Ramadhan, engkau menyelinap dalam hening yang paling rahasia,
meninggalkan jejak sunyi pada sepertiga malam yang kian renta.
Sang Anugerah Agung, pembawa lentera berkah dan samudra cahaya,
kini kau lekas pulang, melampaui jemari ringkih yang gagal mendekap-Mu.
Ya Rabb...masihkah tersisa setitik ampunan di balik tirai kuasa-Mu yang maha luas?
sedang aku hanyalah hamba yang lalai, membiarkan waktu-Mu menguap tanpa makna.
Sujudku yang terbata dalam ketergesaan,
serta lantunan ayatku yang kini kian sunyi, terasing di antara debu penyesalan.
Kini sesak merajai dada;
menyadari diri ini hanyalah noda yang terurai duka.
Nuraniku masih haus akan teduhnya sujud di dekap-Mu,
rindu pada sucinya lapar yang menempa syukur di palung kalbu,
rindu pada tenang yang kau bawa, rindu akan rengkuhan ampunan-Mu yang tak bertepi.
Terima kasih, Ramadhan.
Semoga takdir mempertemukan kita kembali.
Penulis: Alifia Nur Putri

Comment