupun keluarga yang mendampingi. Selain mendapatkan pelayanan medis, para peserta juga memperoleh pendampingan serta perhatian dari panitia dan tenaga kesehatan yang bertugas.

Salah satu peserta khitan, Ahmad Maulana Alwi, mengaku merasa bahagia setelah mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa informasi mengenai khitanan massal ini diperolehnya dari saudaranya yang ia sebut sebagai paman (Pakde).
Saya merasa senang bisa mengikuti khitanan massal ini. Saya mendapat informasi dari pakde yang menyarankan untuk ikut kegiatan ini. Ujar Ahmad Maulan Alwi.
Kegiatan khitanan massal ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi bagian dari rangkaian keberkahan dalam menyongsong haul para Masayikh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan. Selain itu, kegiatan sosial semacam ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pesantren dan masyarakat sekitar.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan dakwah Islam melalui kegiatan sosial, kesehatan, dan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Comment