Home / Berita / Metode Hisab Manual Tetap Relevan di Era Digital: Pengajian Ilmu Falak Ponpes An-Nawawi Berjan Purworejo Ciptakan Tim Hisab Profesional
Berita

Metode Hisab Manual Tetap Relevan di Era Digital: Pengajian Ilmu Falak Ponpes An-Nawawi Berjan Purworejo Ciptakan Tim Hisab Profesional

Purworejo, annawawiberjan.id (12/02/2026) — Panitia Hisab, Pengadaan, dan Pengedaran Kalender Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo menjalankan proses penghitungan kalender 2027 M/1448–1449 H dengan metode hisab pada Selasa hingga Kamis (10–12/02/2026).

Proses penghitungan kalender An-Nawawi Tahun 2027 diawali dengan sowan kepada Kiai Achmad Chalwani selaku Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo sekaligus ziarah ke makam muassis Berjan di Bulus.

Momen Tim Hisab Pondok Pesantren sowan kepada KH. Achmad Chalwani sebagai bagian dari rangkaian kegiatan hisab.

Proses hisab langsung dihitung oleh Tim Hisab An-Nawawi Berjan yang dipimpin oleh Kiai Syareat Al-Hasib dan didampingi langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Mahir Arriyadl Tersidi Pituruh Purworejo, Kiai Agus Munif bin Syaikh Maisur Sindi. Syaikh Maisur Sindi dikenal sebagai pengarang Kitab Tadrib an-Nujaba’.

Dr. Muhajir, salah satu tim hisab sekaligus dosen IAI An-Nawawi Purworejo, mengatakan bahwa meskipun teknologi digital kian canggih, metode hisab manual tetap relevan dan menjadi fondasi kuat dalam pengembangan ilmu falak di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo. Pengajian intensif di 3 MDU ini membuktikan bahwa perhitungan hisab tradisional tidak hanya lestari, tetapi juga menghasilkan santri-santri unggul yang siap berkontribusi bagi umat Islam.

Pengajian ilmu falak yang ada di Ponpes An-Nawawi Berjan menekankan pendekatan hisab manual sebagai keterampilan esensial serta bukti nyata keberhasilan pembelajaran.

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

Di era aplikasi otomatis, hisab manual melatih ketelitian, pemahaman mendalam terhadap ayat kauniyah, dan ketahanan terhadap ketergantungan teknologi. Ujarnya.

Kajian ini tidak sekadar teori. Santri diajak praktik langsung menghitung posisi hilal. Hasilnya, terbentuknya Tim Hisab An-Nawawi yang kini menjadi wujud nyata pembelajaran berkualitas. Tim ini telah sukses mendukung rukyatul hilal tingkat kabupaten dan menjadi rujukan masyarakat sekitar.

Tidak hanya menggunakan metode menghitung secara manual dengan rujukan dari kitab klasik Sulamun Nairain dan Abajadun, Tim Hisab juga menyelaraskan dengan penghitungan dari ephemeris. Hal ini disampaikan oleh Tim Hisab, Sakif Syadidal Fahmi.

Tim Hisab tengah melakukan proses penghitungan kalender.

Walaupun kita menggunakan metode klasik, tetap membandingkan dengan metode lainnya seperti ephemeris dan melalui aplikasi falak, karena kita tetap berhati-hati dan menggunakan kaidah berpijak pada kebaikan lama serta bijak dalam merespons kekinian. Uarnya.

Ketua Panitia Hisab, Pengadaan, dan Pengedaran Kalender 2027 M, Rusli Wahab Masruhan, mengatakan bahwa proses hisab kalender merupakan hasil nyata dari pembelajaran Ilmu Falak saat di bangku Madrasah Diniyyah An-Nawawi.

Ribuan Jamaah dan Sang Cicit Hadiri Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani

Kita santri An-Nawawi diajarkan metode menghitung dan menentukan hilal saat mengaji di bangku Madrasah Diniyyah An-Nawawi dengan Ilmu Falak, cara menentukan jatuhnya hilal di setiap bulan Hijriyyah. Dari adanya fan itu, kita (santri An-Nawawi) mampu membuat kalender dengan penghitungan dari ilmu yang kita dapat. Ungkap Rusli.

Prestasi ini menginspirasi pesantren lain di Jawa Tengah untuk mengadopsi model serupa. Dengan demikian, hisab manual bukan lagi warisan masa lalu, melainkan senjata andalan umat dalam menghadapi tantangan modern.

Ini bukti bahwa pendidikan falak tradisional relevan untuk zaman sekarang. Santri kami tidak hanya hafal rumus, tetapi mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata, mulai dari penentuan awal Ramadhan hingga kiblat masjid desa. Tambah Rusli.

Selain metode hisab, panitia juga mengagendakan rukyatul hilal yang akan dilaksanakan menjelang bulan Ramadhan.

Kami juga akan mengagendakan rukyatul hilal untuk memperkuat penentuan jatuhnya bulan Ramadan. Tambahnya.

M3AN An-Nawawi Gelar Seminar Ke-Rois-an dan Simulasi Bahtsul Masail

Comments

  1. yumam Kviansa says:

    Min.. kalau yang ditulis itu “Kyai Agus Munif bin kyai Maisur sindi (pengarang kitab tadribunnujaba’) ” itu seakan-akan yang mengarang kyai agus munif, alangkah baiknya ditulis kyai agus munif, putra seorang pengarang kitab tadribunnujaba’, kyai maisur sindi.. atau bagaimana monggo

    1. yumam Kviansa says:

      Tadribunnujaba’ min… bukan nujabat

    2. Baik kak, terimakasih atas sarannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *