Home / Kajian Masyayikh / Mengapa Menyambut Ramadhan dengan Hati Bahagia Menjadi Penentu?
Kajian Kajian Masyayikh

Mengapa Menyambut Ramadhan dengan Hati Bahagia Menjadi Penentu?

Kehidupan manusia tidak berakhir ketika ruh berpisah dari jasad. Para ulama menjelaskan bahwa orang yang telah meninggal dunia, selama wafat dalam keadaan membawa amal saleh, masih dapat memberikan manfaat bagi orang yang masih hidup. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tidak pernah malas mengirimkan doa, tahlil, dan bacaan Al-Qur’an kepada para orang saleh yang telah mendahului kita, karena hubungan spiritual antara yang hidup dan yang telah wafat tetap berlangsung dengan izin Allah Swt.

Dalam berbagai penjelasan keagamaan disebutkan bahwa kehidupan di alam kubur jauh lebih panjang dibandingkan kehidupan di dunia. Bahkan digambarkan bahwa satu hari di alam kubur setara dengan seribu hari kehidupan dunia. Di alam tersebut, manusia tetap memperoleh berbagai keadaan sesuai dengan amalnya. Disebutkan pula bahwa penghuni alam kubur dapat memperoleh rezeki serta saling mengunjungi antara satu dengan yang lain. Oleh karena itu, persiapan menghadapi kehidupan setelah kematian tidak cukup hanya dengan melaksanakan ibadah wajib seperti shalat, tetapi perlu ditambah dengan berbagai amal kebajikan lain, seperti wirid, mengikuti thariqah dan tawajuhan, bersedekah, berinfak, mengasuh anak yatim, serta memperbanyak amal sosial yang bermanfaat bagi sesama.

Bulan Syaban yang sedang berlangsung menjadi momentum penting untuk memperbanyak ziarah kubur, khususnya ke makam para ulama dan orang-orang saleh. Ziarah tidak hanya bertujuan mendoakan mereka, tetapi juga menjadi sarana muhasabah diri, mengingatkan manusia bahwa kehidupan dunia bersifat sementara dan setiap orang akan memasuki kehidupan akhirat yang kekal.

Selain amal lahiriah, amalan yang sangat penting adalah amalan hati, yaitu menata niat dan mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan dengan hati yang lapang, ikhlas, dan penuh kegembiraan. Kegembiraan menyambut Ramadhan memiliki keutamaan besar. Sebuah hadis yang termaktub dalam kitab Durrotun Nasihin menjelaskan:

‎مَنْ فَرِحَ بِدُخُوْلِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللّٰهُ جَسَدَهُ عَلَى النِّيْرَانِ

BEKAL YANG DIBAWA, DUNIA YANG BELUM DIKENAL

“Barang siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah mengharamkan jasadnya dari api neraka.”

Hadis tersebut menunjukkan betapa mulianya bulan Ramadhan, sehingga hanya dengan rasa bahagia menyambut kedatangannya saja sudah menjadi sebab keselamatan dari api neraka. Karena itu, para ulama salaf senantiasa memanjatkan doa sejak bulan Rajab dan Syaban:

‎اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban serta sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.”

Bagi orang-orang beriman, sampai kepada bulan Ramadhan merupakan kebahagiaan yang sangat besar, karena pada bulan itulah pintu rahmat, ampunan, dan berbagai karunia Allah Swt. dibuka seluas-luasnya. Tidak mengherankan jika Rasulullah Saw. dan para sahabat menyambut Ramadhan dengan senyum dan tahmid, serta melepas kepergiannya dengan air mata kerinduan.

Ribuan Jamaah dan Sang Cicit Hadiri Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani

Oleh sebab itu, bulan Syaban hendaknya dijadikan sebagai masa persiapan lahir dan batin yakni memperbanyak amal kebajikan, mempererat hubungan dengan para ulama dan orang saleh melalui doa dan ziarah, serta menata hati agar memasuki Ramadhan dengan jiwa yang bersih, penuh harapan, dan kerinduan kepada rahmat Allah Swt.

Artikel ini disarikan dari materi ceramah KH. Achmad Chalwani.

Comment

  1. justcasino says:

    [6941]justcasino লগইন এবং অ্যাপ ডাউনলোড – বিকাশ অনলাইন ক্যাসিনো,justcasino লগইন করুন এবং সেরা অনলাইন স্লট গেম উপভোগ করুন। বিকাশ দিয়ে অনলাইন ক্যাসিনো পেমেন্ট সহজ করুন ও অ্যাপ ডাউনলোড করে আজই খেলা শুরু করুন। visit: justcasino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *