Purworejo, annawawiberjan.id – (18/5/2025) — Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo kembali menggelar Khataman Akhirussanah ke-46 pada tanggal 16–17 Juni 2025 M / 20–21 Dzulhijjah 1446 H. Rangkaian kegiatan dibuka dengan acara wisuda siswa kelas IX MTs An-Nawawi 01 dan kelas XII MA An-Nawawi pada 16 Juni 2025. Keesokan harinya, acara dilanjutkan dengan khataman Al-Qur’an, nadzom kitab, dan mau’idhah hasanah oleh KH. R. M. Maulana Alwi.
Puncak kegiatan berlangsung pada 17 Juni 2025 bertempat di Gedung Pendidikan An-Nawawi, dihadiri oleh sejumlah tokoh ulama dan tamu undangan seperti Ibu Nyai Hj. Chafidzoh Zuhdi (kakak dari KH. Achmad Chalwani), KH. Agus Abdul Mu’id (putra alm. KH. Shohib Bisri, Lirboyo), KH. Sonhaji Abu Nawas (Kutowinangun), KH. Khafidz (Borobudur, Magelang), serta KH. R. M. Maulana Alwi selaku Ketua Yayasan An-Nawawi.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Isma Ari Setiawan (Sapuran, Wonosobo), dilanjutkan mujahadah tahlil oleh KH. Ahmad Sonhaji. Kemudian prosesi mukhafadhah oleh santri kelas 3 Madrasah Diniyah Robithoh dan Madrasah Diniyah Ulya, serta prosesi wisuda secara simbolis.
Wakil wali santri, KH. Abdul Wafid, menyampaikan terima kasih atas bimbingan pesantren, dan memohon doa agar para alumni mendapat ilmu yang bermanfaat. Usai sambutan tersebut, dilaksanakan prosesi pemberian penghargaan kepada santri teladan dari masing-masing jenjang pendidikan.
Ainul Yaqin selaku ketua panitia menyampaikan sambutan, yang kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dan pengarahan oleh KH. Achmad Chalwani. Pengasuh mengenang doa dari KH. Mahrus Aly (Lirboyo) saat pernikahannya dulu, yang turut diamini oleh KH. Ahmad Abdul Haq (Watucongol), agar pondok pesantren Berjan berkembang pesat. Kini, jumlah santri telah mencapai lebih dari 3.500.
Acara kemudian diisi dengan Mau’idhotul Hasanah oleh KH. Abdul Mu’id Sohib dari Lirboyo. Beliau menekankan pentingnya memandang proses awal perjuangan seorang alim, bukan hanya hasil akhirnya. Beliau mengutip maqolah:
لَا تَنْظُرْ إِلَى الْعَالِمِ فِي نِهَايَتِهِ وَلَكِنْ انْظُرْ وَاقْتَدِ بِهِ فِي بِدَايَتِهِ
Janganlah kamu melihat orang yang berilmu pada akhirnya, tapi lihatlah bagaimana dia memulai.
KH. Abdul Mu’id juga menyampaikan bahwa iman terdiri dari dua bagian, yakni syukur dan sabar. Maka, para santri diminta bersyukur atas capaian belajar mereka, dan bersabar dalam menghadapi rintangan di masa mendatang. Beliau juga menekankan pentingnya adab, dengan mengutip maqolah:
وَمَنْ لَا أَدَبَ لَهُ لَا عِلْمَ لَهُ
Barangsiapa yang tidak memiliki adab, maka dia tidak memiliki ilmu.
Acara berlangsung dengan khidmat dan menjadi penanda berakhirnya masa pembelajaran santri di tahun pelajaran 1445-1446 H./2024-2025 M.
Editor : Tim Jurnalistik An-Nawawi

Comment