Home / Pondok / Rapat Asatidz Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Bahas Program Pendidikan, Kiai Achmad Chalwani Tekankan Pentingnya Muthala’ah Sebelum Mengajar
Artikel Kajian Masyayikh Pondok

Rapat Asatidz Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Bahas Program Pendidikan, Kiai Achmad Chalwani Tekankan Pentingnya Muthala’ah Sebelum Mengajar

Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo menggelar Rapat Asatidz pada Jumat (17/7/2026) di Gedung TQN Banjaran, Gebang, Purworejo. Agenda rapat meliputi penyampaian program pendidikan sekaligus pengarahan dari pengasuh.

Dalam arahannya, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Kiai Achmad Chalwani, mengingatkan seluruh asatidz agar senantiasa mempersiapkan diri sebelum memasuki kelas. Menurutnya, persiapan tersebut dilakukan melalui muthala’ah sebagai bekal dalam menyampaikan materi kepada santri.

Saya minta asatidz kalau mengajar jangan lupa muthala’ah, ujar Kiai Chalwani.

Pada kesempatan tersebut, Kiai Chalwani juga menyampaikan bahwa seorang pendidik perlu memiliki tiga bekal dalam mengajar, yaitu ikhlas, siap, dan muthala’ah.

Kalau mengajar itu konsepnya ikhlas, siap, dan harus muthala’ah, karena kalau tidak muthala’ah yang menjadi korban adalah santri, pesan Kiai Chalwani.

Untuk menjelaskan pentingnya muthala’ah, Kiai Chalwani menceritakan kisah Kiai Dimyati Termas. Ia mengisahkan bahwa seusai bepergian, Kiai Dimyati hendak mengajar Kitab Fathul Qarib setelah salat Isya. Namun, sebelum memulai pengajian, beliau terlebih dahulu melakukan muthala’ah.

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

Aku prei sek, aku durung muthala’ah, tutur Kiai Dimyati Termas sebagaimana dikisahkan Kiai Chalwani.

Kiai Chalwani juga mengajak seluruh asatidz untuk membiasakan musyawarah apabila menemui materi yang belum dipahami.

Siro tak jaluk takon karo kancane nek ora paham. Ojo ninggal musyawarah lan muthala’ah, tegas Kiai Chalwani.

Ucapan tersebut berarti, “Saya minta kalian bertanya kepada teman apabila belum memahami materi. Jangan meninggalkan musyawarah dan muthala’ah.”

Ribuan Jamaah dan Sang Cicit Hadiri Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani

Di akhir pengarahan, Kiai Chalwani mengingatkan para asatidz agar senantiasa mengamalkan doa-doa yang telah diijazahkan oleh para masyayikh. Salah satunya ialah doa Nabi Musa yang beliau terima sebagai ijazah dari Kiai Yasin Blitar:

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Selain itu, Kiai Chalwani mengajak para asatidz membiasakan membaca Surah Al-Fatihah dan menghadiahkan pahalanya kepada para santri sebelum memulai pembelajaran.

Rapat Asatidz ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kiai Chalwani. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda pembinaan asatidz dalam menyambut pelaksanaan pembelajaran di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan.

M3AN An-Nawawi Gelar Seminar Ke-Rois-an dan Simulasi Bahtsul Masail

Comment

  1. primo says:

    [1460]Primo Official Login | Fast Payout GCash Casino Slots PH,Access primo for the best GCash casino slots. Download the app for easy mobile play and discover winning baccarat strategies. Join now for fast payouts in PH! visit: primo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *