Purworejo, annawawiberjan.id (04/02/2026) — Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Kabupaten Purworejo, menggelar Haul KH. Zarkasyi ke-113, KH. Shiddiq ke-78, dan KH. M. Nawawi ke-45 pada Rabu.
Kegiatan tersebut dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah yang memadati halaman Gedung Pendidikan Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan sejak pagi hari.
Berdasarkan pantauan di lokasi, jamaah memadati area haul hingga radius hampir satu kilometer dari titik utama kegiatan. Haul diselenggarakan sebagai agenda tahunan untuk mendoakan para pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan khataman khuwajikan dan manaqib yang dipimpin oleh Kiai Nanang Fakhrurozi, dilanjutkan pembacaan tahlil. Acara dipandu oleh Miftahul Asyrof sebagai pembawa acara. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sholawat Thariqiyyah disampaikan oleh Muhammad Akil Ma’ruf, santri Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan.
Puncak acara diisi dengan mau‘idhatul hasanah oleh Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatullah Mubtadiien Lirboyo, Dr. KH. Reza Ahmad Zahid (Gus Reza).

Melihat lautan jamaah, Gus Reza membuka tausiyah dengan kalimat Thayyibah, Masyaallah.
Radius satu kilometer penuh jamaah. Semua yang hadir ingin mendapatkan berkah. Ungkap Gus Reza.
Dalam ceramah Gus Reza menyampaikan pandangan tentang kemuliaan ulama dan pentingnya doa bagi mereka yang telah wafat.
Jika seorang alim shalih wafat, ibarat pedang yang keluar dari sarungnya. Doanya lebih manjur karena sangat dekat dengan Gusti Allah. Jelasnya.
Gus Reza juga menegaskan bahwa para ulama sejatinya tetap hidup dalam makna spiritual.
Mbah Nawawi mengetahui siapa saja yang hadir. Ulama itu sejatinya tidak mati di alam kubur. Tutur Gus Reza.
Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Kiai Achmad Chalwani Nawawi, dalam sambutan menekankan pentingnya doa dan tawasul sebagai tradisi dalam lingkungan pesantren.

Doa itu penting sanget. Mbah Mahrus dawuh, tawasul itu kunci. Tutur Kiai Chalwani.
Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo, Suranto, yang hadir mewakili pemerintah daerah, menyampaikan harapan agar kegiatan keagamaan tersebut dapat terus memberi manfaat bagi masyarakat.
Semoga kegiatan seperti ini membawa keberkahan dan mampu mendorong pelayanan yang lebih baik dari berbagai bidang. Ujarnya.
Selain itu, Ketua Panitia Haul, Syahrul Khafdzin, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, masyarakat, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.
Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, masyarakat, dan khususnya Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi KH. Achmad Chalwani yang senantiasa membersamai dan membimbing terselenggaranya haul ini. Jelasnya.
Selain kegiatan keagamaan, pelaksanaan haul juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Sejumlah pedagang kaki lima dan pelaku UMKM terlihat berjualan di beberapa titik lokasi. Pedagang menjajakan makanan, minuman, perlengkapan ibadah, serta lainnya.
Kegiatan haul ditutup setelah rangkaian mau‘idhatul hasanah dan doa bersama. Pelaksanaan acara berlangsung tertib dengan pengamanan dan dukungan dari berbagai unsur terkait.

Comment