New Delhi, India, annawawiberjan.id – (3-7/11/2025) — Langkah besar ditempuh Institut Agama Islam (IAI) An-Nawawi Purworejo. Selama hampir sepekan, rombongan kampus yang berakar di pesantren ini menapakkan kaki di tanah India, negara demokrasi terbesar di dunia dengan jutaan warna budaya dan pendidikan. Bukan sekadar perjalanan akademik, tapi sebuah upaya menjembatani ilmu, tradisi, dan kolaborasi lintas negara.
Universitas tujuan pun bukan sembarangan, mulai dari O.P. Jindal Global University hingga Lovely Professional University, dua kampus swasta terbesar di India yang dikenal dengan reputasi globalnya. Sekaligus juga mengunjungi International Center for Cultural festival Studies (ICCS).
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menjalin dan memperkuat kerja sama internasional, khususnya dengan perguruan tinggi di India yaitu Jamia Milia Islamia. Selain itu, kegiatan ini juga dalam rangka mewujudkan visi internasionalisasi pendidikan tinggi serta mendukung peningkatan kualitas tata kelola akademik dan capaian akreditasi. Tutur Rektor IAI An-Nawawi Purworejo, Hj. Ashfa Khoirunnisa’.
Perjalanan ini juga menjadi ajang benchmarking — belajar, berbagi, dan memperluas jejaring internasional bersama 16 perguruan tinggi swasta se-Jawa Tengah yang tergabung dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Islam (APTISI) Wilayah VI Jawa Tengah.
Acara tersebut diikuti oleh 16 perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah yang masuk ke dalam anggota APTISI Wilayah VI Jawa Tengah. Jelas Ida Faridah, Ketua LPMPI IAI An-Nawawi Purworejo.
Tak hanya sekadar kunjungan formal, misi besar dibawa pulang seperti, memperluas kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pertukaran mahasiswa dan dosen, hingga membangun international exposure yang semakin kuat.
Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi civitas akademika untuk memperluas wawasan internasional, menumbuhkan semangat inovasi, serta memperkuat posisi IAI An-Nawawi sebagai kampus Islam yang terbuka, adaptif dan siap berkontribusi di kancah global. Ungkap Hj Ashfa Khoirunnisa’.

India dipilih bukan tanpa alasan. Selain kemiripan demografis dengan Indonesia, negeri ini punya banyak hal yang bisa dijadikan cermin dalam mengelola keberagaman dan pendidikan massal.
Kita memilih India sebagai negara tujuan dikarenakan, India merupakan negara demokrasi terbesar di dunia dengan populasi yang sangat besar dan beragam, mirip dengan Indonesia dalam hal tantangan pengelolaan sistem pendidikan masal. Ungkap Ida.
Mempelajari bagaimana India mengelola keragaman bahasa, budaya, dan geografis dalam pendidikan dapat memberikan wawasan yang relevan dengan konteks Indonesia. Sambungnya.
Sebagai penutup perjalanan, IAI An-Nawawi Purworejo menegaskan akan terus komitmen untuk menindaklanjuti kerja sama ini lewat student exchange, kolaborasi riset, dan visiting professor secara daring.
Setelah kembali dari India, IAI An-Nawawi Purworejo berharap kunjungan ini menjadi langkah awal yang nyata dalam membangun kolaborasi akademik lintas negara. Hasil diskusi dengan Jindal Global University dan Jamia Millia Islamia diharapakan sapat ditindaklanjuti melalui penandatangan kerjasama dan pengembangan program bersama, seperti joint research, seminar internasional dan studen/lecture exchange. Pungkas Rektor IAI An-Nawawi Purworejo.

Comment