Home / Kajian / Mengapa Lailatul Qadar Istimewa? Ini Enam Keutamaannya
Kajian

Mengapa Lailatul Qadar Istimewa? Ini Enam Keutamaannya

Lailatul Qadar merupakan salah satu anugerah istimewa yang Allah Swt. berikan kepada umat Nabi Muhammad Saw. Pada malam tersebut, nilai ibadah seorang hamba dilipatgandakan sehingga lebih utama daripada ibadah selama seribu bulan atau setara dengan sekitar 83 tahun 4 bulan.

Keutamaan ini menjadi bentuk kasih sayang Allah kepada umat Nabi Muhammad. Umat-umat terdahulu memiliki usia yang panjang sehingga memiliki kesempatan beribadah dalam waktu yang lama. Sementara itu, usia rata-rata umat Nabi Muhammad berkisar antara 60 hingga 70 tahun. Oleh karena itu, Allah memberikan kemuliaan Lailatul Qadar agar umat Nabi Muhammad tetap dapat meraih pahala yang sangat besar dalam waktu yang relatif singkat.

Seseorang yang mendapatkan Lailatul Qadar dalam satu kali Ramadhan saja berpotensi memperoleh pahala ibadah yang melampaui usia hidupnya. Terlebih lagi apabila ia dapat menjumpai dan menghidupkan malam tersebut setiap tahun dengan berbagai amal saleh.

Besarnya keutamaan malam tersebut mendorong umat Islam untuk mengetahui keistimewaan-keistimewaan yang terkandung di dalamnya. Berikut enam keutamaan Lailatul Qadar.

Malam Diturunkannya Al-Qur’an

Lailatul Qadar merupakan malam ketika Al-Qur’an pertama kali diturunkan. Para ulama menjelaskan bahwa proses turunnya Al-Qur’an terjadi dalam dua tahap.

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

Tahap pertama adalah turunnya Al-Qur’an secara keseluruhan dari Lauh Mahfuz ke Baitul Izzah yang berada di langit dunia. Peristiwa ini terjadi pada malam Lailatul Qadar. Sebagian riwayat menyebutkan bahwa malam tersebut bertepatan dengan malam ke-27 Ramadhan.

Allah Swt. berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar.”1

Rasulullah Saw. juga bersabda:

Ribuan Jamaah dan Sang Cicit Hadiri Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani

وَعَنْ النَّبيِّ -ﷺ- أنَّهُ قَالَ: «أُنْزِلَتْ صُحُفُ إِبْرَاهِيْمَ فِيْ أَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ، وَأُنْزِلَتِ التَّوْرَاةُ لِسِتٍّ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ، وَأُنْزِلَ الزَّبُوْرُ فِيْ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ، وَأُنْزِلَ الْإِنْجِيْلُ فِيْ ثَمَانِيَةَ عَشْرَةَ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ، وَأُنْزِلَ الْقُرْآنُ فِيْ لَيْلَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ»

“Shuhuf Nabi Ibrahim diturunkan pada malam pertama Ramadhan, Taurat pada malam keenam Ramadhan, Zabur pada malam kedua belas Ramadhan, Injil pada malam kedelapan belas Ramadhan, dan Al-Qur’an pada malam kedua puluh tujuh Ramadhan.”2

Tahap kedua adalah turunnya Al-Qur’an secara berangsur-angsur dari Baitul Izzah kepada Nabi Muhammad Saw. melalui Malaikat Jibril. Proses ini berlangsung selama kurang lebih 23 tahun sesuai dengan peristiwa dan kebutuhan umat saat itu. Wahyu pertama yang turun adalah lima ayat awal surah Al-‘Alaq yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Saw di Gua Hira.

Malam Penuh Keberkahan

Lailatul Qadar disebut sebagai malam yang dipenuhi keberkahan. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ

M3AN An-Nawawi Gelar Seminar Ke-Rois-an dan Simulasi Bahtsul Masail

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang penuh berkah.”3

Para ulama tafsir menjelaskan bahwa keberkahan tersebut mencakup limpahan rahmat, ampunan, serta pahala yang berlipat ganda bagi setiap amal ibadah yang dilakukan pada malam itu.

Malam Penetapan Berbagai Urusan.

Pada malam Lailatul Qadar, Allah Swt. memberitahukan kepada para malaikat mengenai berbagai ketetapan yang akan terjadi pada makhluk-Nya dalam satu tahun ke depan.

Hal tersebut meliputi berbagai peristiwa kehidupan manusia seperti kelahiran, kematian, rezeki, kesehatan, musibah, dan berbagai ketentuan lainnya.
Sebagaimana firman Allah Swt.:

فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيْمٍ

“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.”4

Para ulama tafsir seperti Imam Al-Qurthubi dan An-Nasafi menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan bahwa berbagai ketetapan tahunan disampaikan kepada para malaikat pada malam tersebut.

Amal Ibadah Lebih Baik Daripada Seribu Bulan.

Salah satu keistimewaan terbesar Lailatul Qadar adalah nilai amal ibadah pada malam tersebut yang melebihi ibadah selama seribu bulan.

Allah Swt berfirman:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”5

Para ulama menjelaskan bahwa seribu bulan setara dengan sekitar 83 tahun lebih. Dengan demikian, seseorang yang menghidupkan Lailatul Qadar dengan ibadah akan memperoleh pahala yang sangat besar melebihi umur rata-rata manusia.

Turunnya Para Malaikat ke Bumi.

Pada malam Lailatul Qadar, para malaikat turun ke bumi dalam jumlah yang sangat banyak. Mereka turun bersama Malaikat Jibril untuk membawa rahmat, keberkahan, serta mendoakan orang-orang yang beribadah.

Allah Swt. berfirman:

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

“Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”6

Rasulullah Saw. bersabda:

إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ الْقدْرِ نَزَلَ جِبْرِيْلُ فِيْ كَبْكَبَةٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ يُصَلُّوْنَ وَيُسَلِّمُوْنَ عَلَى كُلِّ عَبْدٍ قَائِمٍ أَوْ قَاعِدٍ يَذْكُرُ اللّٰهَ عَزَّ وَجَلَّ فَيَنْزِلُوْنَ مِنْ لَدُنْ غُرُوْبِ الشَّمْسِ إِلَى طُلُوْعِ الْفَجْرِ

“Apabila datang malam Lailatul Qadar, Malaikat Jibril turun bersama rombongan malaikat. Mereka mendo’akan dan mengucapkan salam kepada setiap hamba yang berdiri atau duduk berzikir kepada Allah. Mereka turun sejak terbenam matahari hingga terbit fajar.”7

Malam Penuh Keselamatan Hingga Terbit Fajar

Lailatul Qadar juga merupakan malam yang dipenuhi keselamatan, ketenangan, dan keberkahan bagi orang-orang yang beribadah kepada Allah.

Allah Swt berfirman:

سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.”8

Para ulama menjelaskan bahwa pada malam tersebut setan tidak dapat mengganggu orang-orang yang sedang beribadah dan melakukan ketaatan.

Lailatul Qadar terjadi sekali dalam setiap tahun pada bulan Ramadhan. Namun waktu pastinya tidak diberitahukan secara pasti. Rasulullah Saw. menganjurkan umat Islam untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Beliau bersabda:

ٱلْتَمِسُوْهَا فِيْ العَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.”9

Dirahasiakannya waktu pasti Lailatul Qadar mengandung hikmah agar umat Islam bersungguh-sungguh menghidupkan seluruh malam di bulan Ramadhan dengan berbagai ibadah, seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan memperbanyak do’a.

Dengan demikian, diharapkan setiap muslim dapat meraih keberkahan malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan.

Catatan Kaki:

  1. QS. Al-Qadr: 1. ↩︎
  2. HR. Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi, dan lainnya. ↩︎
  3. QS. Ad-Dukhan: 3. ↩︎
  4. QS. Ad-Dukhan: 4. ↩︎
  5. QS. Al-Qadr: 3. ↩︎
  6. QS. Al-Qadr: 4. ↩︎
  7. HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman dan As-Suyuthi dalam Al-Jami’ Al-Kabir. ↩︎
  8. QS. Al-Qadr: 5. ↩︎
  9. HR. Al-Bukhari. ↩︎

Comments

  1. optik.ru says:

    References:

    Betsson Casino Einzahlung optik.ru

  2. References:

    Circus Casino Bonus ohne Einzahlung https://s3.amazonaws.com/

  3. newhydro.ru says:

    References:

    Tipico Casino Bonus ohne Einzahlung newhydro.ru

  4. ikonet.com says:

    References:

    Bwin Casino Bonus ohne Einzahlung ikonet.com

  5. jobteck.com says:

    References:

    Beef Casino Erfahrungen jobteck.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *