Purworejo, annawawiberjan.id – Sabtu Pahing, (1/3/2025), Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo resmi membuka kegiatan Kilatan yang akan berlangsung selama 17 hari di bulan Ramadan 1446 H./2025 M. Acara pembukaan ini dihadiri oleh pengurus pondok pesantren, dewan asatidz dan santri.
Rangkaian acaranya dimulai dari sambutan Ketua Panitia Kilatan, Bp. Hikam Fauzi, S.H. beliau menyampaikan beberapa hal diantaranya menyambut baik seluruh santri baik dari Pondok Pesantren An-Nawawi maupun dari luar dan memohon maaf atas segala kekurangan yang ada. Beliau juga mengingatkan bahwa selama kegiatan Kilatan, seluruh peraturan pondok tetap berlaku.
Kemudian, Bp. Hikam Fauzi, S.H. juga menyampaikan jadwal pengajian kitab yang akan berlangsung selama Kilatan. Jadwal pengajian ini dimulai dari ba’da subuh sampai dengan jam 12 malam, dengan beberapa kitab yang diantaranya adalah kitab Jawahir Al-Bukhari yang diisi oleh Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi KH. Achmad Chalwani, kemudian kitab Ta‘limul Muta‘allim yang diisi oleh KH. R. M. Maulana Alwi dan kitab Diya’ al-‘Ummah yang diisi oleh Mas Salik Iqtafa, S.Ag. selain itu ada juga beberapa kitab lain yang diisi oleh dewan asatidz Pondok Pesantren An-Nawawi dengan jumlah 57 kitab yang dikaji pada pengajian kilatan tahun ini.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Kepala Pondok Pesantren, Bp. M. Ato Ibnu Ribah, S.H. Beliau menghimbau kepada seluruh santri untuk mengikuti segala agenda pengajian Kilatan dan mengkaji kitab-kitab pada pengajian Kilatan tahun ini.
KH. R. M. Maulana Alwi selaku Ketua Yayasan An-Nawawi juga menyampaikan beberapa pesan penting kepada seluruh santri pondok pesantren. Beliau menyampaikan bahwa saat ini kita bertemu dengan bulan suci Ramadan salah satunya adalah hasil dari doa kita dibulan Rajab dan Syakban yaitu:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada kami di bulan Rajab dan Syakban, dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadan.
Maka dari itu, beliau menghimbau kepada seluruh para santri untuk menyambut tamu agung ini dengan mengikuti pengajian kilatan dengan semaksimal mungkin. Beliau juga mengingatkan agar tidak mengisi waktu dengan tidur seharian penuh, melainkan dengan mengikuti kegiatan pengajian dan ibadah lainnya.
Selain itu, Ketua Yayasan An-Nawawi juga menyampaikan pentingnya memaksimalkan ibadah tarawih. Beliau menghimbau kepada imam-imam tarawih untuk memaksimalkan kemampuan mereka dalam memimpin salat tarawih, dan jika berhalangan, maka wajib untuk mencari badal (pengganti). beliau juga mengingatkan tentang pentingnya menjaga adab dan kesopanan dalam beribadah.
Beliau mengingatkan agar tidak membuat candaan dalam situasi dan kondisi yang tidak tepat, seperti halnya ketika salat tarawih dalam menjawab “Āmīn” dan juga menjawab bilal tarawih. Beliau mengingatkan bahwa dalam kita membaca “Āmīn” ketika salat dibarengi dengan imam itu malaikat juga mengaminkan doa kita, maka ada hal-hal yang harus kita perhatikan dan berhati-hati dalm melakukan sesuatu.
Dengan demikian, diharapkan seluruh santri pondok pesantren An-Nawawi dapat memanfaatkan bulan suci Ramadan ini dengan sebaik-baiknya, dan dapat meningkatkan kualitas ibadah dan pengajian mereka.

Pengasuh Pondok Pesantren, KH. Achmad Chalwani juga menyampaikan beberapa pesan penting kepada seluruh santri pondok pesantren. Beliau mengingatkan bahwa untuk mencapai kesuksesan, seseorang harus memiliki istiqomah dalam beribadah dan belajar. Sesuai dengan sebuah ungkapan yaitu:
مَنْ جَدَّ وَجَدَ
Barang siapa yang bersungguh-sungguh maka akan berhasil
Dari ungkapan ini bisa dipahami bahwa santri harus belajar dengan istiqomah, tanpa istiqomah tidak akan berhasil.
Beliau juga menyampaikan tentang arti bersungguh-sungguh dalam sebuah kitab Alfiyah Ibnu Malik yaitu:
حَيْثُمَا تَسْتَقِمْ يُقَدِّرْ لَكَ اللهُ نَجَاحًا فِيْ غَابِرِ الْاَزْمَانِ
Ketika seseorang istiqomah dalam suatu hal, maka Allah akan memberikan kesuksesan kepada orang tersebut di suatu saat nanti.
Maka dalam sebuah hadis juga diterangkan tentang keutamaan dari istiqomah yaitu:
الِاسْتِقَامَةُ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ كَرَامَةٍ
Istiqomah lebih baik daripada seribu karomah.
Beliau juga mengingatkan tentang pentingnya mempersiapkan diri sebelum memasuki bulan Ramadan.
Rajab iku bulan nandur, sya’ban bulan nyirami, puasa bulan panen, panene. Iku Nang malam-malam ganjil,” (rajab itu bulan menanam, syakban itu bulan menyirami, puasa itu bulan untuk panen, lalu panenya itu di setiap malam-malam yang ganjil).
Jika ingin panen di bulan Ramadan harus dimulai dari bulan Rajab, maka ada sebuah doa yaitu:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada kami di bulan Rajab dan Syakban, dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadan.
Selain itu, beliau juga mengingatkan besok ketika liburan pondok dan pulang kerumah untuk menyampaikan salam beliau kepada orang tua santri dan memberikan ijazah doa membaca Al-Falaq 7 kali menjelang maghrib, fadilahnya untuk melancarkan rezeki. Namun tetap dibarengi dengan kerja, sesuai dengan dalil yaitu:
حَرِّكْ يَدَكَ اُنْزِلْ عَلَيْكَ الرِّزْقَ
Gerakkanlah tanganmu (bekerjalah), maka rezekimu akan turun kepadamu.
Dan juga ketika sedang berpergian lalu kembali kerumah, sebelum masuk rumah jangan lupa membaca surat Al-Ikhlas 1 kali saja, khasiatnya untuk menjaga rezeki agar lancar.

Beliau juga mengingatkan dalam sebuah hadis nabi yaitu:
لَا تَجْتَمِعُ أُمَّتِي عَلَى الضَّلَالَةِ
Umatku tidak akan bersepakat dalam kesesatan.
Yang dimaksud umat dalam hadits tersebut yaitu : أَي الْعُلَمَاءُ أُمَّتِي, yang artinya adalah kesepakatannya ulama umatnya nabi. Jadi, yang dijamin kebenarannya adalah konsensus (ijma’, kesepakatan) ulama Islam, bukan kesepakatan umat Islam.”
Beliau juga menyampaikan pentingnya selektif dalam memilih pondok pesantren, beliau menegaskan pilihlah pondok pesantren yang berhaluan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, selain itu beliau juga menyampaikan pentingnya untuk mengikuti dan yakin terhadap Thariqah.
Dulu mbah Hasyim Asy’ari dalam mendirikan NU juga tidak sendirian akan tetapi dengan kesepakatan ulama, ada mbah Wahab Hasbullah, Abdul Halim dan lainya. Hari ini banyak orang yang mendirikan ormas tanpa adanya kesepakatan para ulama.
Kemudian acara pembukaan kilatan ditutup dengan doa yang sekaligus disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi, beliau KH. Achmad Chalwani Nawawi.

Comments
Hi there friends, how is the whole thing, and what you would like to
say regarding this paragraph, in my view its really remarkable in support of me.
Thanks for sharing. I read many of your blog posts, cool, your blog is very good.
I don’t think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article.
Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?