Home / Madrasah / Semarak Festival Muhafadhoh: Ikhtiar Lestarikan Tradisi Keilmuan Menuju Akhirussanah ke-47 Pondok Pesantren An-Nawawi
Berita Madrasah

Semarak Festival Muhafadhoh: Ikhtiar Lestarikan Tradisi Keilmuan Menuju Akhirussanah ke-47 Pondok Pesantren An-Nawawi

Purworejo, annawawiberjan.id (12/06/2026) Suasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti halaman Gedung Wisma Kamaliyah Pondok Pesantren An-Nawawi, Berjan, Purworejo. Ratusan santri dengan seragam kompak bernuansa hijau-putih tampak berjejer rapi di atas panggung megah yang berlatarkan sorot lampu hijau estetis. Mereka tengah mengikuti perhelatan akbar tahunan, yaitu Festival Muhafadhoh. Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian agenda besar menyambut Khataman Akhirussanah ke-47 Pondok Pesantren An-Nawawi.

Festival Muhafadhoh merupakan panggung apresiasi sekaligus ajang unjuk konsistensi para santri dalam menjaga hafalan nadhom-nadhom kitab kuning keagamaan yang menjadi ciri khas pesantren. Tidak sekadar menghafal, para peserta dituntut untuk menunjukkan keaktifan, keselarasan, serta kekompakan yang tinggi dalam melantunkan bait-bait nadhom secara klasikal di hadapan para juri dan seluruh santri yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Yayasan An-Nawawi Berjan Purworejo, K.H.R. M. Maulana Alwi, menyampaikan rasa syukur yang tak terhingga atas konsistensi penyelenggaraan Festival Muhafadhoh yang terus berkembang dari tahun ke tahun.

K.H.R. M. Maulana Alwi menekankan bahwa setiap pelaksanaan festival selalu dibarengi dengan evaluasi yang komprehensif. Dari berbagai proses evaluasi tersebut, lahir beberapa kebijakan baru yang sengaja diterapkan.

Kebijakan-kebijakan ini dirancang secara dinamis demi mengikuti perkembangan zaman dan meningkatkan kualitas acara, namun tetap memegang teguh prinsip utama pesantren, yaitu sama sekali tidak menghilangkan esensi dasar dan kesakralan dari proses muhafadhoh itu sendiri.

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

Alhamdulillah pada malam hari ini kita dapat bersama-sama mengikuti festival muhafadhoh yang selama bertahun-tahun diselenggarakan bersamaan dan berurutan atau hampir satu waktu dengan ikhtitam Khataman Akhirussanah. Namun karena nenyesuaikan dengan kondisi dan situasi dari tahun ke tahun melalui rapat evaluasi, kemudian kita sama-sama menemukan kebijakan baru atau menata ulang rangkaian acara ikhtitam akhirussanah, tanpa mengurangi kesakralan muhafadhoh. Jelas Kiai Maulana Alwi.

Lebih lanjut, K.H.R. M. Maulana Alwi menyelipkan nasihat spiritual dan motivasi kepada para santri. K.H.R. M. Maulana Alwi berharap dan berdo’a agar jerih payah para santri dalam menghafal bait demi bait nadhom tidak berhenti sebagai hafalan di lisan saja, melainkan mampu meresap ke dalam dada menjadi ilmu yang bermanfaat serta dapat diamalkan secara nyata di masa yang akan datang.

Sebagai pelecut semangat dalam menuntut ilmu, Ketua Yayasan An-Nawawi mengutip salah satu bait kaidah legendaris dari Nadhom Al-Imriti yang berbunyi:

مِنَ اْلـمـُضَافِ اَسْقِطِ التَّنْوِيْنَ * اَوْنُــوْنَــهُ كَــأَهْلُكُــــمْ اَهْلُــوْنَا

Bukan hanya bersanding dengan orang yang berilmu, namun kita sendiri tidak memiliki ilmu. Selayaknya seseorang yang ingin mendapatkan kemuliaan, tetapi kita harus berusaha, berpayah-payah, dan berjuang keras dengan potensi yang kita miliki agar benar-benar layak bersanding dengan orang-orang berilmu. Tegas Ketua Yayasan An-Nawawi.

Ketua Yayasan An-Nawawi sekaligus pembina Pondok Pesantren An-Nawawi ini juga mendo’akan agar segala bentuk perjuangan dan kelelahan para mustahiq-mustahiqoh bersama guru fan dalam menyukseskan dan membantu anak-anaknya bisa mendapatkan balasan pahala yang besar dan berlipat ganda dari Allah Swt, serta menjadi wasilah agar para santri terus istiqamah melanjutkan hafalan-hafalan kitab yang lebih tinggi.

Ribuan Jamaah dan Sang Cicit Hadiri Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani

Tentu kami juga mengapresiasikan sekali kepada para mustahiq-mustahiqoh bersama guru fan dalam mensukseskan muhafadhoh tahun ini, menemani, membimbing, memberikan arahan kepada para santri sehingga dapat menampilkan hafalannya pada malam hari ini. Mudah-mudahan jeri payah mustahiq mustahiqoh, para ustadz-ustadzah mendapatkan balasan yang besar dari Allah Swt. dan tentu para santri semua dapat melanjutkan hafalan-hafalan yang lebih tinggi dan lebih luas lagi. Terang Kiai Maulana Alwi.

Festival Muhafadhoh ini juga diambil kejuaraan sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi kepada para santri. Berdasarkan penilaian dewan juri yang akumulatif dan ketat dengan menitikberatkan pada aspek keaktifan serta kekompakan, berikut adalah daftar kelas yang berhasil meraih predikat juara pada Festival Muhafadhoh tahun ini:

NoJuaraKelasTotal Nilai
1Juara 14 MADIN1.559
2Juara 2MAPK Banat1.542
3Juara 3MAPK Banin1.481
4Juara Harapan 11&2 MDR Banat1.442
5Juara Harapan 21&2 MDR Banin1.426
6Juara Harapan 311 Aliyah Banin1.355

Acara Festival Muhafadhoh ini, kemudian ditutup secara resmi oleh Ketua Yayasan An-Nawawi dengan pembacaan Ummul Kitab (Surah Al-Fatihah) secara bersama-sama, dilanjutkan dengan lantunan do’a kebaikan untuk keberkahan Pondok Pesantren An-Nawawi, para guru, para santri, serta seluruh umat muslim.

M3AN An-Nawawi Gelar Seminar Ke-Rois-an dan Simulasi Bahtsul Masail

Comment

  1. 1xbet says:

    [2986]1xbet লগইন ও অ্যাপ ডাউনলোড | বিকাশ দিয়ে ক্যাসিনো ডিপোজিট,1xbet লগইন করার নিয়ম জানুন এবং অ্যাপ ডাউনলোড করুন। বিকাশ দিয়ে ক্যাসিনো ডিপোজিট ও অনলাইন স্লট গেম খেলার নিয়ম শিখুন। আজই জয়েন করুন। visit: 1xbet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *