Home / Berita / Pengampu Sebagai Ujung Tombak Tarbiyah Santri, Kiai Maulana Alwi Tekankan Pentingnya Khidmah
Artikel Berita

Pengampu Sebagai Ujung Tombak Tarbiyah Santri, Kiai Maulana Alwi Tekankan Pentingnya Khidmah

Purworejo, annawawiberjan.id – (25/9/2025) — Pondok Pesantren Putra An-Nawawi Berjan Purworejo mengadakan pengarahan khusus kepada para pengampu kamar yang disampaikan langsung oleh Ketua Yayasan An-Nawawi Berjan Purworejo, Kiai Maulana Alwi. Dalam kesempatan ini, Kiai Maulana Alwi menegaskan bahwa khidmah santri di setiap bidang memiliki nilai penting yang sama.

Kiai Maulana Alwi mengawali pengarahan dengan mengingatkan sejarah awal berada di pesantren pada 12 November 2012. Kala itu, Kiai Maulana Alwi mendapat dawuh dari Pengasuh (Kiai Chalwani) untuk memperhatikan kondisi, termasuk persoalan kamar dan Asrama, yang menunjukkan betapa pentingnya detail dalam pengelolaan pesantren.

Semua itu penting meskipun ada ranah wilayah masing-masing. Tetapi pada hakikatnya, khidmah kita di manapun, di bagian apapun, pada tingkatan manapun, tidak ada yang tidak penting. Semuanya sama pentingnya, karena ada kaitan dan keterikatan. Tegas Kiai Maulana Alwi.

Lebih lanjut, Kiai Maulana Alwi menekankan agar para pengampu mampu memposisikan diri dalam berbagai peran.

Posisikan diri sebagai orang tua, sebagai rekan, sebagai kakak. Dan itu tidak mudah. Ujar Kiai Maulana Alwi.

Kiai Maulana Alwi juga menyinggung soal khidmah sebagai hakikat utama pengabdian santri.

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

Sebesar apapun nama Bapak (Kiai Chlawani), pada hakikatnya tetap khidmah, tetap ladeni masyarakat. Tutur Kiai Maulana Alwi.

Terkait santri dan alumni, Kiai Maulana Alwi menegaskan bahwa ketika menegur santri, itu bukan karena melampiaskan emosi atau bersikap galak, melainkan karena tidak ingin santrinya menjadi bodoh. Teguran tersebut dimaksudkan sebagai bentuk kasih sayang dan proses pembelajaran.

Kiai Maulana Alwi juga menyinggung adanya alumni yang merasa kurang nyaman setelah kembali ke rumah, yang kemungkinan besar disebabkan khidmahnya belum tuntas selama di pesantren.

Selain itu, Kiai Maulana Alwi juga menghimbau bahwa selain berikhtiar lahir menjalankan tugas juga diiringi dengan berdoa sebagai ikhtiar batin.

Ribuan Jamaah dan Sang Cicit Hadiri Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani

Seberat apapun tugas kita, penting sekali kita juga berdoa agar batin kita tersambung. Tidak hanya lahir saja, tapi juga dengan ikhtiar batin agar hati menjadi lapang. Jelas beliau.

Sebagai penutup, beliau menegaskan agar para pengampu tidak perlu khawatir selama berada di jalan yang benar. Namun, penting pula untuk merasakan dan mengambil pelajaran dari pengalaman yang sudah terjadi.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *