Home / Kajian / Syawwal Penuh Makna: Keutamaan Terjaga, Sejarah Pun Tak Terlupa
Kajian

Syawwal Penuh Makna: Keutamaan Terjaga, Sejarah Pun Tak Terlupa

Makna Bulan Syawwal

Bulan Syawwal terletak di antara bulan Ramadhan dan Dzulqo’dah. Bulan ini merupakan bulan ke sepuluh dalam kalender Hijriyyah dan menjadi salah satu bulan yang penuh keutamaan dalam Islam.

Kata Syawwāl (شَوَّالُ) juga berasal dari kata Syāla (شَالَ) yang memiliki arti irtafa’a (اِرْتَفَعَ) yakni meningkatkan, maka dari itu ada juga yang mengartikan sesuai dengan konteks bulan peningkatan amal.

Lalu apa saja sih penjelasan selanjutnya sehingga membuat bulan Syawwal ini salah satu bulan yang Istimewa?

Keistimewaan Bulan Syawwal

Saking istimewanya bulan Syawwal banyak sekali julukan pada bulan keistimewaan ini, dalam kalender Islam kita mengetahui bulan Syawwal sering dijuluki dengan bulan pernikahan karena Rasullullah Saw. beberapa kali melangsungkan pernikahannya dibulan Syawwal.

Namun lebih dari sekedar itu ada banyak julukan Istimewa lainnya seperti:

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

  1. Bulan kembalinya fitrah, dimana setiap manusia yang menjalankan ibadahnya dibulan Ramadhan maka dia akan disucikan dan diampuni dari segala dosa.
  2. Bulan silaturahmi, selain dari tradisi lebaran silaturahmi memberikan kesempatan setiap kita untuk saling memaafkan.
  3. Bulan ketakwaan, ini adalah hal yang terpenting, ketika kita berusaha lebih baik di bulan Ramadhan maka kita tidak boleh begitu saja meninggalkan kualitas ibadah yang kita tingkatan di bulan Ramadhan.

Bulan Syawwal adalah penentuan kualitas ibadah, jika ibadah pada bulan Ramadhan belum sempurna maka kita juga bisa menyempurnakannya di bulan Syawwal.

Peristiwa Penting di Bulan Syawwal

Beberapa peristiwa yang terjadi di bulan Syawwal yaitu:

Anjuran Lisan Untuk Berpuasa Syawwal

Dari Abu Ayyub radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Saw. bersabda:

‎مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Siapa yang melakukan puasa Ramadhan lantas ia ikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, maka itu seperti berpuasa setahun.”1

Ribuan Jamaah dan Sang Cicit Hadiri Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani

Imam An-Nawawi menegaskan, hadis ini merupakan dalil yang jelas bagi mazhab Syafi’i, Ahmad, Dawud dan orang-orang yang sependapat dengan mereka dalam anjuran puasa enam hari bulan Syawwal.

Teknis pelaksanaannya, dapat dijalani persis setelah Idul Fitri secara berurutan atau memisahkannya pada awal, tengah, dan akhir Syawwal.2

Mayoritas ulama merasionalisasi keutamaan pahala puasa satu tahun berdasarkan lahiriah ayat ke-160 dari surat Al-An’am. Allah Swt. berfirman: 

  ‎مَن جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَاۖ

“Siapa yang berbuat kebaikan, dia akan mendapat balasan sepuluh kali lipatnya.”3

M3AN An-Nawawi Gelar Seminar Ke-Rois-an dan Simulasi Bahtsul Masail

Menurut Imam Al-Qurthubi, kebaikan yang dimaksud adalah keimanan artinya, siapapun yang bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah, maka ketika dia beramal kebaikan di dunia, dia akan mendapatkan 10 kali lipat pahala kebaikan tersebut.

Sehingga hitung-hitungannya, ketika seseorang berpuasa satu bulan Ramadhan setara dengan berpuasa 10 bulan dan berpuasa Syawwal sebanyak enam hari setara dengan dua bulan berpuasa.4

Pernikahan Rasulullah Saw. Dengan Aisyah RA

Pernikahan ini berlangsung atas petunjuk dari Allah Swt. melalui malaikat Jibril. Peristiwa ini menjadi salah satu dalil bahwa bulan Syawwal adalah waktu yang baik untuk menikah.

Perang Uhud

Tentang peristiwa Uhud ini, Allah menurunkan 60 ayat dalam surah Ali Imran:

‎وَإِذْ غَدَوْتَ مِنْ أَهْلِكَ تُبَوِّئُ ٱلْمُؤْمِنِينَ مَقَٰعِدَ لِلْقِتَالِ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu akan menempatkan para mukmin pada beberapa tempat untuk berperang. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”5

Perang Khandak

Perang Khandaq terjadi pada tahun ke-5 Hijriyyah. Dalam peristiwa ini, umat Islam menggunakan strategi menggali parit untuk melindungi kota Madinah.

Strategi ini terbukti efektif dan menjadi salah satu taktik perang yang terkenal dalam sejarah Islam. Perang ini disebut juga Perang Ahzab karena ada beberapa suku yang bersekutu melawan kaum muslimin. Allah Swt. memberi pertolongan kepada kaum muslimin di mana disebutkan dalam ayat,

‎وَٱللَّهُ غَالِبٌ عَلَىٰٓ أَمْرِهِۦ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.”6

Perang Hunain

Perang Hunain terjadi pada tahun ke-8 Hijriyyah setelah penaklukan Mekah. Dalam perang ini, umat Islam sempat mengalami kesulitan di awal, tetapi akhirnya berhasil meraih kemenangan.

Pada perang ini kaum muslim menghadapi suku Hawazin dan suku Tsaqif, yaitu dua suku yang tinggal sebelah timur laut Mekah yang khawatir akan diserang pihak muslim juga setelah Fathul Makkah.

Perang Thaif

Perang ini merupakan lanjutan dari perang Hunain. terjadi pada bulan Syawwal tahun 8 Hijriyyah setelah meletusnya perang Hunain. Dalam pertempuran ini, umat Islam menggunakan berbagai strategi, termasuk alat perang seperti pelempar batu. Peristiwa ini menunjukkan perkembangan strategi militer dalam sejarah Islam.

Perang Bani Sulaim

Perang ini terjadi pada tahun kedua Hijriyyah. Rasulullah Saw. memimpin pasukan untuk menghadapi Bani Sulaim dan Gathafan. Dalam pertempuran ini, musuh melarikan diri dan meninggalkan harta mereka.

Lahir dan Wafatnya Imam Bukhari

Imam Bukhari adalah salah nama imam terbesar yang tersohor dan tak asing di seluruh dunia. Ia memiliki kontribusi yang besar dalam ilmu pengetahuan terutama dalam bidang ilmu hadis.

Imam Bukhari dilahirkan pada tanggal 13 bulan Syawwal 194 Hijriyyah dan begitupun wafat pada 1 Syawwal tepatnya pada malam Idul fitri.

Penaklukan Mada’in Sebagai Ibukota Imperium Persia

Peristiwa ini terjadi pada bulan Syawwal tahun ke-14 Hijriyyah dimana Amirul Mukminin Umar bin Khattab berhasil menaklukkan Madyan di bulan Syawwal lengkap dengan istana Raja Parsi yang dikenal dengan nama lainnya yaitu Istana Putih.

Lalu Tradisi atau Kebiasaan Apa Saja Yang Harus Kita Bangun di Bulan Syawwal?

Keistimewaan bulan Syawwal tidak hanya selalu didapatkan dari julukan dan peristiwa besar yang ada, terlepas dari hal itu ada beberapa amalan sunah atau kebiasaan dan tradisi yang dapat membuat bulan Syawwal lebih Istimewa lagi bagi setiap individunya, seperti:

  • Melanjutkan Qiyamul lail yang sering dilakukan pada bulan Ramadhan.
  • Melanjutkan tadarus Al-Quran.
  • Meningkatkan kualitas shalat 5 waktu.
  • Memperbanyak puasa sunah.
  • Memperbanyak sedekah dan memperbanyak ibadah-ibadah lainnya yang menunjukan ketaatan kita kepada Allah Swt.

Bulan Syawwal adalah bulan yang penuh keutamaan dan makna. Tidak hanya sebagai penutup Ramadhan, Syawwal juga menjadi awal perjalanan spiritual yang baru bagi umat Islam. Dari anjuran puasa enam hari, mempererat silaturahmi, hingga berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam, semuanya menunjukkan bahwa Syawwal memiliki nilai yang sangat besar.

Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk memanfaatkan bulan Syawwal dengan sebaik-baiknya. Jadikan bulan ini sebagai momentum untuk menjaga konsistensi ibadah dan meningkatkan kualitas diri.

Semoga kita semua dapat mengisi bulan Syawwal dengan amal-amal terbaik dan meraih keberkahan di dalamnya.

Catatan Kaki:

  1. HR. Muslim, no. 1164. ↩︎
  2. Imam An-Nawawi, Al-Minhaj fi Syarh Shahih Muslim bin Hajjaj (Oman: Baitul Afkar Ad-Dauliyah, 2000), hlm. 723. ↩︎
  3. QS. Al-An‘ām [6]: 160. ↩︎
  4. Imam Al-Qurtubi, Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān (Beirut: Mu’assasah al-Risālah, 2006), jil. 9, hlm. 136. ↩︎
  5. QS. Āli ‘Imrān [3]: 121. ↩︎
  6. QS. Yūsuf [12]: 21. ↩︎

Sumber Referensi:

  1. islam.nu.or.id.
  2. fis.uii.ac.id

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *