Purworejo, annawawiberjan.id – (12/9/2025) — Akhmad Khalwani resmi terpilih untuk memimpin PMII Komisariat An-Nawawi Masa Khidmah 2025-2026 dalam Rapat Tahunan Komisariat (RTK) Ke-XVI Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat An-Nawawi yang diselenggarakan pada Kamis-Jumat (11-12/09/2025) bertempat di Gedung PC NU Kabupaten Purworejo.
Muhammad Mukromin selaku Majelis Pembina (Mabinkom) PMII An-Nawawi dalam sesi closing ceremony memberikan ucapan selamat atas terpilihnya Akhmad Khalwani. Baginya, kesamaan nama ketua komisariat terpilih dengan nama Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Purworejo K.H. Achmad Chalwani bukanlah suatu kebetulan, melainkan sudah digariskan oleh Yang Maha Kuasa sebagai wahana untuk napak tilas dalam mengambil ibrah dan bertafa’ulan pada spirit perjuangan pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan sekaligus Ketua Mabincab PMII Purworejo.
Selamat atas terpilihnya Sahabat Akhmad Khalwani sebagai Ketua PMII An-Nawawi masa khidmah 2025-2026. Hal ini mengingatkan kita bahwa Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Purworejo K.H. Achmad Chalwani juga pernah berproses menjadi Sekretaris PMII Komisariat Tri Bakti sewaktu nyantri di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Artinya, pengurus PMII Komisariat An-Nawawi yang dipimpin Sahabat Akhmad Khalwani selama satu periode kedepan memiliki peluang besar untuk napak tilas dalam mengambil ibrah dan bertafa’ulan pada spirit perjuangan guru sekaligus Ketua Mabincab kita. Jelas Mukromin.
Mukromin juga berpesan agar kedepannya PMII Komisariat An-Nawawi, selain memberdayakan kualitas keilmuan kader dan anggota, juga penting untuk membangun integritas dengan berbagai instansi di lingkup Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan maupun di lingkup Kampus IAI An-Nawawi Purworejo.
Besar harapan saya bagi kepengurusan PMII Komisariat An-Nawawi agar kedepannya, selain mampu memberdayakan kualitas keilmuan kader dan anggota, juga perlu dipertimbangkan untuk membangun integritas dan bekerjasama dengan berbagai instansi di lingkup pesantren dan kampus kita. Tentu ini sebagai implementasi Nilai Dasar PMI (NDP) yang menekankan keseimbangan hablum minallah, hablum minannas dan hablum minal ‘alam, serta kemampuan bertransformasi dengan perkembangan zaman. Tutur Mukromin.
Misbachul Anam selaku Demisioner Ketua PMII Komisariat An-Nawawi Masa Khidmah 2024-2025 turut menyampaikan pesannya kepada penerus estafet kepemimpinan PMII Komisariat An-Nawawi selama satu masa pengabdian ke depan dengan mengutip pernyataan John C. Maxwell bahwa kehebatan pemimpin bukan karena kekuasannya melainkan karena kemampuannya memberdayakan orang lain.
Saya berpesan kepada ketua terpilih Akhmad Khalwani, bahwa John C. Maxwell dalam bukunya The 21 Irrefutable Laws of Leadership, pernah mengatakan, ‘seorang pemimpin hebat bukan karena kekuasaannya, tetapi karena kemampuannya memberdayakan orang lain.’ Oleh karenanya, pemberdayaan anggota dan kader patut diperhatikan sebagai pondasi utama dalam menyusun dan mengeksekusi program kerja PMII Komisariat An-Nawawi kedepan. Ungkap Anam.
Adapun Ketua Mandataris PMII Komisariat An-Nawawi Masa Khidmah 2025-2026 Akhmad Khalwani mengungkapkan kesannya ketika terpilih menjadi ketua. Baginya menjadi pemimpin terasa campur aduk antara suka dan duka.
Mengenai hal ini, rasanya campur aduk, bahagia, sedih, terharu, dan takut. Karena menjadi pemimpin adalah tentang bagaimana menjadi sosok yang mampu menjadi pilar penting dalam organisasi, mereka yang selalu menjadi garda terdepan untuk anggota-kader dan juga harus siap menjunjung kesepakatan bersama di atas kepentingan pribadi. Ucap Khalwani saat ditemui Tim Jurnalistik An-Nawawi.
Khalwani juga berpesan agar anggota dan kader PMII Komisariat An-Nawawi dapat menjadikan lirik “satu barisan dan satu cita, satu angkatan satu jiwa” sebagai laku dalam berproses dan tidak terbatas menjadi nyanyian belaka.
Sesuai dengan lagu yang sering kita gaung-gaungkan, “satu barisan dan satu cita, satu angkatan satu jiwa” semoga lagu itu bukan hanya menjadi nyanyian belaka, akan tetapi juga menjadi laku kita dalam berproses. Pungkas Khalwani.

Comment