Pagi Itu, langit begitu cerah, sejurus kemudian berubah mendung kemudian hujan. Seperti waktu yang berjalan lebih cepat dari berlari.
Sekilas cahaya lewat lari ke barat, kita sudah berada di Abad 21, zaman yang sudah keriput. Tua!
Sementara jauh hari sebelumnya, kehidupan manusia di akhir zaman ini sudah dibaca dengan seksama oleh para pendahulu.
Kualitas manusia telah diraba dengan cermat berbalut kasih sayang oleh para nabi.
![]() |
| KH Achmad Chalwani Musryid Thoriqoh Qodiriyyah Wan Naqsyabandiyyah Berjan Purworejo Jawa tengah |
Atas nama cinta, Nabi telah berjuang sekuat tenaga untuk menyelamatkan para umatnya, salah satu jejak yang tersimak ada di bulan Rajab. Percakapan bersejarah ketika Nabi Muhammad SAW mendapat perintah untuk menjalankan rukun Islam yang kedua itu juga mengabadikan kepedulian Nabi Musa AS dalam peristiwa Isra’ Mi’raj.
Semuanya itu terkuak begitu gamblang dalam pengajian rutin jamaah Toreqoh Qodiriyyah wan Naqsyabandiyyah di Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nawawi Berjan, Gebang, Purworejo, Ahad (12 Ferbuari 2023).
Pengajian kali ini memang memiliki nuansa yang cukup berbeda. Banyak diantara mereka yang rawuh (hadir) adalah orang-orang yang sudah berumur. Bahkan sebagian diantaranya yakni para badal yang sering membantu Pengasuh Ponpes An-Nawawi Berjan KH. Achmad Chalwani berdakwah.
Tiba saatnya, jarum jam menunjukkan pukul 10.00 WIB. Sang Mursyid naik ke mimbar, mengenakan pakaian dan kopiah serba putih, berhias surban hijau di pundak kirinya, wajahnya begitu teduh mengayomi. Senyumnya terlihat berseri di depan para jamaah dan kamera yang siap memancarkan acara pengajian rutin itu secara langsung di laman Youtube KH. Ahmad Chalwani.
Sebelas ayat Al-Quran dibaca, kemudian tausiah dimulai;
“Semua yang hadir pantas bersyukur, karena pengajian kali ini bertepatan dengan bulan Rajab. Seperti pernah saya sampaikan sekilas sebelumnya, banyak hikmah yang bisa dipetik dalam peristiwa Isra’ Mi’raj”
Secara tersirat,
Ada dialog antara Nabi Muhammad SAW dan Nabi Musa AS yang begitu epik, ihwal tawar menawar jumlah beribadah bagi umat muslim dalam sehari semalam. Nabi Musa AS memiliki jasa besar. Menghitung jarak waktu, merekatkan riwayat dan menghitung kemampuan umat nabi Muhammad SAW yang hidup di zaman akhir.
Hingga dalam perjalanan pulang, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Musa AS.
Nabi Muhammad SAW pun mengambil masukan itu, kembali menemui Allah SWT untuk meminta kemurahan.
Begitu kembali dan bertemu nabi Musa AS, beliau ditanya kembali;
Dikisahkan, dalam peristiwa Isra’ Mi’raj, Nabi Muhammad SAW sampai bolak-balik genap sembilan kali menemui Allah SWT.
“Maka rembugan itu penting, ojo dumeh duwe hak (jangan mentang-mentang sudah memiliki hak memimpin masing-masing umatnya).
“Pertanyaannya adalah, setelah hanya diberi tugas menjalankan ibadah sholat 5 kali sehari semalam. Sikap umat yang paling wajar adalah bagaimana meningkatkan kadar kualitasnya,”
Meningkatkan kualitas sholat itu ada dua cara, pertama sholat berjamaah dan kedua wiridan.
“Sak temene macan mangan wedus kan mental ijen (ketika ada kambing terpisah sendiri di sawah dan ketemu harimau, maka dengan diterkam dan dimakannya). Berbeda jika berada dalam sekumpulan, harimau bakal bingung akan memakan kambing yang mana,”
“Contohnya pengajian ini, macan mau makan yang gendut bingung, sebab yang gendut tidak hanya satu. Mau makan yang mengantuk, juga pusing, karena yang mengantuk juga banyak,” seloroh Sang Mursyid.
Putra ketiga pasangan KH. Muhammad Nawawi dan Nyai Saodah ini menyebutkan,
Koyo wedus kepencil ono ing sawah,
Macan luwe arep mangan ora wegah,
Syiiran ini bahkan sudah di-Indonesia-kan di Palembang;
Seperti kambing terpencil di tengah sawah,
Harimau lapar langsung saja menerkamnya.
Jika dipetik nilai yang lebih mendalam, orang sholat sendirian itu baik, namun nilai rata-rata hanya hanya berkisar antara 4,5 – 5 saja. Sulit untuk naik.
“Itu kelebihan sholat berjamaah. Malaikat yang menilai, Allah SWT yang memerintah,”
Meningkatkan kualitas Sholat yang kedua adalah berdizikir.
“Dizikir khasanat itu ketika panjenengan (anda) mendapat undangan kenduri atau istigosah dan disitu ada dzikirnya, itu masuk kategori dzikir khasanat. Dizkir tetap bernilai kebagusan, namun dzikir darojat setelah melalui thoriqoh merupakan dizikir yang dibutuhkan untuk menembus Arsy Allah”
Satu kisah, ada seorang Kyai di Palangkaranya Kalimantan.
“Sanajan wis intuk ilmu akeh seko aku, tetapi ilmu seko aku kui durung iso kanggo wushul maring Allah. Koe kudu golek guru toreqoh (Meskipun kamu sudah mendapat ilmu banyak dari saya, tetapi ilmu yang kamu dapat belum bisa untuk wusul langsung keada Allah.
Sebagai santri Kedinding Surabaya, KH Sodiq kemudian diminta baiat dengan KH Asrori.
KH Sodiq kemudian melakukan sholat Istiqoroh hingga genap tujuh kali. Ia kemudian mendapat petunjuk dalam mimpi, beliau bertemu dengan saya (KH Achmad Chalwani).
Suatu ketika, Gus Muwafiq dari Jogja yang juga dikenal sangat dekat dengan Gus Dur diundang mengisi pengajian di Palangkaraya Kalimantan.
KH Sodiq: “Saya itu mau baiat dengan KH Asrori atas petunjuk guru kulo di Ponorogo, namun beliau sudah wafat.
Gayung bersambut,
“Kalau KH Achmad Chalwani adik saya bahkan mondok di Ponpes An-Nawawi Berjan Purworejo. Namanya Sugeng Nur Sodik,”
KH Sodiq yang girang akhirnya menyahut:
“Sudah, adikmu suruh kesini, tiket pesawat saya tanggung pulang-pergi.
Kisah itu terjadi sekitar empat tahun yang lalu.
“Kok koe tekan kene Dik (kok kamu sampai sini Sodik)”
Sugeng Nur Sodiq menjawab;
“Njih, saya diminta untuk mempersilahkan Panjenengan (KH Achmad Chalwani) pinarak di Ponpes asuhan KH Sodiq”
KH Achmad Chalwani mengabulkan permohonan itu, dan bertemu.
“Padahal sama sekali saya belum kenal dengan KH Sodiq berikut jamaahnya.
“Itu hanya satu contoh, sebetulnya yang seperti itu-itu banyak,”
“Satu yang perlu digarisbawahi, ini menjadi bukti, Thoriqoh itu penting untuk meningkatkan kualitas sholat,”
Disebutkan, Mbah Mad Watucongol sempat menyampaikan, sholat tanpa wirid itu ibarat kapal tanpa penumpang.
“Senajan kapale gede, kosong ra ono penumpange, nang segoro keno ombak goyang, ditumpaki ora tenang, maka sholat tanpa wridan kon khuyusk angel. (Kendati besar kapalnya, kosong tidak ada penumpang, di tengah lautan terkena ombak akan goyang, ditumpangi tidak tenang, maka sholat tanpa wirid sulit untuk husyuk)”
Bicara pentingnya thoriqoh. Mbah Mangli juga thoriqoh, tokoh kelahiran Jepara dengan nama asli Hasan Asykari ini menetap di Desa Mangli kemudian sampai sekarang dikenal dengan nama Mbah Mangli.
“Ini bukti sejarah”
“Ingin dengar kisah yang lain?
“Tadi malam saya sampai gumun (heran), saat mengisi pengajian di Kebarongan Kemranjen Banyumas, KH Tahrir Ubaidilah tiba-tiba tanya bab wayang, padahal saya sama sekali tidak penah tahu soal wayang”
“KH Tahrir Ubaidilah mengaku bermimpi ketemu saya dan memberi wayang kepadanya. Sekarang ia menjadi dalang terkenal dan laris. Kalau tidak percaya kapan-kapan bisa ditanggap.
***


Comments
Can you be more specific about the content of your article? After reading it, I still have some doubts. Hope you can help me. https://accounts.binance.info/it/register-person?ref=P9L9FQKY
References:
Neosurf Casino Bonus http://clients1.google.sm
References:
Luna Casino Einzahlung ca.do4a.pro
References:
Casino Of Gold Bewertung https://viblo.asia
References:
Pelican Casino Test http://community.robo3d.com
References:
Casinova Erfahrungen https://ntsr.info
References:
Casino Of Gold Erfahrungen http://omga-info.ru/viewer.php?urldocs=https://body-positivity.org/groups/1go-casino-bonus-freispiele-2026/
References:
Drip Casino Einzahlung meine-schweiz.ru
References:
Wildz Casino Auszahlung https://findjobs.my
References:
Monro Casino Auszahlung https://jobs.askpyramid.com
References:
Play casino online 1gocasinotest.onlinespielhallende.workers.dev