Home / Kajian / Muharram: Meneladani Semangat Ulama Menyambut Bulan Penuh Cahaya
Artikel Bahtsul Masa'il Doa & Amalan Kajian

Muharram: Meneladani Semangat Ulama Menyambut Bulan Penuh Cahaya

Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah yang menandai awal tahun baru Islam. Di dalamnya tersimpan berbagai keutamaan yang sudah dikenal sejak masa para salaf, seperti pelipatgandaan pahala amal saleh dan waktu yang penuh keberkahan serta mustajab untuk berdoa.

Para ulama besar Islam memandang Muharram bukan sekadar peralihan waktu, tetapi sebagai momen istimewa untuk memperdalam spiritualitas dan meningkatkan ketaatan kepada Allah Swt. Mereka menyambutnya dengan penuh semangat beribadah, memperbanyak puasa, berdzikir, serta memperbaiki diri melalui taubat dan amal kebajikan.Berikut adalah secuplik keteladanan para ulama dalam menyambut dan memuliakan bulan yang disebut sebagai Syahrullah (Bulan Allah) ini:

Imam Hasan al-Bashri: Awali Tahun dengan Ketaatan

Di kota Bashrah, Imam Hasan al-Bashri, seorang tabi’in terkemuka, dikenal sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah saat Muharram tiba. Wajahnya memancarkan keseriusan dan ketundukan kepada Allah. Ketika ditanya oleh salah satu muridnya mengapa beliau tampak begitu khusyuk di awal tahun, beliau menjawab:

Muharram adalah bulan Allah. Puasa di dalamnya merupakan yang paling utama setelah Ramadhan. Siapa yang memulai tahunnya dengan ketaatan, maka semoga sepanjang tahun ia berada dalam rahmat dan perlindungan Allah.

Beliau bahkan sering berpuasa di banyak hari Muharram, bukan hanya pada hari Asyura. Baginya, puasa bukan sekadar menahan lapar, melainkan upaya mensucikan hati dari kelalaian dan mendekatkannya kepada Allah. (Lathaif al-Ma’arif, hlm. 83)

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

Imam Ahmad bin Hanbal: Istiqamah dalam Fitnah

imam Ahmad bin Hanbal dikenal teguh menjaga puasa sunnah, termasuk puasa di bulan Muharram. Dalam kitab Masa’il yang disusun oleh putranya, disebutkan bahwa beliau sangat mencintai puasa Asyura, dan pernah berkata:

Tidak ada hari puasa yang lebih utama setelah Ramadhan selain di bulan Muharram. (HR. Muslim no. 1163)

Bahkan saat menghadapi ujian berat dalam peristiwa Mihnah (tekanan penguasa untuk menerima doktrin Mu’tazilah), beliau tetap menjaga puasa Asyura dan mengingatkan murid-muridnya agar tidak melewatkannya, sebagaimana sabda Nabi Muhammad ﷺ:

Puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu. (HR. Muslim no. 1162)

Ibnu Abbas: Meneladani Nabi dalam Menghidupkan Asyura

Ibnu Abbas, sahabat dan sepupu Nabi ﷺ, sangat menjaga puasa Asyura. Ia meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ sangat mengutamakan puasa di tanggal 10 Muharram dan memerintahkan para sahabat untuk turut berpuasa, termasuk anak-anak.

M3AN An-Nawawi Gelar Seminar Ke-Rois-an dan Simulasi Bahtsul Masail

Ketika Rasulullah ﷺ tiba di Madinah, beliau melihat kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Maka beliau bersabda: ‘Kami lebih berhak atas Musa daripada mereka.’ Lalu beliau pun berpuasa dan memerintahkan kami untuk berpuasa. (HR. Bukhari no. 2004)

Ibnu Abbas juga mengajarkan agar umat Islam menambah puasa pada tanggal 9 Muharram (Tasu’a) sebagai bentuk penyempurnaan dan pembeda dari tradisi kaum Yahudi.

Ibnu Rajab al-Hanbali: Menghidupkan Tradisi Salaf

Dalam karya monumentalnya Lathaif al-Ma’arif, Ibnu Rajab al-Hanbali menulis bahwa para salaf sangat menjunjung tinggi bulan Muharram, khususnya dalam menghidupkan puasa Asyura. Beliau mencatat:

Sebagian ulama salaf berpuasa selama seluruh bulan Muharram, dan sebagian lainnya memperbanyak puasa di dalamnya karena memuliakan bulan yang agung ini. (Lathaif al-Ma’arif, hlm. 71)

Ibnu Rajab menekankan bahwa semangat syukur Nabi Musa, teladan Nabi Muhammad ﷺ, dan kecintaan para salaf terhadap ampunan Allah, semuanya berpadu dalam keistimewaan hari Asyura.

Doa Penjinak Gunung: Warisan Syaikh Subakir untuk Nusantara

Bulan Muharram bukan hanya tentang sejarah hijrah atau peristiwa-peristiwa besar dalam Islam. Ia juga merupakan cermin semangat spiritual para ulama dan salaf saleh dalam mendekatkan diri kepada Allah. Semoga kita pun dapat meneladani semangat mereka dengan memperbanyak amal ibadah dan meningkatkan ketakwaan sepanjang tahun.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *