Home / Artikel / KH. Wahab Chasbullah: Sang Penggerak, Diplomat Ulama, dan Arsitek Nahdlatul Ulama
Artikel

KH. Wahab Chasbullah: Sang Penggerak, Diplomat Ulama, dan Arsitek Nahdlatul Ulama

Jika Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari adalah “Hati” dari Nahdlatul Ulama, maka KH. Abdul Wahab Chasbullah adalah “Motor Penggerak”-nya. Beliau adalah sosok ulama yang pemikirannya melompat jauh ke depan, seorang organisator ulung, dan diplomat santri yang kecerdasannya diakui dunia.

Mbah Wahab, begitu kami para santri akrab menyapa beliau dalam doa, adalah Pahlawan Nasional yang mengajarkan bahwa santri tidak boleh hanya duduk diam di pojok pesantren, tetapi harus bergerak, berorganisasi, dan berpolitik demi kemaslahatan umat.

Intelektual Muda yang Gelisah

Lahir di Jombang pada 31 Maret 1888, Mbah Wahab tumbuh dalam lingkungan Pesantren Tambakberas. Semangat belajarnya membawanya mengembara ke berbagai pesantren di Nusantara hingga ke Mekkah.

Namun, yang membedakan Mbah Wahab adalah visi kebangsaannya yang menyala-nyala sejak muda. Jauh sebelum Indonesia merdeka, beliau sudah mendirikan Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air) pada tahun 1916. Beliau sadar, agama tidak akan tegak tanpa tanah air yang merdeka.

Beliau juga seorang intelektual yang gemar berdiskusi. Beliau mendirikan Taswirul Afkar (Potret Pemikiran), sebuah kawah candradimuka bagi para pemuda dan ulama untuk berdebat secara ilmiah, membahas masalah agama hingga politik. Di sinilah bibit-bibit tradisi intelektual NU mulai disemaikan.

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

Diplomasi Komite Hijaz: Menyelamatkan Makam Nabi

Salah satu jasa terbesar Mbah Wahab bagi dunia Islam adalah keberaniannya dalam Komite Hijaz.

Ketika penguasa baru di Arab Saudi (Raja Ibnu Saud) hendak memberangus situs-situs sejarah Islam dan melarang praktik bermadzhab, ulama sedunia resah namun tak berdaya. Di saat genting itulah, Mbah Wahab dengan restu KH. Hasyim Asy’ari memimpin delegasi ulama Indonesia menghadap Raja Arab Saudi.

Dengan kemampuan diplomasi dan bahasa Arab yang fasih, Mbah Wahab berhasil meyakinkan Raja Ibnu Saud untuk membatalkan penghancuran makam Nabi Muhammad Saw. dan memberikan kebebasan bagi umat Islam untuk beribadah sesuai madzhabnya (termasuk Ahlussunnah wal Jama’ah). Keberhasilan ini menjadi cikal bakal berdirinya Nahdlatul Ulama pada 1926.

Pencipta Lagu “Ya Lal Wathon”

Siapa santri yang tidak merinding saat menyanyikan Syubbanul Wathon (Ya Lal Wathon)?

Lagu kebangsaan kaum santri itu adalah karya abadi KH. Wahab Chasbullah. Syair “Hubbul Wathon Minal Iman” (Cinta Tanah Air sebagian dari Iman) yang beliau gubah pada tahun 1934, adalah bukti bahwa nasionalisme dan religiusitas dalam diri santri adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Beliau menanamkan rasa cinta negeri ke dalam dada setiap santri agar siap mati mempertahankan Indonesia.

Ribuan Jamaah dan Sang Cicit Hadiri Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani

Penggagas Halal Bihalal

Tahukah kalian bahwa tradisi Halal Bihalal yang kita rayakan setiap Idul Fitri adalah ide brilian Mbah Wahab?

Pada tahun 1948, di tengah ketegangan politik elit bangsa yang saling bertikai, Presiden Soekarno meminta saran kepada Mbah Wahab. Dengan cerdik, Mbah Wahab mengusulkan acara silaturahmi dengan istilah “Halal Bihalal” -duduk bersama untuk saling menghalalkan kesalahan. Saran ini diterima Bung Karno, dan terbukti ampuh meredakan ketegangan politik saat itu.

Khatimah

KH. Wahab Chasbullah wafat pada 29 Desember 1971. Atas jasa-jasanya yang luar biasa dalam mempertahankan kemerdekaan dan merawat kebhinekaan, Pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2014 melalui Keppres No. 115/TK/2014.

Bagi kita santri zaman now, Mbah Wahab adalah teladan sempurna. Beliau mengajarkan kita untuk menjadi santri yang open minded, berani berargumentasi, cinta tanah air, namun tetap tawadhu’ dan hormat kepada guru.

Alfatihah untuk Mbah Wahab…

M3AN An-Nawawi Gelar Seminar Ke-Rois-an dan Simulasi Bahtsul Masail

Sumber Referensi:

  1. Keputusan Presiden RI No. 115/TK/Tahun 2014: Tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional kepada KH Abdul Wahab Chasbullah.
  2. Buku Sejarah: Anam, Choirul. (2010). Pertumbuhan dan Perkembangan Nahdlatul Ulama. Surabaya: Duta Aksara Mulia. (Buku babon/utama sejarah NU).
  3. Buku Biografi: Fealy, Greg. (2003). Ijtihad Politik Ulama: Sejarah NU 1952-1967. Yogyakarta: LKiS. (Membahas peran politik Mbah Wahab).
  4. NU Online: “Biografi KH Abdul Wahab Chasbullah: Penggerak dan Pendiri NU” & Artikel sejarah tentang “Asal Usul Istilah Halal Bihalal”.

Sumber Foto: wikipedia.org

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *