Uzbekistan — Institut Agama Islam (IAI) An-Nawawi Purworejo memperkuat kerja sama akademik dengan Imam Bukhari International Scientific Research Center, Uzbekistan, melalui pertemuan delegasi kedua institusi. Kerja sama tersebut mencakup bidang pendidikan Islam, penelitian, dan pertukaran keilmuan.
Agenda internasional tersebut diikuti oleh 55 anggota delegasi dari Indonesia. Delegasi IAI An-Nawawi Purworejo dipimpin langsung oleh Rektor IAI An-Nawawi, Hj. Khoirun Nisa’, dengan didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Sahlan. Kegiatan ini turut dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo sekaligus Rais Aly Jam’iyah Ahli Thariqoh AL-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN), Kiai Achmad Chalwani, serta Ketua Yayasan An-Nawawi Berjan Purworejo, Kiai Muhammad Maulana Alwi.
Sementara itu, pihak Uzbekistan diwakili oleh jajaran pimpinan lembaga yang terlibat dalam penandatanganan dan forum diskusi. Imam Bukhari International Scientific Research Center diwakili Director Prof. Shovosil Ziyodov bersama Deputy Director Assoc. Prof. Dr. Otabek Mukhammadiev. Adapun Naqsabandi International Scientific Research Center diwakili Executive Director Dr. Muhammadjon Atoev.
Dalam pertemuan tersebut, Rektor IAI An-Nawawi Purworejo, Hj. Ashfa Khoirun Nisa’, menyampaikan bahwa karakter IAI An-Nawawi terletak pada integrasi tradisi pesantren dengan pendidikan tinggi dan kajian akademik kontemporer.
What makes our institution distinctive is that we are proud of our tradition while providing modern higher education and engaging with contemporary academic scholarship. Ujar Rektor
Artinya, “Hal yang menjadi ciri khas institusi kami adalah kami bangga terhadap tradisi kami, sembari menyediakan pendidikan tinggi modern dan terlibat dalam kajian akademik kontemporer.”
Menurut Hj. Ashfa tadisi pesantren dan khazanah keilmuan Islam klasik tetap menjadi bagian dari pendidikan di IAI An-Nawawi, sekaligus dipadukan dengan referensi akademik kontemporer.
This integration between the pesantren tradition and higher education is one of the characteristics we are proud to bring into our academic cooperation. Ungkap Rektor
Artinya, “Integrasi antara tradisi pesantren dan pendidikan tinggi merupakan salah satu karakteristik yang kami banggakan untuk dibawa dalam kerja sama akademik kami.”
Rektor menyampaikan bahwa kerja sama dengan Imam Bukhari International Scientific Research Center diharapkan dapat memperluas hubungan akademik kedua lembaga.
We would like to establish academic cooperation between IAI An-Nawawi and the Bukhari International Scientific Research Center and strengthen partnership in the areas of Islamic education, research, and exchange of Islamic scholarship. Pesan Rektor
Artinya, “Kami ingin membangun kerja sama akademik antara IAI An-Nawawi dan Bukhari International Scientific Research Center serta memperkuat kemitraan dalam bidang pendidikan Islam, penelitian, dan pertukaran keilmuan Islam.”
Sementara itu, Prof. Shovosil Ziyodov dari Imam Bukhari International Scientific Research Center menyambut kedatangan delegasi IAI An-Nawawi Purworejo. Ia berharap kunjungan tersebut menjadi awal kolaborasi yang berkelanjutan antara kedua institusi.
Kami berharap kunjungan hari ini menjadi awal kolaborasi yang diberkahi, panjang, dan bermanfaat serta memperkuat ikatan persaudaraan dan kebersamaan intelektual antara institusi kita. Ujar Prof. Shovosil Ziyodov dari Interpreter
Dalam sambutannya, Prof. Shovosil Ziyodov juga mengawali pemaparannya dengan hadis Nabi Muhammad saw. tentang kedudukan hati sebagai pusat kendali manusia.
Ketahuilah, di dalam jasad terdapat segumpal daging. Apabila ia baik, maka baiklah seluruh jasad. Dan apabila ia rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, ia adalah hati. Ungkap Prof. Shovosil Ziyodov
Hadis yang diriwayatkan Imam al-Bukhari dan Imam Muslim tersebut disampaikan untuk menjelaskan keterkaitan kondisi batin dengan amal lahiriah manusia.
Pada sesi berikutnya, Kiai Achmad Chalwani menyampaikan bahwa kunjungan ke kompleks Imam Bukhari tidak hanya menjadi bagian dari agenda kelembagaan, tetapi juga dimaknai sebagai bentuk penghormatan kepada ulama.
Kami semuanya datang ke sini semata-mata akan minta barokah dari para ulama besar, para wali-wali, lebih-lebih Habib Imam Bukhari. Ujar Kiai Chalwani
Kiai Achmad Chalwani juga menyampaikan kedekatannya dengan tradisi pembacaan Sahih al-Bukhari. Ia mengungkapkan bahwa kitab tersebut kerap dibaca dan mengaitkannya dengan nasihat gurunya, Syekh al-‘Arif Billah Ahmad Abdul Haq Dalhar Watucongol sebagai do’a wasilah untuk menanggulangi bencana alam.
Saya sering baca Kitab Bukhari juga. Sahihul Bukhari sering kita baca. Menurut guru kami, al-Mursyid wal-Khalifah Tarekat Sādziliyah, Syekh al-‘Arif Billah Ahmad Abdul Haq Dalhar Watucongol, beliau mengatakan kalau sering baca Sahih Bukhari ini bisa untuk menanggulangi bencana alam.
Selain Sahih al-Bukhari, Kiai Achmad Chalwani menyebut Hizib Bukhari dalam penjelasannya mengenai tradisi keagamaan yang diwariskan para ulama.
Untuk menanggulangi bencana akidah, bacalah Hizib Bukhari.
Dalam penjelasan selanjutnya, Kiai Achmad Chalwani mengutip pandangan Syekh Abdullah asy-Sya’rani mengenai keberadaan malaikat di makam para wali dan ulama serta kaitannya dengan doa orang yang berziarah.
Sungguh Allah itu menaruh seorang malaikat di tiap-tiap kuburan, di tiap-tiap makam para wali, termasuk Imam Bukhari dan sebagainya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video profil dan aktivitas IAI An-Nawawi Purworejo, prosesi Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua institusi, serta kunjungan ke kompleks Imam al-Bukhari.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya IAI An-Nawawi Purworejo memperluas jejaring akademik internasional sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam pendidikan, penelitian, dan pertukaran keilmuan Islam.
Penulis: Robingaatuz Zahra

Comment